Kumparan Logo
Konten Media Partner

3 Obat Sinusitis di Apotik yang Ampuh Redakan Gejala

Kata Dokter

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seseorang yang mengalami sinusitis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang yang mengalami sinusitis. Foto: Unsplash

Sinusitis adalah peradangan pada hidung, tepatnya di lapisan sinus, yang pada umumnya diawali dengan pilek, hidung tersumbat, dan nyeri di beberapa area wajah. Untuk menyembuhkannya, ada beragam obat untuk sinus di apotik yang bisa dikonsumsi.

Pengobatan infeksi sinus pada dasarnya harus disesuaikan dengan jenis sinusitis yang dialami oleh penderita. Menyadur laman National Health Service, sinusitis terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  • Sinusitis akut, berlangsung selama 2-4 minggu.

  • Sinusitis subakut, berlangsung selama 4-12 minggu.

  • Sinusitis kronis, berlangsung lebih dari 12 minggu dan dapat berlanjut hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

  • Sinusitis kambuhan, terjadi hingga tiga kali atau lebih dalam setahun.

Untuk memahami lebih jelas, artikel ini akan membahas secara khusus mengenai sinusitis, mulai dari gejala, penyebab, hingga ragam obat sinusitis di apotik yang bisa digunakan untuk meredakan gejalanya.

Gejala Sinusitis

Ilustrasi seseorang yang mengalami sinusitis. Foto: Pexels

Sinusitis bisa memiliki gejala bervariasi, tergantung dari jenis sinusitis dan tingkat keparahan kondisinya. Dikutip dari Mayo Clinic, adapun beberapa gejala sinusitis yang paling umum, yaitu:

  • Peradangan pada saluran hidung

  • Hidung tersumbat

  • Pilek yang berlangsung lama atau kambuh berulang

  • Nyeri di sekitar mata, pipi, hidung, atau dahi

  • Bau mulut

  • Post-nasal drip atau kondisi di mana lendir berlebihan mengalir dari bagian belakang hidung ke tenggorokan

  • Sakit kepala

  • Batuk yang memburuk saat malam hari

  • Bengkak di area mata

Selain gejala umum di atas, ada beberapa gejala sinusitus lain yang bisa dirasakan penderita, seperti:

  • Sakit telinga karena peradangan yang menyebar ke telinga tengah

  • Nyeri pada bagian rahang atas dan gigi

  • Sakit tenggorokan

  • Bau mulut

  • Kelelahan yang berlebihan

Penyebab Sinusitis

Ilustrasi seseorang yang mengalami sinusitis bisa disebabkan oleh berbagai penyebab. Foto: Pexels

Dalam kebanyakan kasus, penyebab sinusitis adalah peradangan pada lapisan sinus akibat infeksi virus atau bakteri. Infeksi terjadi ketika sinus tersumbat akibat penumpukan cairan, sehingga kuman dapat tumbuh dan menyebabkan infeksi.

Mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sinusitis meliputi:

  • Pilek

  • Flu (influenza)

  • Infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae

  • Infeksi bakteri Haemophilus influenza

  • Infeksi bakteri Moraxella catarrhalis

  • Alergi

Selain penyebab di atas, sebagian orang dengan kondisi tertentu lebih berisiko terkena sinusitis daripada yang lain. Adapun beberapa faktor yang meningkatkan risiko sinusitis, yaitu:

  • Rhinitis alergi

  • Asma

  • Polip hidung

  • Deviasi septum nasal (kelainan hidung yang terjadi saat septum bergeser menjauh dari garis tengah hidung)

  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah, seperti akibat penyakit HIV atau kanker dan efek penggunaan obat-obatan tertentu

  • Merokok

Tidak hanya itu, terjadinya sinusitis bisa disebabkan oleh banyak faktor lain, seperti adenoid yang membesar, infeksi pada gigi, cedera hidung, dan udara kering.

Menurut Harvard Health Publishing, udara yang kering hanya akan membuat kondisi sinus lebih parah, sebab tidak ada kelembapan yang dihirup oleh hidung. Oleh karena itu, penggunaan humidifier atau pelembab ruangan di kamar tidur menjadi faktor yang penting.

Obat Sinusitis di Apotik

Ilustrasi mengonsumsi obat sinusitis. Foto: Pexels

Penyembuhan sinusitis biasanya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Untuk mempercepat waktu penyembuhan, pengidap disarankan mengkonsumsi obat-obatan sinusitis.

