Kumparan Logo
Konten Media Partner

5 Bahaya Asam Lambung yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?

Kata Dokter

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apa saja bahaya asam lambung? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja bahaya asam lambung? Foto: Unsplash

Asam lambung adalah penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan dan ditandai oleh nyeri perut. Jika penyakit ini dibiarkan begitu saja, akan ada bahaya yang menghantui, yaitu gerd.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan kerongkongan yang menghubungkan mulut dengan lambung. Kerusakan jaringan ini yang berpotensi menyebabkan munculnya gejala lain yang cukup serius, seperti kerongkongan yang berdarah hingga nyeri saat menelan.

Gejala-gejala ini yang menyebabkan asam lambung bisa berpotensi memicu kematian mendadak. Ingin tahu lebih lengkap bahaya asam lambung? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.

Baca Juga: 8 Makanan dan Minuman yang Menjadi Pantangan Asam Lambung

Bahaya Asam Lambung

Nyeri ulu hati bisa jadi bahaya asam lambung. Foto: Unsplash

Menurut laman Medical News Today, asam lambung adalah cairan pada lambung yang berfungsi untuk memecah makanan. Apabila jumlah yang ada di dalamnya berlebihan, asam lambung dapat naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala yang tidak nyaman.

Pada umumnya, kondisi ini terjadi ketika seseorang terlalu banyak makan, mengonsumsi beberapa makanan pemicu naiknya asam lambung ataupun langsung berbaring setelah makan.

Naiknya asam lambung ke kerongkongan tidak hanya menimbulkan gejala yang kurang nyaman, tetapi juga bahaya-bahaya lainnya. Bahaya asam lambung yang paling utama adalah komplikasi, seperti GERD, nyeri ulu hati, hingga kanker kerongkongan.

Menyadur laman Mayo Clinic, berikut beberapa bahaya asam lambung yang perlu diwaspadai.

1. Nyeri ulu hati

Nyeri ulu hati bisa disebut juga dengan heartburn. Kondisi ini menyebabkan sensasi perih atau terbakar pada perut bagian atas dan dada yang akan semakin parah ketika membungkuk. Jika kondisi ini terjadi hanya sesekali, pengidapnya tidak membutuhkan penanganan khusus.

Akan tetapi, kondisi ini perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut apabila intensitas nyeri ulu hati yang dirasakan cukup sering bahkan sudah menyebar ke leher, rahang, hingga lengan. Jika kondisi ini terjadi, segera meminta pertolongan dokter untuk mendapatkan pertolongan medis.

2. GERD

GERD adalah kepanjangan dari gastroesophageal reflux disease. Menurut laman Healthline, kondisi ini disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah. Normalnya, katup ini akan terbuka untuk memungkinkan makanan serta minuman masuk menuju lambung dan dicerna.

Pada umumnya, GERD ditandai dengan nyeri pada ulu hati yang kadang muncul dua kali dalam seminggu. Gejala ini disebabkan oleh rasa asam atau pahit di mulut dan sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati. Kedua gejala ini biasanya akan semakin memburuk saat penderita membungkuk, berbaring, atau setelah makan.

3. Kanker kerongkongan

Kanker kerongkongan dalam dunia medis disebut juga dengan kanker esofagus. Mengutip laman Mayo Clinic, kanker kerongkongan adalah pertumbuhan sel-sel ganas yang terjadi di esofagus. Kanker ini bisa terjadi karena perubahan atau mutasi genetik, sehingga tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali.

Kanker ini juga bisa menyebabkan beberapa gejala, yakni sulit menelan, berat badan turun tanpa sebab, sensasi terbakar pada dada, nyeri dada, batuk dan suara serak. Sayangnya, ada beberapa kasus di mana pengidapnya tidak merasakan kanker kerongkongan karena gejalanya yang tidak terlihat.

4. Esofagitis

Esofagitis adalah asam lambung yang naik ke tenggorokan dan dapat menyebabkan luka pada saluran kerongkongan, sehingga terjadi peradangan.

Umumnya, kondisi ini menimbulkan beberapa gejala, seperti suara serak, sakit tenggorokan dan sakit perut. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa memicu munculnya kanker esofagus.

5. Barrett esophagus

Barrett esophagus adalah kondisi yang membuat sel-sel kerongkongan (esofagus) mengalami kerusakan akibat paparan asam lambung dalam jangka panjang. Menurut laman The American Journal of Gastroenterology, Barrett’s esophagus ini paling sering dialami oleh pengidap GERD.

Walaupun begitu, barrett’s esophagus merupakan gangguan sistem pencernaan yang bisa berkembang menjadi kanker esofagus jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Adapun beberapa gejala barrett’s esophagus, yakni dada terasa panas, sulit menelan makanan, nyeri dada, hingga muntah darah.

Baca Juga: 4 Posisi Tidur Saat Asam Lambung Naik, Mampu Redakan Gejala

Mengapa Asam Lambung Bisa Mematikan?

Berdasarkan penjelasan di atas, penyakit asam lambung bisa menimbulkan berbagai macam komplikasi, mulai dari nyeri ulu hati, GERD, hingga kanker kerongkongan.

Komplikasi-komplikasi ini dapat memicu munculnya gejala yang serius, seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), sering bersendawa, mual dan muntah, muncul gejala maag, serta sesak napas.

Sebetulnya, asam lambung tergolong penyakit ringan dan tidak sampai menyebabkan kematian. Namun, komplikasi dari asam lambung ini yang berpotensi menyebabkan kematian. Terlebih jika pengidap tidak mengikuti pengobatan yang semestinya.

Adapun kasus penyakit asam lambung yang mengalami pendarahan di saluran pencernaan. Pendarahan akan semakin berbahaya apabila gejala ini menyerang orang tua atau pasien yang memiliki riwayat penyakit serius.

Lebih lanjut, berikut beberapa gejala penyakit asam lambung yang bisa mematikan, di antaranya:

  • Perubahan pada warna tinja

  • Muntah yang mengandung darah

  • Sakit perut yang datang secara tiba-tiba

  • Perubahan kondisi kulit

  • Sering pingsan hingga muntah

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu asam lambung?

chevron-down

Asam lambung adalah cairan pada lambung yang berfungsi untuk memecah makanan.

Apa saja komplikasi penyakit asam lambung?

chevron-down

Bahaya asam lambung yang paling utama adalah komplikasi, seperti GERD, nyeri ulu hati, hingga kanker kerongkongan.

Apa saja gejala dari penyakit asam lambung?

chevron-down

Kerusakan jaringan ini yang berpotensi menyebabkan munculnya gejala lain yang cukup serius, seperti kerongkongan yang berdarah hingga nyeri saat menelan.