Kumparan Logo
Konten Media Partner

Calcium Lactate: Manfaat, Dosis, dan Aturan Pakai

Kata Dokter

·waktu baca 8 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mengonsumsi Calcium Lactate. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengonsumsi Calcium Lactate. Foto: Pexels

Calcium Lactate obat apa? Calcium Lactate adalah suplemen yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh. Kalsium sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi.

Calcium Lactate termasuk ke dalam golongan obat bebas, sehingga dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter. Suplemen ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Calcium Lactate 500 mg
Harga
Rp5.000 - Rp12.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Suplemen yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh
Komposisi
Calcium Lactate 500 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: dosis 325-650 mg, diminum sebanyak 2-3 kali sehari. Anak-anak: dosis 500 mg/kg/hari dibagi setiap 6-8 jam sehari atau sesuai anjuran dokter. Dosis juga bergantung pada kondisi klinis dan kadar serum kalsium.
Efek Samping
Sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, dan sembelit.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi terhadap kandungan obat, menderita hiperkalsemia, serta gangguan fungsi hati dan ginjal yang berat.
Golongan Obat
Obat Bebas

Pengertian Calcium Lactate

Ilustrasi suplemen Calcium Lactate. Foto: Pexels

Calcium Lactate adalah suplemen yang bermanfaat untuk mencegah dan mengatasi kadar kalsium yang rendah di dalam darah atau hipokalsemia. Obat ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalsium bagi orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan kalsium dari makanan.

Mengutip jurnal Effect of Calcium Lactate on Physico-Chemical Characteristics of Shank Bone Extract oleh Jung-Seok Choi, dkk., Calcium Lactate juga bermanfaat untuk mengatasi gangguan kesehatan tertentu yang diakibatkan oleh kekurangan kalsium, seperti osteoporosis, rakitis, dan gangguan kelenjar paratiroid.

Kandungan dan Kegunaan Calcium Lactate

Ilustrasi suplemen Calcium Lactate. Foto: Pexels

Calcium Lactate merupakan obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif yang dimiliki. Obat ini biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak, remaja, dewasa, serta orang dalam masa pemulihan setelah sakit.

Calcium Lactate menjadi salah satu suplemen terbaik untuk membantu melengkapi kebutuhan kalsium harian. Suplemen ini juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi serta membantu pemulihan tubuh setelah sakit.

Dikutip dari jurnal Calcium Intake and Health oleh Gabriela Cormick dan Jose M. Belizan, kalsium merupakan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan harus terpenuhi dengan baik setiap harinya.

Jenis mineral ini berperan aktif dalam pertumbuhan tulang, terutama pada masa anak-anak. Selain itu, kalsium juga dibutuhkan oleh ibu hamil dan menyusui karena sangat berpengaruh pada pertumbuhan bayi.

Untuk orang dewasa, kalsium berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang dan gigi. Seiring bertambahnya usia, kalsium di dalam tubuh semakin berkurang dan hal tersebut akan sangat mempengaruhi kepadatan tulang.

Adapun beberapa manfaat lainnya dari asupan kalsium dalam tubuh, antara lain:

  • Menurunkan tekanan darah. Diet kaya kalsium dapat membantu sedikit menurunkan tekanan darah sistolik (angka teratas) pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi. Namun, tampaknya hanya ada sedikit manfaat di antara orang dengan tekanan darah normal.

  • Perlindungan terhadap preeklampsia. Asupan kalsium yang tinggi selama kehamilan dapat menurunkan risiko preeklamsia, yakni komplikasi serius yang memengaruhi hingga 14% ibu hamil di seluruh dunia.

  • Perlindungan terhadap kanker usus besar. Asupan kalsium yang tinggi dari makanan atau suplemen dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

Baca Juga: Kenapa Anak Butuh Asupan Kalsium?

Anjuran Dosis Calcium Lactate

Ilustrasi konsumsi obat Calcium Lactate harus sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash

Berikut adalah anjuran dosis dan aturan pakai Calcium Lactate secara umum.

  • Dewasa: dosis 325-650 mg, diminum sebanyak 2-3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter.

  • Anak-anak: dosis 500 mg/kg/hari dibagi setiap 6-8 jam sehari atau sesuai anjuran dokter. Dosis juga bergantung pada kondisi klinis dan kadar serum kalsium dalam tubuh.

Jika ingin mengonsumsi Calcium Lactate, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat meningkatkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.

Merek Dagang Calcium Lactate

Ilustrasi obat Calcium Lactate. Foto: Pexels

Calcium Lactate merupakan bentuk suplemen kalsium yang tersedia dalam berbagai merek dagang di pasaran. Adapun beberapa merek dagang Calcium Lactate yang bisa dibeli di apotek, yaitu:

  • Kalk Nellco

  • Calci-5

  • Calcimef

  • Kalsium Laktat

  • Lactakal

  • Lactas Calcicus

  • Lanakalk

  • Mevakalk

  • Novakal

  • Trifacalc

Berbagai suplemen dengan kandungan Calcium Lactate di atas dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalsium, khususnya bagi penderita defisiensi kalsium dan osteoporosis.

Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapatkan rekomendasi suplemen Calcium Lactate yang tepat.

