Teks Khutbah Jumat 17 Juli 2026 yang Menyentuh dan Penuh Hikmah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks khutbah Jumat 17 Juli 2026 dapat digunakan sebagai bahan penyampaian khutbah dengan tema menjaga keimanan dan meluruskan keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Materi khotbah ini mengangkat pembahasan mengenai bulan Safar serta pentingnya memperkuat tawakal kepada Allah Swt.
Setiap muslim dianjurkan menjalani kehidupan dengan keyakinan bahwa seluruh ketentuan berada dalam kekuasaan Allah.
Teks Khutbah Jumat 17 Juli 2026: Memperkuat Tawakal Kepada Allah Swt
Berikut adalah teks khutbah Jumat 17 Juli 2026 yang membahas tentang keutamaan menjaga akidah, meninggalkan kepercayaan terhadap kesialan bulan Safar, serta memperbanyak amal kebaikan, dikutip dari baznas.go.id.
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ.
أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Ketakwaan menjadi bekal utama dalam menjalani kehidupan karena hanya dengan pertolongan Allah manusia dapat memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.
Allah Swt berfirman:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا. وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهَ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Artinya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Saat ini kita berada dalam salah satu perjalanan waktu dalam kalender Hijriah. Salah satu bulan yang perlu dipahami dengan benar adalah bulan Safar.
Sebagian masyarakat dahulu menganggap bulan Safar sebagai waktu yang membawa kesialan, sehingga muncul berbagai larangan yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Pada masa jahiliah, masyarakat Arab memiliki keyakinan bahwa bulan Safar berkaitan dengan musibah dan keburukan.
Islam kemudian datang untuk menghapus keyakinan tersebut dan mengajarkan bahwa seluruh waktu adalah ciptaan Allah yang memiliki kedudukan sama.
Rasulullah saw bersabda:
“Tidak ada penyakit menular tanpa izin Allah, tidak ada thiyarah (anggapan sial karena tanda tertentu), tidak ada burung hantu yang membawa kesialan, dan tidak ada bulan Safar yang membawa sial.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut mengajarkan bahwa seorang muslim harus memiliki keyakinan kuat kepada Allah Swt. Tidak ada bulan, hari, maupun waktu tertentu yang dapat memberikan manfaat atau mudarat tanpa kehendak Allah.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Bulan Safar hendaknya dijadikan kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan kedekatan kepada Allah.
Tidak terdapat amalan khusus yang diwajibkan pada bulan ini, tetapi setiap muslim tetap dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, melaksanakan puasa sunnah, serta memperbanyak doa.
Selain meningkatkan hubungan dengan Allah, bulan Safar juga menjadi waktu yang baik untuk mempererat hubungan dengan sesama manusia.
Menolong orang yang membutuhkan, menjaga silaturahmi, serta memperbaiki kesalahan kepada orang lain merupakan bentuk nyata dari ajaran Islam.
Jangan sampai keyakinan terhadap mitos membuat hati jauh dari tawakal kepada Allah. Seorang muslim harus meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan ketetapan Allah Swt.
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk menjaga akidah, menjauhkan diri dari keyakinan yang tidak sesuai dengan tuntunan agama, serta menjadikan setiap waktu sebagai kesempatan memperbanyak kebaikan.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ.
أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Mari kita terus memperkuat ketakwaan kepada Allah Swt dan memperbanyak doa agar diberikan kehidupan yang penuh keberkahan.
Semoga Allah mengampuni dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari segala musibah, penyakit, bencana, fitnah, dan keburukan yang tampak maupun tersembunyi. Berikanlah keamanan kepada negeri kami serta seluruh negeri kaum muslimin.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Demikian teks khutbah Jumat 17 Juli 2026 yang mengajak umat Islam memperkuat iman serta menjadikan setiap waktu sebagai ladang amal kebaikan.
Pesan khutbah ini diharapkan dapat menjadi pengingat untuk selalu bergantung kepada Allah Swt dalam setiap keadaan. (Khoirul)
Baca Juga: Khutbah Jumat 15 Mei 2026 yang Menyentuh Hati
