Kisah Remaja 17 Tahun yang Membuat Situs Informasi Perkembangan Virus Corona

Wabah virus corona asal Wuhan, China, telah melanda 77 negara hingga Rabu (4/3) dengan total korban mencapai 92.165 orang dan angka kematian hingga 3.127 korban jiwa. Hal ini jelas menimbulkan kekhawatiran yang besar bagi seluruh negara.
Akibatnya, masyarakat berlomba-lomba membeli berbagai macam kebutuhan pokok, serta masker hingga hand sanitizer. Tak pelak, barang-barang tersebut pun dijual dengan harga tinggi oleh beberapa oknum pencari keuntungan dalam kesempitan.
Namun ternyata, di antara kepanikan tersebut, ada seorang remaja berusia 17 tahun yang mampu melakukan hal yang bermanfaat dan berguna bagi masyarakat luas. Avi Schiffman, seorang pelajar dari Washington, Amerika Serikat, berhasil membuat website mengenai penyebaran virus corona ini di berbagai negara. Website ini juga menyediakan informasi yang selalu update dan akurat terkait perkembangan virus corona.
Tidak hanya melacak penyebaran virus corona, website yang bernama ncov2019.live juga memberikan fakta-fakta terkait perkembangan virus tersebut. Mulai dari jumlah yang terinfeksi, pasien meninggal, pasien sembuh, jumlah negara yang terjangkit, hingga cara pencegahan penyebaran virus corona.
Dalam prosesnya, Schiffman meluangkan waktu 6 jam dalam sehari untuk membuat dan menyempurnakan websitenya tersebut sampai akhirnya diluncurkan pada bulan Desember tahun 2019 lalu. Schiffman sendiri adalah seorang murid di Mercer Island High School. Di usianya yang masih muda, ia mampu menciptakan sebuah website yang kini telah dikunjungi oleh jutaan orang dan bermanfaat bagi warga di dunia.
Website ini terus diupdate secara berkala setiap 10 menit dengan menggunakan data dari sumber kredibel seperti WHO, pusat kontrol penyakit, dan departemen kesehatan lokal. Website ini dibuat karena keinginan Avi Schiffman untuk menciptakan sebuah situs yang menyediakan semua informasi terkait virus corona dengan benar, tepat dan akurat. Karena di zaman dunia digital sekarang ini, semakin banyak berita hoaks yang beredar di luaran dan menyebabkan banyak orang salah paham.
Namun, Schiffman sempat menerima beberapa pesan dari orang-orang yang menemukan sesuatu yang tidak akurat dari situs tersebut.
“Beberapa waktu yang lalu, ada bug yang cukup masif, akhirnya data kasus virus corona jadi berlipat ganda. Saya mendapat ratusan e-mail, tapi akhirnya saya bisa mengelola servernya dengan baik,” ungkap Schiffman dikutip dari Bored Panda.
Tidak hanya memberikan informasi mengenai perkembangan data virus corona, di situs tersebut juga terdapat penjelasan yang lengkap dan detail mengenai virus corona, cara penularan, gejala dari virus corona, hingga upaya preventif dalam mencegah virus corona.
“Saya selalu menambahkan fitur baru di situs tersebut dan akan terus disesuaikan seiring berjalannya waktu. Untuk beberapa waktu ke depan, mungkin akan kurang menarik untuk mengetahui ada lima kasus (virus corona) di Prancis. Kami mungkin lebih tertarik untuk mengetahui persentase kenaikan kasus tersebut dari minggu lalu ke minggu ini,” ungkap Schiffmann.
#terusberkarya
Jangan lupa follow Karja di Instagram (@karjaid) dan klik tombol 'IKUTI' di kumparan.com/karjaid untuk mendukung dan mengikuti konten menarik seputar entrepreneurship, kisah inspiratif, karya anak bangsa, dan isu sosial seputar milenial ya, Sobat!
