Bevalex: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Konten Media Partner
17 November 2022 16:11
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi salep Bevalex. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi salep Bevalex. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Bevalex obat apa? Bevalex adalah obat yang digunakan untuk mengobati kulit yang iritasi, meradang, gatal, dan bengkak. Beberapa kondisi kulit yang dapat diatasi dengan obat ini antara lain eksim, dermatitis kontak, dan psoriasis.
ADVERTISEMENT
Bevalex termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini tersedia dalam bentuk topikal atau krim yang bisa digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun.
Bevalex 5 g
Harga
Rp15.000 - Rp22.000 per tube
Indikasi dan Manfaat
Mengobati kulit yang iritasi, meradang, gatal-gatal, dan bengkak. Beberapa kondisi kulit yang dapat diatasi dengan obat ini, yaitu eksim, dermatitis kontak, dan psoriasis.
Komposisi
Betamethasone Valerate 1 mg dan Neomycin Sulfate 5 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa dan anak di atas 12 tahun: oleskan krim sebanyak 2-3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter pada area kulit yang bermasalah.
Efek Samping
Rasa terbakar pada kulit, gatal, kulit kering, dan ruam merah.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk penderita yang alergi dengan kandungan obat, menderita otitis eksterna, serta menderita rosacea, jerawat vulgaris, dermatitis perioral, pruritus perianal dan genital.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Bevalex

Bevalex adalah obat berbentuk sediaan topikal yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kulit, seperti gatal-gatal pada kulit, urtikaria (biduran), dan dermatitis. Obat ini termasuk ke dalam golongan kortikosteroid topikal.
Kortikosteroid topikal merupakan golongan obat untuk meredakan peradangan pada kulit yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan reaksi alergi.
Mengutip jurnal Corticosteroids-Mechanisms of Action in Health and Disease oleh Sivapriya Ramamoorthy and John A. Cidlowski, kortikosteroid bekerja dengan cara menghambat produksi zat prostaglandin yang menyebabkan peradangan pada tubuh.
ADVERTISEMENT
Kortikosteroid topikal dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kulit, seperti dermatitis, eksim, alergi pada kulit, dan ruam kulit.

Kandungan dan Kegunaan Bevalex

Ilustrasi menggunakan krim Bevalex ke wajah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggunakan krim Bevalex ke wajah. Foto: Unsplash
Bevalex merupakan salep kulit yang mengandung zat aktif betamethasone valerat 1 mg dan neomycin sulfate 5 mg. Obat ini dapat digunakan untuk meredakan peradangan dari dermatosis yang peka terhadap obat golongan kortikosteroid.
Mengutip jurnal Formulation and Quantitative Analysis of Betamethasone Valerate and Neomycin Sulfate Cream by High Performance Liquid Chromatography and Spectrophotometry oleh Yade Metri Permata, dkk., kombinasi betamethasone valerat dan neomycin sulfate sebagai obat topikal digunakan untuk mengobati gatal, kemerahan, kulit bersisik, dan peradangan yang disebabkan oleh infeksi.
Betamethasone valerat bekerja dengan cara mencegah dan meredakan peradangan dengan mengendalikan laju sintesis protein serta membalikkan permeabilitas kapiler dan stabilisasi lisosom.
ADVERTISEMENT
Sementara neomycin sulfate bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri sehingga dapat menghentikan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan peradangan. Adapun beberapa beberapa kondisi kulit yang dapat diatasi dengan Bevalex adalah sebagai berikut.
  • Dermatitis kontak, yaitu peradangan pada kulit yang disebabkan oleh paparan zat tertentu sehingga menimbulkan iritasi atau reaksi alergi.
  • Eksim, yaitu peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit menjadi kering, gatal-gatal, dan ruam kemerahan.
  • Psoriasis, yakni peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit menjadi bersisik, menebal, mudah terkelupas, dan kadang terasa gatal.
  • Urtikaria, yaitu kondisi peradangan yang menyebabkan timbulnya ruam kemerahan dan benjolan di kulit.

Anjuran Dosis Bevalex

Sebagai golongan obat keras, penggunaan Bevalex harus sesuai dengan petunjuk dokter. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, yaitu:
ADVERTISEMENT
  • Penggunaan Bevalex harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Bevalex tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.
  • Hindari penggunaan Bevalex untuk jangka panjang terutama pada anak-anak serta ibu hamil dan menyusui.
Ilustrasi penggunaan krim Bevalex harus sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penggunaan krim Bevalex harus sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash
Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Bevalex secara umum adalah sebagai berikut.
  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: oleskan krim tipis-tipis sebanyak 2-3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter pada area kulit yang bermasalah.
Jika ingin menggunakan Bevalex, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan reaksi kulit yang lebih parah, seperti gatal-gatal, iritasi kulit, dan kemerahan.

Kontraindikasi Bevalex

Sebelum menggunakan krim Bevalex, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan menggunakan obat topikal ini apabila memiliki kondisi berikut:
ADVERTISEMENT
  • Alergi terhadap kandungan obat.
  • Pasien yang menderita rosacea, jerawat vulgaris, dermatitis perioral, pruritus perianal dan genital, serta infeksi virus kutaneus primer.
  • Pasien yang menderita otitis eksterna.
  • Pasien yang memiliki penyakit infeksi jamur primer dan sekunder, infeksi bakteri primer, atau infeksi virus seperti herpes.
  • Ibu hamil dan menyusui.

Efek Samping Bevalex

Sama seperti obat-obatan lain, Bevalex memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Dikutip dari American Academy of Dermatology Association, adapun beberapa efek samping penggunaan obat topikal ini, antara lain:
  • Rasa terbakar pada kulit
  • Kulit kering
  • Iritasi
  • Ruam kemerahan
  • Gatal-gatal
Penggunaan Bevalex dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu efek samping yang lebih serius jika digunakan dalam jangka panjang, yaitu munculnya gejala sindrom Cushing.
ADVERTISEMENT
Sindrom Cushing adalah kumpulan gejala seperti muka tembem, penebalan kulit seperti selulit, penurunan toleransi terhadap karbohidrat, dan gejala-gejala lainnya.
Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Apa kegunaan Bevalex?
chevron-down
Bevalex golongan obat apa?
chevron-down
Apa itu kortikosteroid topikal?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020