Kumparan Logo
Konten Media Partner

6 Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari yang Efektif

Kata Dokter

ยทwaktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demam pada anak biasanya akan memburuk di malam hari. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Demam pada anak biasanya akan memburuk di malam hari. Foto: Pexels.com

Demam merupakan kondisi yang sering terjadi pada anak-anak. Kondisi ini cenderung memburuk di malam hari. Oleh karena itu, orang tua banyak menari cara mengatasi anak demam di malam hari yang tepat.

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas batas normal, yaitu lebih dari 38 derajat celsius. Demam terjadi sebagai reaksi dari sistem kekebalan tubuh dalam melawan gangguan yang terjadi di dalam tubuh.

Pada anak, demam sering membuat orang tua khawatir, terlebih jika memburuk di malam hari. Tak sedikit orang tua yang membawa anaknya ke unit gawat darurat (UGD) pada malam hari karena demam yang memburuk.

Sebelum memutuskan ke rumah sakit, ada baiknya orang tua memahami kapan kondisi demam anak mengkhawatirkan. Selain itu, ada berbagai macam cara mengatasi anak demam di malam hari di rumah.

Artikel ini akan membahas mengenai cara mengatasi anak demam di malam hari dan kapan harus membawanya ke dokter. Simak uraian selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Demam pada Anak

Demam pada anak bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Faktor-faktor ini penting untuk diperhatikan oleh orang tua. Mengutip dari jurnal Fever in Children oleh Egidio Barbi, dkk, berikut penyebab demam pada anak:

  • Gangguan infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan, dan lain-lain

  • Tumbuh gigi pada bayi atau anak

  • Berada di lingkungan yang panas serta menggunakan pakaian tebal yang berlebihan

  • Penerimaan vaksinasi dan imunisasi

  • Gangguan peradangan

  • Gangguan di otak anak

  • Beberapa jenis kanker

  • Gangguan autoimun

Demam karena tumbuh gigi dan imunisasi biasanya hanya berlangsung 1-2 hari dan akan mereda dengan cepat. Demam yang diakibatkan oleh infeksi biasanya akan disertai dengan gejala flu dan batuk, seperti pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan lain-lain

Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari

Suhu tubuh bisa berubah sepanjang hari. Namun, pada malam hari, suhu tubuh akan meningkat secara alami. Hal ini menyebabkan demam yang terjadi di siang hari akan memburuk.

Suhu tubuh yang semakin meningkat tentunya akan membuat orang tua khawatir. Meskipun demikian, orang tua bisa melakukan cara mengatasi anak demam di malam hari.

Dikutip dari ulasan Symptomatic Fever Management in Children: a Systematic Review of National and International Guidelines oleh Cari Green, dkk, berikut berbagai cara mengatasi anak demam di malam hari.

1. Jaga Anak agar Tetap Terhidrasi

Jika anak demam, suhu tubuh akan menyerap cairan dari sel-sel tubuhnya. Maka dari itu, penting untuk menjaga tubuh anak tetap terhidrasi selama demam.

Tak hanya itu, tubuh yang dehidrasi atau kekurangan cairan juga akan memberikan dampak berupa gejala demam semakin memburuk serta meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

Untuk menghindari hal tersebut, berilah anak cairan yang cukup. Cobalah untuk memberi anak air putih, susu atau ASI (untuk bayi), maupun jus untuk anak. Berikan juga anak makanan hangat, seperti sup saat makan malam untuk memberikan rasa nyaman kepada anak sebelum ia tidur.

2. Berikan Obat Penurun Demam

Salah satu cara mengatasi anak demam di malam hari adalah memberikan obat penurun demam. Foto: Pexels.com

Obat penurun demam bisa membantu menurunkan suhu tubuh anak hingga kembali menjadi normal. Hal ini tentunya akan membantu anak merasa nyaman dan bisa tidur dengan lelap.

Maka dari itu, penggunaan obat penurun demam bisa menjadi cara mengatasi anak demam di malam hari. Contoh obat penurun demam yang bisa diberikan kepada anak adalah parasetamol dan ibuprofen.

Perlu diingat bahwa parasetamol hanya bisa diberikan kepada anak di atas 2 bulan, sedangkan ibuprofen hanya bisa digunakan untuk anak 6 bulan ke atas.

Jika anak berusia di bawah 2 bulan atau orang tua ragu akan pemberian dosis obat, silakan tanyakan ke dokter terlebih dahulu sebelum memberikan obat penurun demam.

