Konten dari Pengguna

Sakit gigi sering kambuh saat musim hujan, Kenapa?

Karuniawan Eka Dirga Harmiyanto

Karuniawan Eka Dirga Harmiyanto

Mahasiswa AMIKOM Yogyakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Karuniawan Eka Dirga Harmiyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sakit gigi. (sumber: https://pixabay.com/id/photos/gadis-paket-es-sakit-gigi-dental-5661741/?download)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sakit gigi. (sumber: https://pixabay.com/id/photos/gadis-paket-es-sakit-gigi-dental-5661741/?download)

Memasuki musim penghujan keadaan cuaca menjadi dingin hingga perubahan suhu di musim hujan berpengaruh mengenai sakit gigi cenderung lebih mudah muncul. Sakit gigi memang lebih sering kambuh saat musim hujan dapat disebabkan berbagai hal. Sebagai contoh yaitu penurunan suhu dengan perubahan tekanan udara. Pada enamel dan dentin yang sudah rusak gigi lebih mudah sensitif terhadap perubahan suhu, maka dari, inilah menjadi pemicu sensitivitasnya sehingga muncul rasa sakit saat musim penghujan. drg. Sonda Aritona dari Klinik Pascal Dental Care memberikan beberapa penjelasan mengenai hal tersebut dan memberikan tips cara merawat gigi yang baik. berikut penjelasannya.

Anatomi Gigi. (sumber: https://www.freepik.com/free-vector/medical-infographic-template-tooth-anatomy_7089210.htm#query=tooth%20anatomy&position=35&from_view=search&track=ais)

Struktur Gigi

Perlu kita ketahui terdapat beberapa bagian-bagian pada gigi yaitu Enamel/Email adalah struktur yang merupakan bagian terluar dan terkeras dari gigi yang berwarna putih kekuningan. Fungsi dari enamel adalah untuk melindungi gigi dari kerusakan yang diakibatkan oleh suasana mulut yang bersifat asam. yang kedua adalah Dentin yang berada tepat di bawah enamel. Dentin sangat sensitif terhadap panas dan dingin. Strukturnya lebih lembut dari enamel, serta lebih mudah rusak jika tidak segara dirawat. yang ketiga terdapat Pulpa, merupakan bagian ini berisi saraf dan pembuluh darah. Pulpa sangat peka terhadap sentuhan dan tekanan. Pulpa berfungsi untuk menyalurkan nutrisi ke gigi.

Penyebab Gigi berlubang

Gigi berlubang (karies gigi) merupakan penyakit jaringan keras gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi meluas kearah pulpa (saraf gigi) disebabkan oleh sisa makanan yang tertinggal didalam mulut yang tidak segera dibersihkan. Kenapa ini bisa terjadi? Ada empat faktor utama yang memegang peranan yaitu faktor host atau tuan rumah (GIGI), agen atau mikroorganisme, sisa makanan, dan ditambah faktor waktu. Karies gigi hanya akan terbentuk apabila terjadi interaksi antara ke empat faktor tersebut. Kita bahas satu satu :

  1. Host atau Tuan Rumah (Gigi dan Saliva/air Liur). Gigi tiap individu berbeda-beda, terutama di gigi mahkota gigi geraham ada yang bentuk cekungannya dalam dan landai, bila sisa makanan tertinggal di cekungan itu dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan gigi berlubang. Lalu air liur berfungsi sebagai buffer atau pelarut. disisi lain, air liur ini media yang sangat bagus untuk berkembangnya bakteri yang berhubungan dengan karies.

  2. Agen & Mikroorganisme. Pada plak (sisa makanan) terdapat banyak sekali mikroorganisme yang menyebakan gigi berlubang, bila plak tidak dibersihkan akan semakin banyak kuman yang berkembang dan bisa berfermentasi menyebabkan rongga mulut berubah menjadi asam. Gigi sangat rentan terhadap asam. Semakin kondisi rongga mulut asam makan gigi akan semakin cepat berlubang.

  3. Sisa Makanan. Sisa makanan yang mengandung banyak karbohidrat, gula seperti coklat, permen, soda, susu aneka rasa, keripik berbumbbu dan semacamnya bila sisa makan tersebut lupa dibersihkan atau disikat maka kuman penyebab gigi berlubang kan mudah terbentuk.

  4. Waktu. Proses terjadinya gigi berlubang membutuhkan waktu tertentu. Karena bakteri membutuhkan waktu lama untuk fermentasikan karbohidrat, gula untuk menjadi asam dan melarutkan email (lapisan luar gigi). Meskipun lama kita harus tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut kita.

