kumparan
KONTEN PUBLISHER
21 November 2019 8:49

Membangun Ekraf Melalui Coworking Space di Samarinda, Mungkinkah?

image.png
Ruangku Coworking Space, pelopor coworking space pertama di Kota Samarinda | Photo by @ruangku_coworkingspace on Instagram
Semenjak pulang ke Samarinda selepas menimba ilmu sekaligus mencari pengalaman kerja di kota Surabaya, saya melihat tidak banyak perubahan di kota yang berjuluk kota tepian ini.
ADVERTISEMENT
Namun ada satu perubahan berani yang saya lihat, adanya satu coworking space yang hadir di Kota Samarinda. Ruangku, namanya.
Ingatan saya kembal ter-flashback disaat saya merantau di kota pahlawan, kota kelahiran saya juga sih. Saya takjub banget melihat banyaknya coworking space di Kota Surabaya, baik berasal dari sektor privat maupun pemerintah.
Kerennya lagi, Pemerintah Kota Surabaya (Bu Risma dan tim) punya coworking space publik sendiri yang bernama Koridor. Saya lihat banget bagaimana anak-anak muda yang memiliki bisnis di bidang ekonomi kreatif, khususnya startup.
Nih, kalau belum percaya dengan coworking space gaweane Pemerintah Suroboyo.
Loading Instagram...
"I think this concept (coworking space) will accomodate young generation untuk berkarya lebih, lebih dan lebih," pikir saya dalam hati (maaf, kebiasaan anak muda jaman sekarang yang suka ngomong campur-campur).
ADVERTISEMENT
Biasanya memang, coworking space akan mengakomodir program-program yang bisa menunjang para coworkers (pekerja di coworking space).
Saya mengutip satu penggalan kalimat dari buku yang berjudul "Belajar Goblok dari Bob Sadino" bunyinya begini "bahwa kewirausahaan bisa ditumbuhkan oleh pemerintah melalui program-program yang sengaja dibuat untuk itu, program venture capital dan inkubator bisnis dirancang untuk medium tumbuh bagi wirausahawan pemula".
Hasil penelitian dari Nick Clifton, et al (2017) :

"Adanya komunitas di dalam coworking space tidak hanya penting untuk pribadi coworkers (pekerja) tetapi juga dapat memfasilitasi kerja sama antar coworkers sehingga tercipta kolaborasi dan sharing knowledge yang bermanfaat."

- Nick Clifton, et al (2017) yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Mudahnya gini ya, saya kasih ilustrasi
ADVERTISEMENT
Si Kocheng buat bisnis kreatif, ngantornya di coworking space dari pemerintah, setiap ada free event maupun program pelatihan dari pemerintah diikuti dengan serius dan konsisten, perkembangan bisnisnya bagus juga, eh ada venture capital berkunjung ke coworking space itu tertarik deh mereka dan akhirnya si Kocheng memperoleh kesempatan untuk scale up dari pendanaan tersebut. Simple-nya gitu, implementasinya yang ga segampang itu, sob.
Jadi, konsep coworking space di Samarinda mungkin tidak?
image.png
Ilustrasi coworking space | Photo by Johnson Wang on Unsplash
Jawabannya bukan mungkin atau tidak, tetapi harus (kalau harus ya pasti bisa banget). Bukan sedang melakukan semacam kegiatan endorsement, diakui bahwa kehadiran Ruangku Coworking Space menjadi satu gerakan pelopor yang bisa memberikan banyak peluang bagi anak muda di Kota Samarinda, terutama di bidang ekonomi kreatif.
ADVERTISEMENT
Kok ekonomi kreatif ? Nih jawabannya, guys.

"The overwhelming majority of coworkers now work in the eld of creative industries and new media. Most of them are web developers or programmers, although the boundary between job descriptions is uid and many coworkers specialize in more than one speci c eld."

- Foertsch, 2018

Intinya, banyak pekerja di coworking space itu yang bergerak di bidang ekonomi kreatif. They can collaborate each other about something creative, innovation, and surely mutualism.
So, I really appreciate Ruangku Coworking Space yang sudah sangat berani memperkenalkan konsep yang 'baru' ini ke masyarakat Kota Samarinda. Selain itu, mereka juga aktif banget create event-event pelatihan, gitu.
image.png
Beberapa dokumentasi dari Ruangku Coworking Space | Photo from @ruangku_coworkingspace
Satu lagi, mudah-mudahan Pemerintah Kota Samarinda bisa mulai melihat potensinya dan tentunya, berkolaborasi dengan pihak seperti Ruangku gini. Apalagi, we will be a part of Indonesia's new capital city (walaupun cuma sebelahnya doang sih, hehe).
ADVERTISEMENT
Selamat berkarya, Anak Muda Samarinda!
p.s : kapan-kapan bakal diulas lebih panjang deh kalau Karja sudah punya podcast, ya!
Story from me,
Charles (anak muda ber-KTP Kota Samarinda yang ingin melihat sedikit perubahan untuk kota domisilinya)
#terusberkarya
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan