8 Pantangan untuk Ibu Hamil Muda yang Perlu Dihindari
ยทwaktu baca 5 menit

Pada trimester awal, ibu hamil mungkin akan mengubah beberapa gaya hidupnya, termasuk menghindari berbagai pantangan untuk ibu hamil muda. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janinnya.
Pantangan untuk ibu hamil muda mencakup berbagai jenis makanan, minuman, atau aktivitas yang perlu dihindari. Beberapa jenis makanan, minuman, ataupun aktivitas dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin sehingga perlu dijauhi.
Pantangan untuk Ibu Hamil Muda
Pada trimester awal, janin mengalami pertumbuhan dengan cepat yang menyebabkan ibu hamil terkadang merasa tidak nyaman. Selain itu, sekitar 10% ibu hamil bisa mengalami keguguran pada trimester pertama.
Karena janin berkembang pesat serta tingginya risiko keguguran, ibu hamil pada trimester pertama dianjurkan untuk menghindari makanan dan aktivitas berbahaya. Berikut beberapa makanan dan minuman yang menjadi pantangan untuk ibu hamil muda.
1. Mengonsumsi Alkohol
Alkohol adalah minuman dengan kandungan zat yang dapat mempengaruhi kesehatan janin. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan bisa menyebabkan bayi mengalami fetal alcohol spectrum disorder (FASD).
Mengutip jurnal Fetal Alcohol Spectrum Disorder: An Overview oleh Raja A S Mukherjee, spektrum ini menyebabkan anak memiliki kelainan fisik, disabilitas, pertumbuhan dan perkembangan yang lambat. Maka dari itu, ibu hamil perlu menghindari konsumsi alkohol dari awal hingga akhir masa kehamilan.
2. Makan Makanan Tertentu
Ibu hamil dianjurkan untuk menghindari makanan tertentu. Beberapa jenis makanan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya, di antaranya:
Makanan mentah atau setengah matang dapat meningkatkan risiko gangguan infeksi pada ibu hamil, seperti listeriosis dan toksoplasmosis. Kondisi ini bisa menyebabkan penyakit serius dan mengancam jiwa, cacat lahir yang parah, dan keguguran.
Makanan laut yang mengandung merkuri. Kandungan merkuri dapat mengakibatkan kerusakan otak dan menghambat pertumbuhan janin.
Jus dan susu yang tidak dipasteurisasi berisiko mengandung bakteri Listeria, E.Coli, dan bakteri lainnya yang menyebabkan keracunan makanan serta infeksi pada janin.
Makanan yang tidak dicuci bersih bisa meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri, jamur, dan virus tertentu.
3. Konsumsi Kafein Berlebih
Kafein merupakan zat yang dapat menembus plasenta dan mempengaruhi kesehatan janin di dalamnya. Mengonsumsi kafein secara berlebihan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran dan prematur.
Mengonsumsi kafein bisa mengakibatkan penyempitan pembuluh darah di sekitar janin. Kondisi ini bisa mengurangi suplai darah ke janin dan menyebabkan pertumbuhan janin terhambat.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan ibu hamil untuk mengonsumsi kafein tidak lebih dari 200 mg kafein per hari atau setara 1,5 gelas kopi per hari.
4. Minum Obat atau Suplemen Tanpa Anjuran Dokter
Ibu hamil perlu berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan tertentu karena bisa berbahaya bagi kesehatan janin. Jika tanpa anjuran dari dokter, ibu hamil sebaiknya menghindari penggunaan obat tertentu.
Dikutip dari National Institutes of Health, berikut beberapa jenis obat yang perlu dihindari tanpa rekomendasi dari dokter:
Obat-obatan antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen, naproxen, dan lain-lain.
Obat ACE Inhibitor untuk menangani hipertensi, seperti captopril, ramipril, lisinopril, dan enalapril.
Obat-obat pereda batuk dan flu.
Beberapa jenis obat jerawat.
Sebelum mengonsumsi obat, ada baiknya ibu hamil melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan merekomendasikan jenis obat yang sekiranya aman atau memberikan alternatif lain jika ibu hamil tidak bisa minum obat.