Supaya bisa mudah menemukan keberadaan obat tersebut, berikut beberapa daftar obat sinusitis di apotik yang bisa dikonsumsi, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Antibiotik

Antibiotik adalah golongan senyawa antimikroba yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia pada organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Sebetulnya, ada banyak obat antibiotik yang tersedia di apotik.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan, ada beberapa obat antibiotik yang dapat dikonsumsi, seperti Penisilin, Cephalosporin, Aminoglikosida, Tetrasiklin, Makrolida, hingga Fluoroquinolones. Kendati demikian, penggunaan antibiotik tetap harus diawasi dosisnya oleh dokter.

2. Kortikosteroid

Dalam laman WebMD, kortikosteroid adalah obat yang digunakan dalam bentuk semprotan hidung, obat minum, dan obat suntik. Anda tetap harus mengonsumsi obat dalam dosis yang memang sudah ditentukan.

Sebab, obat ini memiliki daftar efek samping yang cukup berpengaruh apabila digunakan dalam keadaan sembarangan. Jadi, meskipun dapat ditemukan di apotik-apotik, pembelian kortikosteroid ini juga harus melalui resep dokter.

Adapun beberapa efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat kortikosteroid ini, yakni hipertensi, sulit tidur, tekanan darah rendah, perasaan lemas, dan lain sebagainya.

3. Antihistamin

Antihistamin adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengobati gejala alergi. Sebagai informasi, alergi menjadi salah satu penyebab munculnya sinusitis. Jadi, ketika alergi muncul, saluran sinus akan mengalami pembengkakan dan menghasilkan lebih banyak lendir.

Menyadur laman Cleveland Clinic, penggunaan antihistamin dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Tidak hanya untuk sinusitis, penggunaan antihistamin juga sering ditemukan oleh orang-orang yang memiliki alergi terhadap debu, serbuk sari, dan lainnya.

Pengobatan Sinusitis Selain Obat

Ilustrasi penggunaan humidifier untuk melembapkan udara. Foto: Pexels

Meskipun pengobatan dengan obat-obatan medis sering digunakan untuk mengatasi sinusitis, ada beberapa alternatif lain yang efektif untuk meredakan gejala dan mempercepat pemulihan.

Dirangkum dari Healthline, berikut adalah beberapa pengobatan sinusitis selain obat yang bisa dilakukan.

1. Menghirup Uap Hangat

Menghirup uap hangat dapat membantu mengurangi iritasi pada saluran pernapasan dan menghilangkan lendir dari sinus.

Cara penggunaannya, Anda dapat menaruh air panas dalam baskom atau mangkok, kemudian tambahkan beberapa tetes minyak esensial seperti minyak kayu putih atau minyak peppermint ke air panas untuk efek relaksasi.

2. Mandi Air Hangat

Anda juga bisa mandi dengan air hangat untuk membantu mengencerkan lendir dan mengurangi peradangan pada saluran sinus. Mandi air hangat juga dapat membantu melegakan saluran pernapasan Anda.

3. Menggunakan Humidifier

Hidung tersumbat juga dapat diatasi menggunakan humidifier, yakni alat untuk melembapkan dan membersihkan udara. Uap yang dihasilkan dari alat ini dapat membantu mengencerkan lendir, mengurangi iritasi pada sinus, dan menjaga kelembapan saluran hidung.

4. Pijatan Wajah

Pijatan lembut pada wajah, khususnya pada daerah sekitar hidung dan mata, dapat membantu mengurangi tekanan dan meredakan gejala sinusitis. Pijatan yang benar juga dapat meningkatkan sirkulasi darah di daerah sinus.

5. Mengatur Posisi Tidur

Anda bisa mengatur posisi tidur yang sesuai, seperti menggunakan bantal yang posisinya lebih tinggi. Posisi kepala yang lebih tinggi saat tidur dapat membantu melegakan saluran pernapasan dan mengurangi tekanan di kepala.

Akan tetapi, pastikan jangan sampai bantal yang Anda gunakan terlalu tinggi. Tumpukan bantal yang terlalu tinggi bisa menyebabkan leher Anda terasa sakit setelah bangun tidur.

6. Menghindari Alergen dan Iritan

Jika sinusitis Anda disebabkan oleh alergi atau iritasi tertentu, usahakan untuk menghindari paparan alergen atau iritan tersebut. Pastikan lingkungan tempat tinggal Anda bersih dan bebas dari alergen seperti debu, serbuk sari, bulu binatang, atau polusi udara.

