Program Khusus untuk Siswa Miskin Distop, Alumni SMA Bali Mandara Datangi DPRD
ยทwaktu baca 3 menit

DENPASAR, kanalbali.com - Alumni SMAN Bali Mandara serta Forum Komunikasi Peduli Pendidikan (FKPP) mendatangi gedung DPRD Provinsi Bali, Kamis (2/6/2022).
Mereka hendak menyampaikan aspirasi dan kajian terkait rencana penghentian program bantuan khusus Pemprov Bali bagi siswa dari keluarga sangat miskin melalui SMA Bali Mandara dan mengubah sekolah itu menjadi SMA reguler.
"Hari ini kami belum diterima dengan alasan surat yang dikirim 31 Mei belum mendapatkan disposisi. Padahal para alumni sudah bersurat sebanyak 3 kali, dari bulan maret dan dua kali pada bulan Mei," kata Koordinator FKPP I Ketut Sae Tanju di Gedung DPRD Bali, Kamis, (2/6/2022).
Ketut menuturkan, sebelumnya koordinator ahli Gubernur Bali telah membuat kajian yang menyandingkan antara Sekolah Bali Mandara dengan sekolah umum lainnya di Pulau Dewata.
Menurutnya, perbandingan ini tidak sesuai, karena data atau bahan baku yang baik disandingkan dengan bahan baku yang kurang, kemudian disamakan outputnya. Sebagai perbandingan, alumni turut membuat kajian yang sama dengan menampilkan kualitas lulusan sekolah yang berada di bagian utara Bali ini.
"Hasil kajian menunjukan awalnya siswa yang masuk dari keluarga kurang mampu dengan IQ rendah, jadi punya IQ tinggi yang mampu menjadi dokter, dosen, dan profesi lain sehingga bisa mengangkat derajat keluarga," jelasnya.
Ia menyebutkan, untuk saat ini jumlah alumni yang datang ke gedung DPRD baru sekitar 50 orang. Jika komunikasi secara baik-baik tidak dapat diterima oleh para anggota dewan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan aksi dengan mendatangkan massa yang lebih banyak.
"Kita sekarang kedepankan dulu komunikasi secara baik-baik, kalau tidak ada jalan keluarnya. Tidak menutup kemungkinan melakukan aksi juga," jelasnya.
Alumni angkatan pertama SMAN Bali Mandara, I Made Gede Eris Dwi Wahyudi menuturkan saat ini dari pihak sekolah sudah menyiapkan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) seperti sekolah pada umum lainnya. Tetapi, untuk dua angkatan di atasnya tetap masuk sistem asrama yang dibiayai sampai lulus.
"Meski disiapkan sistem PPDB sekolah umum, tapi tahun ini kami masih memperjuangkan agar bisa tetap menggunakan sistem awal yang dikhususkan untuk anak sangat miskin di Bali," sebutnya.
Selain meminta waktu untuk melakukan audiensi, para alumni juga menandatangani petisi di atas kain putih agar sistem pendidikan di SMA/SMKN Bali Mandara tetap dilanjutkan.
SMAN Bali Mandara sendiri adalah SMA khusus bagi anak dari keluarga sangat miskin di Bali yang didirikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama Yayasan Sampoerna Foundation pada 2009. Namun setelah tahun ketiga, pihak Sampoerna tak lagi memberikan dukungan dan sepenuhnya dibiayai oleh Pemprov Bali.
Selain dikhususkan untuk siswa sangat miskin dengan test yang ketat, para siswa juga dididik dengan sistem asrama sehingga kebutuhan gizi dan nutrisinya bisa dipenuhi. Namun, Gubernur Bali Wayan Koster saat ini hendak merubah SMA Bali Mandara menjadi sekolah reguler layaknya SMA Negeri pada umumnya. (Kanalbali/LSU)
