Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bevalex: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi salep Bevalex. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salep Bevalex. Foto: Unsplash

Bevalex obat apa? Bevalex adalah obat yang digunakan untuk mengobati kulit yang iritasi, meradang, gatal, dan bengkak. Beberapa kondisi kulit yang dapat diatasi dengan obat ini antara lain eksim, dermatitis kontak, dan psoriasis.

Bevalex termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini tersedia dalam bentuk topikal atau krim yang bisa digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Bevalex 5 g
Harga
Rp15.000 - Rp22.000 per tube
Indikasi dan Manfaat
Mengobati kulit yang iritasi, meradang, gatal-gatal, dan bengkak. Beberapa kondisi kulit yang dapat diatasi dengan obat ini, yaitu eksim, dermatitis kontak, dan psoriasis.
Komposisi
Betamethasone Valerate 1 mg dan Neomycin Sulfate 5 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa dan anak di atas 12 tahun: oleskan krim sebanyak 2-3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter pada area kulit yang bermasalah.
Efek Samping
Rasa terbakar pada kulit, gatal, kulit kering, dan ruam merah.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk penderita yang alergi dengan kandungan obat, menderita otitis eksterna, serta menderita rosacea, jerawat vulgaris, dermatitis perioral, pruritus perianal dan genital.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Bevalex

Ilustrasi mengoles salep Bevalex ke kulit. Foto: Pexels

Bevalex adalah obat berbentuk sediaan topikal yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kulit, seperti gatal-gatal pada kulit, urtikaria (biduran), dan dermatitis. Obat ini termasuk ke dalam golongan kortikosteroid topikal.

Kortikosteroid topikal merupakan golongan obat untuk meredakan peradangan pada kulit yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan reaksi alergi.

Mengutip jurnal Corticosteroids-Mechanisms of Action in Health and Disease oleh Sivapriya Ramamoorthy and John A. Cidlowski, kortikosteroid bekerja dengan cara menghambat produksi zat prostaglandin yang menyebabkan peradangan pada tubuh.

Kortikosteroid topikal dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kulit, seperti dermatitis, eksim, alergi pada kulit, dan ruam kulit.

Kandungan dan Kegunaan Bevalex

Ilustrasi menggunakan krim Bevalex ke wajah. Foto: Unsplash

Bevalex merupakan salep kulit yang mengandung zat aktif betamethasone valerat 1 mg dan neomycin sulfate 5 mg. Obat ini dapat digunakan untuk meredakan peradangan dari dermatosis yang peka terhadap obat golongan kortikosteroid.

Mengutip jurnal Formulation and Quantitative Analysis of Betamethasone Valerate and Neomycin Sulfate Cream by High Performance Liquid Chromatography and Spectrophotometry oleh Yade Metri Permata, dkk., kombinasi betamethasone valerat dan neomycin sulfate dapat mengobati gatal, kemerahan, kulit bersisik, dan peradangan yang disebabkan oleh infeksi.

Betamethasone valerat bekerja dengan cara mencegah dan meredakan peradangan dengan mengendalikan laju sintesis protein serta membalikkan permeabilitas kapiler dan stabilisasi lisosom.

Sementara neomycin sulfate bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri sehingga dapat menghentikan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan peradangan. Adapun beberapa kondisi kulit yang dapat diatasi dengan Bevalex adalah sebagai berikut.

  • Dermatitis kontak, yaitu peradangan pada kulit yang disebabkan oleh paparan zat tertentu sehingga menimbulkan iritasi atau reaksi alergi.

  • Eksim, yaitu peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit menjadi kering, gatal-gatal, dan ruam kemerahan.

  • Psoriasis, yaitu peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit menjadi bersisik, menebal, mudah terkelupas, dan kadang terasa gatal.

  • Urtikaria, yaitu kondisi peradangan yang menyebabkan timbulnya ruam kemerahan dan benjolan di kulit.

Baca Juga: Betahistine: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Anjuran Dosis Bevalex

Ilustrasi penggunaan krim Bevalex harus sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash

Berikut adalah anjuran dosis dan aturan pakai Bevalex secara umum.

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: oleskan krim tipis-tipis sebanyak 2-3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter pada area kulit yang bermasalah.

Jika ingin menggunakan Bevalex, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan reaksi kulit yang lebih parah, seperti gatal-gatal, iritasi kulit, dan kemerahan.

Cara Mengonsumsi Bevalex dengan Benar

Ilustrasi penggunaan Bevalex yang benar. Foto: Pexels

Sebagai golongan obat keras, penggunaan Bevalex harus sesuai dengan petunjuk dokter. Adapun cara menggunakan Bevalex yang benar, yaitu:

  • Penggunaan Bevalex harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Hindari penggunaan Bevalex untuk jangka panjang terutama pada anak-anak serta ibu hamil dan menyusui.

  • Gunakan Bevalex secara teratur pada waktu yang sama. Sebaiknya, jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

  • Jika Anda lupa menggunakan Bevalex pada waktu yang ditentukan, segera oleskan krim pada kulit begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

  • Simpan Bevalex di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Interaksi Bevalex dengan Obat Lain

Ilustrasi penggunaan krim obat lain setelah memakai Bevalex bisa memicu interaksi obat. Foto: Pexels

Kandungan betamethasone valerat dan neomycin sulfate dalam Bevalex dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Berikut adalah interaksi Bevalex dengan obat lain yang perlu diwaspadai.

