211 Kerajaan Nusantara dan 30 dari Luar Negeri Gelar Festival di Klungkung, Bali
·waktu baca 2 menit

KLUNGKUNG, kanalbali.com - Untuk pertamakalinya, ratusan raja-raja se-Nusantara dan dunia berkumpul di Bali, tepatnya di Kabupaten Klungkung Bali.
Persisnya adalah 211 kerajaan se–nusantara dan perwakilan dari 30 kerajaan luar negeri antara lain dari Filipina, Bhutan, Malaysia, Brunei, Singapura, Nepal, Uganda, Ghana, Jepang, serta Duta Kerajaan Eropa.
Para raja-raja ini dengan pakaian adat masing-masing mengikuti festival adat budaya nusantara, dipusatkan di Alun-alun Ida I Dewa Agung Jambe.
Para raja yang tergabung dalam Masyarakat Adat Nusantara (MATR) ini disambut tiga pementasan dari kebudayaan berbeda.
Diawali gamelan baleganjur, oleh anak-anak muda dari Klungkung, kemudian pementasan tari penyambutan tari Rudat dari Kampung Gelgel dan Barong Sai dari vihara Darma ratna Klungkung.
Para raja, disambut di depan monumen Puputan Klungkung, yang merupakan tonggak perang perjuangan melawan penjajah Belanda, dalam Perang Puputan yang dipimpin Raja Ida Agung Jambe pada tahun 1908 silam.
Ida Dalem Semaraputra, yang merupakan raja dari Puri Agung Klungkung, saat penyambutan para raja nusantara ini pada Kamis (18/8/2022) petang mengatakan, festival budaya nusantara ini diadakan pertama adalah untuk melestarikan adat dan budaya di masing-masing daerah.
“Kita saling mengenalkan satu adat dengan adat lain, dengan menampilkan pakaian daerah masing-masing yang juga digunakan para penglingsir atau leluhur yang sempat memimpin kerjaan masing-masing,” katanya.
Dengan menampilkan dan berkumpul di sini, sebagai wujud kesatuan NKRI, dengan melambangkan Bhineka Tunggal Ika sebagai bentuk persatuan dengan tetap melestarikan adat dan budaya Nusantara.
Dengan kegiatan ini Dunia akan tahu bagaimana Indonesia kaya akan masyarakat adatnya yang kental hingga kini, terlebih di Bali. Semua kegiatan masyarakat dilaksanakan secara adat.
“Jangankan seluruh Indonesia, kami di Bali saja adat masing-masing berbeda cara menjalankannya, namun rasa persatuan tetap terjalin,” tandasnya.
Sementara Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menunjukkan kebahagiaannya atas kehadiran para Raja dan perwakilan masyarakat adat seluruh Indonesia.
“Semua tahu Klungkung mengalami dua kali jaman keemasan, pertama pada jaman kerajaan Waturenggong, di Gelgel dan setelah pindah ke kerajaan Klungkung dengan perang Puputannya,” katanya.
Ia berharap dari kegiatan ini kekerabatan Indonesia kian erat persatuannya, dengan melestarikan adat masing-masing dan tetap saling menghargai sebagai bentuk persatuan dan kesatuan Bangsa.
Festival Adat Budaya Nusantara dipusatkan di Alun-alun Ida Dwangung Jambe, selama empat hari, mulai 16-19 Agustus 2022. Agenda itu juga bersamaan dengan pelantikan Ketua DPP Matra, yang berpindah dari KGPAA Mangku Alam II kepada Andi Bau Malik Baramamase Tatukajanangan dari Kerajaan Gowa. (Kanalbali/KRI)