3. Kenakan Pakaian Longgar dan Nyaman

Alih-alih memberikan anak pakaian yang tebal dan selimut berlapis, orang tua sebaiknya membiarkan anak menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman atau selimut tipis. Ini akan membantu anak tidur lebih nyaman.

Penggunaan pakaian tebal dan selimut berlapis untuk membantu anak berkeringat bukanlah cara yang baik mengatasi demam. Tubuh yang dipaksakan berkeringat justru akan membuat anak sulit tidur dan memperburuk gejala.

Pakaian tebal akan membuat panas terjebak di dalam. Hal ini bisa menyebabkan suhu tubuh naik.

Jika suhu udara dalam kamar anak normal atau tidak dingin, cobalah untuk memberikan anak pakaian yang nyaman dan longgar untuk mengatasi demam.

4. Kompres Hangat

Kompres hangat bisa menjadi solusi untuk mengatasi demam. Cara sederhana ini bahkan telah dilakukan sedari dulu oleh orang-orang untuk mengatasi demam.

Untuk meredakan demam menggunakan kompres hangat, siapkan kain atau handuk bersih kemudian rendam dengan air hangat. Peras sedikit air dalam kain tersebut kemudian letakkan kain di lipatan ketika maupun selangkangan selama 10-15 menit.

Kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan suhu tubuh dengan membantu terjadinya penguapan melalui pori-pori kulit. Selain itu, kompres hangat dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, sehingga tubuh anak akan merasa lebih nyaman.

5. Memastikan Anak Beristirahat dengan Nyaman

Istirahat adalah salah satu cara mengatasi demam yang efektif. Membiarkan tubuh beristirahat dapat mengembalikan energi dan kekuatan sistem imun dalam melawan gangguan yang ada dalam tubuh.

Oleh sebab itu, penting untuk memastikan anak beristirahat dengan nyaman. Jika anak tertidur, sebaiknya orang tua tidak membangunkannya. Orang tua juga sebaiknya memeriksa suhu tubuh anak dengan cermat untuk memantau kondisi anak.

6. Melakukan Kontak Skin to Skin dengan Anak

Skin to skin bisa menjadi cara mengatasi demam anak di malam hari yang efektif. Foto: Pexels.com

Skin to skin contact adalah istilah yang merujuk pada praktik ketika bayi dibaringkan langsung di dada ibu setelah melahirkan. Keduanya biasanya ditutupi selimut hangat dan dibiarkan setidaknya satu jam.

Salah satu manfaat praktik ini adalah membantu mengatur suhu tubuh bayi. Manfaat ini tidak hanya berlaku untuk anak-anak yang baru lahir, tetapi juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak saat demam. Oleh karena itu, skin to skin bisa menjadi cara mengatasi demam anak di malam hari yang efektif.

Baca Juga: 2 Langkah Pengobatan Gonore yang Perlu Diketahui

Berapa Lama Suhu Badan Turun Setelah Minum Obat?

Obat penurun demam bisa menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi demam. Obat penurun demam ini akan membantu menurunkan suhu tubuh.

Beberapa penderita mungkin masih mengalami demam ringan, tetapi sebagian besar penggunaan obat penurun demam akan membantu suhu tubuh kembali normal. Mungkin diperlukan 1-2 jam agar obatnya bekerja dengan efektif.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara mengatasi anak demam di malam hari tidak membantu, orang tua perlu membawanya ke dokter atau mencari perawatan darurat, terlebih jika demam pada anak disertai dengan kondisi berikut:

  • Suhu tubuh sangat panas. Pada bayi berusia di bawah 3 bulan memiliki suhu lebih dari 38 derajat celsius, pada bayi berusia di atas 3 bulan lebih dari 39 derajat celsius, dan bayi berusia di atas 6 bulan di atas 40 derajat celsius

  • Anak menampakkan sejumlah gejala, seperti lengan dan kaki yang gemetar, susah bernapas, mata ke atas, dan kejang

  • Menolak untuk minum air dan makan

  • Menunjukkan gejala diare dan sakit perut yang parah

  • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, yaitu kurang buang air kecil atau air mata tidak keluar saat menangis

Apabila anak memiliki kondisi di atas, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu demam?

chevron-down

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas batas normal, yaitu lebih dari 38 derajat celcius.

Apa gejala demam akibat infeksi?

chevron-down

Demam yang diakibatkan oleh infeksi biasanya akan disertai dengan gejala flu dan batuk, seperti pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan lain-lain.

Apa yang dimaksud dengan skin to skin contact?

chevron-down

Skin to skin contact adalah istilah yang merujuk pada praktik ketika bayi dibaringkan langsung di dada ibu setelah melahirkan.