  • Penggunaan Bevalex bersamaan dengan obat kortikosteroid topikal, seperti prednisone, dapat meningkatkan risiko efek samping sistemik.

  • Penggunaan Bevalex bersamaan dengan obat untuk mengatasi gejala rheumatoid arthritis, seperti abatacept, dapat meningkatkan risiko efek samping yang parah.

  • Penggunaan Bevalex bersamaan dengan obat antidiabetik, seperti acetohexamide, dapat meningkatkan risiko hiperglikemia (kadar gula darah meningkat secara berlebihan).

  • Penggunaan Bevalex bersamaan dengan obat untuk mengatasi infeksi kutu rambut, seperti abametapir, dapat mengurangi efektivitas betamethasone valerat.

  • Penggunaan Bevalex bersamaan dengan obat antibiotik, seperti tobramycin, dapat meningkatkan risiko efek samping.

  • Penggunaan Bevalex bersamaan dengan obat sejenis yang mengandung betamethasone valerat atau neomycin sulfate dapat menimbulkan risiko efek samping.

Perlu diingat, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari Bevalex. Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengombinasikan Bevalex dengan obat-obatan lain.

Cara Penyimpanan Bevalex

Ilustrasi produk Bevalex harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Foto: Pexels

Simpan Bevalex pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.

Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan Bevalex sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Bevalex

Ilustrasi penggunaan krim Bevalex harus sesuai dengan petunjuk dokter. Foto: Pexels

Sebelum menggunakan krim Bevalex, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang digunakan dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan menggunakan obat topikal ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Pasien yang alergi terhadap kandungan obat.

  • Pasien yang menderita rosacea, jerawat vulgaris, dermatitis perioral, pruritus perianal dan genital, serta infeksi virus kutaneus primer.

  • Pasien yang menderita otitis eksterna.

  • Pasien yang memiliki penyakit infeksi jamur primer dan sekunder, infeksi bakteri primer, atau infeksi virus seperti herpes.

Peringatan Kehamilan

Bevalex termasuk ke dalam kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan menggunakan Bevalex saat hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Peringatan Menyusui

Belum ada penelitian klinis mengenai efek samping Bevalex pada ibu menyusui. Namun, untuk menghindari kemungkinan adanya efek samping yang berbahaya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan Bevalex.

Efek Samping Bevalex

Ilustrasi salah satu efek samping Bevales adalah kulit kering dan gatal. Foto: Pexels

Sama seperti obat-obatan lain, Bevalex memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Dikutip dari American Academy of Dermatology Association, adapun beberapa efek samping penggunaan obat topikal ini, antara lain:

  • Rasa terbakar pada kulit

  • Kulit kering

  • Iritasi

  • Ruam kemerahan

  • Gatal-gatal

Penggunaan Bevalex dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu efek samping yang lebih serius jika digunakan dalam jangka panjang, yaitu munculnya gejala sindrom Cushing.

Sindrom Cushing adalah kumpulan gejala seperti muka tembem, penebalan kulit seperti selulit, penurunan toleransi terhadap karbohidrat, dan gejala-gejala lainnya.

Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Baca Juga: 6 Obat Gatal Berair Tak Kunjung Sembuh yang Efektif Redakan Gejala

Penyakit Terkait dengan Bevalex

Ilustrasi seseorang yang menderita penyakit kulit tertentu bisa diobati dengan Bevalex. Foto: Unsplash

Bevalex biasa digunakan untuk mengobati masalah kulit yang ditandai dengan peradangan, iritasi, gatal-gatal, dan pembengkakan. Dikutip dari Everyday Health, berikut adalah beberapa penyakit terkait yang bisa diobati dengan Bevalex.

1. Dermatitis

Dermatitis adalah peradangan kulit yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk alergi, iritasi, atau kontak dengan zat tertentu. Bevalex dapat membantu meredakan peradangan dan gejala yang menyertainya.

2. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang ditandai oleh kulit bersisik, menebal, kemerahan, dan terasa gatal. Penggunaan Bevalex dapat dijadikan sebagai terapi tambahan untuk membantu mengurangi peradangan dan gejalanya.

3. Eksim

Eksim adalah kondisi kulit kronis yang disebabkan oleh reaksi alergi atau peradangan. Kondisi ini ditandai dengan ruam kulit yang terasa gatal. Bevalex dapat digunakan untuk mengatasi gejala tersebut.

4. Urtikaria

Urtikaria atau biduran adalah kondisi kulit berupa bercak-bercak kemerahan yang membengkak dan terasa gatal. Bevalex dapat digunakan untuk meredakan peradangan dan rasa gatal tersebut.

5. Infeksi Kulit

Beberapa infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri tertentu dapat diobati dengan Bevalex. Neomycin sulfate yang terkandung dalam Bevalex merupakan antibiotik yang mampu menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi pada kulit.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan Bevalex?
chevron-down

Bevalex adalah obat yang digunakan untuk mengobati kulit yang iritasi, meradang, gatal, dan bengkak. Beberapa kondisi kulit yang dapat diatasi antara lain eksim, dermatitis kontak, dan psoriasis.

Bevalex golongan obat apa?
chevron-down

Bevalex termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.

Apa itu kortikosteroid topikal?
chevron-down

Kortikosteroid topikal merupakan golongan obat untuk meredakan peradangan pada kulit yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan reaksi alergi.