Bila ke 4 faktor tersebut terjadi interaksi, bisa mengakibatkan gigi berlubang. Bagian yang pertama rusak yaitu enamel, meskipun enamel ini keras tapi bersifat permeabel (dapat ditembus) oleh karies. Pada enamel yang lubang kita tidak akan merasakan sakit hingga kita tidak sadar kalau sudah lubang. Semakin lama karies menuju ke dentin, dentin ini sangat sensitif terhadap rasa dingin dan panas hingga akhirnya kita akan merasakan ngilu kadang ngilu hilang kadang ngilu datang. Semakin lama tidak dirawat karies bisa menembus dan mencapai pulpa. Disini banyak sekali saraf dan pembuluh darah. Bila sudah tertembus, pulpa bisa membusuk dan sakit. Selain itu bisa menyebabkan bengkak, gigi akan terinfeksi dan mati.

Bagaimana cara mengatasi rasa sakit yang kambuh?

Pada kasus gigi berlubang dan sakit tidak bisa sembuh dengan minum obat saja tetapi harus dilakukan perawatan pada gigi tersebut. Obat ini hanya bersifat sementara, hanya mengurangi rasa sakit. Perawatan gigi berlubang, dengan perawatan paling ringan bila lubang masih kecil mencapai enamel dan dentin bisa dilakukan tambal biasa sekali kunjungan, di saat ini bahan tambal sudah sewarna dengan gigi sehingga lebih estetik. Untuk lubang gigi yang sudah mencapai pulpa ditandai dengan sakit secara tiba-tiba, sakit terus terusan harus dilakukan perawatan secara kompleks yaitu perawatan saluran akar gigi/perawatan saraf gigi. Gigi yang sakit di foto rontgen dulu lalu pulpa dan saraf gigi yang terinfeksi dan sudah rusak dibersihkan yang nantinya akan diganti dengan bahan kedokteran gigi sehingga gigi tidak sakit lagi dan bisa berfungsi kembali. Perawatan ini membutuhkan kunjungan berulang.

Bagaimana cara mencegah agar gigi tidak sakit saat musim hujan tiba?

Apabila saat musim hujan gigi terasa sakit dan belum sempat ke dokter gigi, pencegahannya bisa dilakukan dengan berkumur air hangat yang dicampur dengan satu sendok teh air garam. Batasi konsumsi gula dan makanan manis. Selain itu bisa minum menggunakan sedotan supaya air yang diminum tidak langsung menyentuh gigi.

Bagiamana cara merawat gigi yang baik?

  1. Jaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi 2 kali sehari (pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur). Frekuensi yang baik dan tepat dapat mencegah gigi berlubang tidak hanya itu. Gerakan sikat gigi juga sangat berpengaruh. Gerakan yang paling efisien dan dianjurkan adalah gerakan roll atau memutar, bisa menjangkau semua bagian mulut.

  2. Konsumsi makanan yang tinggi kalsium, banyak terdapat di susu, daging, dan sayur.

  3. Kurangi makanan manis dan lengket.

  4. Pilih pasta gigi dan sikat gigi yang tepat, pasta gigi yang mengandung fluor dan sikat gigi yang memiliki bulu halus. Penggunaan pasta gigi sebesar biji jagung.

  5. Kontrol Rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali.

  6. Lebih peduli dengan dengan kondisi gigi, bila sudah terasa lubang kecil segera ke dokter gigi untuk perawatan lebih lanjut.

Tetap jaga kesehatan, kondisi gigi dan mulut, rutin sikat gigi 2 kali sehari. Kesehatan gigi dan mulut dapat dicapai dengan membersihkan plak yang terdapat di rongga mulut secara mandiri dengan cara yang tepat. Yaitu dengan menyikat gigi dengan sikat gigi berbulu halus, menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, membersihkan lidah dan berkumur dengan obat kumur non-alkohol. Apabila sudah terdapat penyakit gigi dan mulut, segera periksakan ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan komprehensif. Kondisi gigi dan mulut yang sehat dan terjaga dengan baik akan dapat menunjang berbagai aktivitas individu agar berjalan dengan maksimal. Selain itu makan dan minum akan terasa enak, estetika gigi terjaga akan lebih percaya diri bila gigi sehat dan bersih, senyum akan lebih percaya diri. Fungsi bicara bila gigi dan mulut sehat berbicara pun jadi jelas. Ayo jaga kesehatan gigi dan mulutmu.

Karuniawan Eka, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Amikom Yogyakarta.