Kegiatan Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Hamil Muda?
Selain makanan dan minuman, ibu hamil juga perlu menghindari beberapa aktivitas yang mengganggu kesehatan seperti merokok hingga olahraga berat.
5. Merokok
Dikutip dari Active and Passive Maternal Smoking During Pregnancy and Birth Outcomes: A Study From a Developing Country oleh Dr. Shereen Hamadneh, dkk., ibu hamil yang merokok selama kehamilan dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan pada janin dan tubuhnya.
Selain meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker paru-paru, merokok selama hamil juga bisa menyebabkan masalah-masalah selama atau setelah kehamilan, seperti:
Kelahiran prematur
Kelainan pada bayi baru lahir, seperti bibir sumbing, dan lain-lain
SIDS (Sudden Infant Death Syndrome), yakni kematian mendadak pada bayi yang tidak diketahui penyebabnya
Masalah pada plasenta
Pendarahan dan keguguran
6. Sauna atau Berendam Air Panas
Meskipun berendam di air panas dianggap sebagai cara yang efektif untuk meredakan rasa tidak nyaman selama kehamilan, para ahli merekomendasikan untuk menghindarinya karena bisa memicu hipertermia.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebutkan bahwa hipertermia atau kenaikan suhu tubuh secara tidak normal dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi. Suhu tubuh rentan mengalami perubahan secara tiba-tiba pada trimester awal, sehingga ibu hamil perlu menghindari paparan suhu panas yang ekstrem.
7. Olahraga Berat
Olahraga berat adalah salah satu pantangan untuk ibu hamil muda. Contohnya adalah angkat beban, angkat besi, sepak bola, tinju, basket, dan lain-lain.
Untuk olahraga angkat beban, latihan ini bisa menyebabkan hernia pada bayi. Beberapa jenis olahraga berat lainnya, seperti sepak bola atau tinju bisa mengakibatkan solusio plasenta.
Solusio plasenta adalah kondisi parah yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, pendarahan hebat, keguguran, atau lahir mati.
Ibu hamil juga lebih rentan terhadap cedera karena perubahan hormon yang berdampak pada otot dan ligamen dalam tubuh. Oleh sebab itu, ibu hamil perlu menghindari jenis olahraga ini.
Ibu hamil bisa memilih alternatif olahraga lainnya guna menjaga kesehatan tubuh, seperti berjalan, berlari santai, yoga, dan lain-lain.
8. Aktivitas yang Berisiko Jatuh
Selama kehamilan, baik pada trimester awal hingga akhir, ibu hamil harus menjauhi berbagai macam kegiatan yang bisa menyebabkan ibu hamil jatuh, seperti ski, panjat tebing, naik wahana ekstrem, dan lain sebagainya.
Pada ibu hamil, pusat gravitasi tubuh cenderung berubah seiring berkembangnya janin di dalam perut. Hal ini menyebabkan ibu hamil mudah jatuh dan mengalami cedera.
Itulah berbagai jenis makanan, minuman, dan kegiatan yang menjadi pantangan untuk ibu hamil muda. Ibu hamil mungkin saja memiliki pantangan lainnya karena kondisi kesehatan tubuh dan janinnya.
Untuk mengetahuinya, ibu hamil bisa melakukan konsultasi dengan dokter terkait kondisi kesehatan yang dimiliki serta beberapa pantangan yang perlu dihindari. Dokter akan mengajukan beberapa saran untuk mengatasi masalah kesehatan pada ibu hamil tersebut.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa contoh makanan yang perlu dihindari ibu hamil?

Apa contoh makanan yang perlu dihindari ibu hamil?
Contoh makanan yang perlu dihindari oleh ibu hamil adalah makanan mentah, makanan tinggi merkuri, makanan yang tidak steril, dan lain-lain.
Apa dampak minum alkohol pada ibu hamil?

Apa dampak minum alkohol pada ibu hamil?
Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan bayi mengalami fetal alcohol spectrum disorder (FASD).
Apa itu solusio plasenta?

Apa itu solusio plasenta?
Solusio plasenta adalah kondisi parah yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, pendarahan hebat, keguguran, atau lahir mati.