Cara Mengobati Sinusitis Secara Alami

Ilustrasi mengonsumsi air putih untuk membatas menjaga tubuh tetap terhidrasi selama mengalami sinusitis. Foto: Unsplash

Seperti yang diketahui, sinusitis merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya peradangan di lapisan sinus. Sebagai informasi, sinus adalah rongga yang terletak di belakang dahi, tulang hidung, pipi, dan mata.

Selain menggunakan beberapa cara yang telah disebutkan sebelumnya, mengobati sinusitis dengan cara alami juga bisa diterapkan. Lebih jelasnya, berikut beberapa cara mengobati sinusitis secara alami.

1. Mengonsumsi Jahe

Menurut studi dari International Journal Preventive Medicine, jahe mengandung zat antioksidan dan anti inflamasi yang tinggi, serta diyakini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Karena adanya anti inflamasi, peradangan pada sinusitis bisa sedikit berkurang. Pengidap bisa mengkonsumsi jahe dengan menjadikannya sebagai olahan teh, nantinya uap yang dihasilkan dari teh jahe tersebut bisa berfungsi untuk mengurangi sumbatan lendir.

2. Rutin Mengompres Bagian Hidung

Selain mengonsumsi teh jahe, pengidap sinusitis juga bisa melakukan mengobati peradangan dengan mengompres air hangat.

Kompresan air hangat tersebut bisa diletakkan di sekitar hidung dan dahi. Tujuannya untuk meringankan tekanan di dalam sinus, sehingga rasa sakit di kepala bisa sedikit berkurang.

3. Minum Air yang Banyak

Sebagaimana yang sudah dijelaskan, sinusitis terjadi karena adanya lendir atau ingus yang menumpuk di dalam sinus. Supaya bisa mengencerkan sinus tersebut, pengidapnya disarankan untuk mengkonsumsi minum air yang banyak.

Menyadur Mayo Clinic, tidak hanya air putih, pengidap sinusitis juga bisa mendapatkan asupan dari jus buah atau sayur.

Cara Mencegah Sinusitis

Ilustrasi salah satu cara mencegah sinusitis adalah mencuci tangan secara rutin. Foto: Pexels

Ada berbagai tindakan pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengurangi risiko terkena infeksi sinus. Dikutip dari Cleveland Clinic, adapun beberapa cara mencegah sinusitis tersebut, yaitu:

  • Rutin membilas hidung dengan larutan saline atau air garam untuk menjaga saluran hidung tetap bersih dan mengurangi kemungkinan infeksi sinus.

  • Hindari paparan alergen yang dapat memicu gejala sinusitis, seperti debu, serbuk sari, dan asap rokok.

  • Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah penyebaran infeksi sinus. Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.

  • Jaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak air putih.

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit flu dan batuk.

  • Hindari paparan asap rokok dan polusi udara. Asap rokok atau polusi udara dapat mengiritasi saluran hidung dan sinus, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

  • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara. Pasalnya, udara yang terlalu kering dapat menyebabkan saluran hidung lebih rentan terhadap iritasi.

Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Sinusitis: Yogurt, Pisang, hingga MSG

Tips Agar Sinusitis Tidak Mudah Kambuh

Ilustrasi seseorang yang mengalami sinusitis. Foto: Unsplash

Usai mengikuti langkah-langkah yang ada di atas, berikut ada beberapa tips agar sinusitis yang dialami oleh pengidapnya di mudah kambuh, seperti yang dikutip dari laman Intermountain Healthcare.

  • Istirahat yang cukup.

  • Rutin mengkonsumsi banyak cairan.

  • Berhenti merokok.

  • Mengurangi perjalanan jauh menggunakan jalur udara.

  • Hindari olahraga berenang, karena bisa menyebabkan iritasi.

Baca Juga: 5 Cara Menyembuhkan Sinusitis yang Efektif

(JA & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu sinusitis?

chevron-down

Sinusitis adalah peradangan pada hidung, tepatnya di lapisan sinus, yang pada umumnya diawali dengan pilek, hidung tersumbat, dan nyeri di beberapa area wajah.

Sinusitis terjadi karena apa?

chevron-down

Dalam kebanyakan kasus, penyebab sinusitis adalah peradangan pada lapisan sinus akibat infeksi virus atau bakteri. Infeksi terjadi ketika sinus tersumbat akibat penumpukan cairan, sehingga kuman dapat tumbuh dan menyebabkan infeksi.

Apa pantangan sinusitis?

chevron-down

Pantangan orang sinusitis adalah berhenti merokok, hindari olahraga berenang, hingga mengurangi perjalanan jauh menggunakan jalur udara.