Cara Menggunakan Calcium Lactate

Ilustrasi penggunaan Calcium Lactate harus sesuai anjuran dosis. Foto: Pexels

Meskipun Calcium Lactate termasuk golongan obat bebas, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Adapun cara menggunakan Calcium Lactate dengan benar, yaitu:

  • Sebelum mengonsumsi Calcium Lactate, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.

  • Konsumsi Calcium Lactate harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan suplemen. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Calcium Lactate sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk menghindari masalah pencernaan.

  • Konsumsi Calcium Lactate secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, dan mencampurkan obat dengan makanan maupun minuman.

  • Konsumsi Calcium Lactate secara teratur pada waktu yang sama. Hindari menghentikan penggunaan suplemen secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

  • Jika Anda lupa mengonsumsi Calcium Lactate pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi suplemen begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

  • Simpan Calcium Lactate di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan suplemen berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Cara Penyimpanan Calcium Lactate

Ilustrasi penyimpanan Calcium Lactate. Foto: Pexels

Simpan Calcium Lactate pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.

Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan Calcium Lactate sembarangan. Simpan suplemen ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Interaksi Obat Calcium Lactate dengan Obat Lain

Ilustrasi Calcium Lactate dan obat-obatan lain. Foto: Pexels

Seperti penggunaan obat atau suplemen lainnya, Calcium Lactate juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Dikutip dari laman WebMD, berikut adalah beberapa interaksi obat Calcium Lactate dengan obat lain yang perlu diwaspadai.

  • Penggunaan Calcium Lactate bersamaan dengan obat-obatan untuk mengatasi masalah jantung, seperti digoksin, dapat menyebabkan kadar digoksin dalam tubuh meningkat dan berpotensi menimbulkan risiko efek samping.

  • Penggunaan Calcium Lactate bersamaan dengan obat pencahar, seperti natrium fosfat, dapat mengurangi penyerapan kalsium dalam tubuh.

  • Penggunaan Calcium Lactate bersamaan dengan obat pengikat fosfat tertentu, seperti kalsium asetat, dapat mengurangi penyerapan kalsium dan mengganggu pengaturan kadar fosfat dalam tubuh.

  • Penggunaan Calcium Lactate bersamaan dengan obat antibiotik tetrasiklin, seperti doxycycline atau minocycline, dapat mengganggu penyerapan antibiotik tersebut dalam tubuh.

  • Penggunaan Calcium Lactate bersamaan dengan obat antasida, seperti kalsium karbonat, dapat menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam tubuh.

Perlu diketahui, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari Calcium Lactate. Oleh sebab itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengombinasikan Calcium Lactate dengan obat-obatan lain.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Calcium Lactate

Ilustrasi konsumsi Calcium Lactate harus sesuai dengan anjuran dokter. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi Calcium Lactate, sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Pasien yang alergi terhadap kandungan obat.

  • Pasien yang memiliki kondisi hiperkalsemia atau hiperkalsiuria (kadar kalsium dalam urine yang terlalu tinggi),

  • Pasien yang mendapat terapi dengan glikosida jantung, seperti digoxin.

  • Pasien yang menderita gangguan fungsi hati dan ginjal yang berat.

Perlu diperhatikan, penggunaan jangka panjang obat ini dapat meningkatkan risiko hiperkalsemia maupun hiperkalsiuria, sehingga tidak dianjurkan untuk digunakan secara terus-menerus.

Kategori Kehamilan

Calcium Lactate merupakan suplemen yang termasuk ke dalam kategori C. Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Peringatan Kehamilan

Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan mengonsumsi Calcium Lactate saat hamil atau sedang merencanakan kehamilan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Peringatan Menyusui

Calcium Lactate dapat terserap ke dalam ASI. Oleh sebab itu, jangan gunakan obat ini jika sedang menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Efek Samping Calcium Lactate

Ilustrasi salah satu efek samping Calcium Lactate adalah sakit kepala. Foto: Pexels

Sama seperti obat-obatan lain, Calcium Lactate memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Adapun beberapa efek samping penggunaan obat ini, yaitu:

  • Sakit kepala

  • Sakit perut, mual, atau muntah

  • Kehilangan nafsu makan

  • Kelelahan

  • Perubahan suasana hati

  • Lemah

Penggunaan Calcium Lactate dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu efek samping yang lebih serius, yaitu:

  • Kelebihan kadar kalsium dalam tubuh yang ditandai dengan kelelahan

  • Penurunan nafsu makan

  • Peningkatan rasa haus

  • Frekuensi buang air kecil meningkat

  • Penurunan berat badan.

Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Penyakit Terkait

Ilustrasi konsumsi Calcium Lactate untuk mengatasi kekurangan kalsium dalam tubuh. Foto: Pexels

Calcium Lactate dapat digunakan untuk mengatasi penyakit tertentu akibat kekurangan kalsium dalam tubuh. Dikutip dari laman Everyday Health, adapun beberapa penyakit terkait yang bisa diobati dengan Calcium Lactate, yaitu:

1. Hipokalsemia

Hipokalsemia adalah kondisi ketika kadar kalsium dalam darah terlalu rendah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kekurangan nutrisi. Dalam kasus hipokalsemia, suplemen Calcium Lactate dapat membantu mengembalikan kadar kalsium dalam darah ke tingkat normal.

2. Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit degeneratif akibat menurunnya kepadatan tulang, sehingga tulang menjadi rapuh. Konsumsi Calcium Lactate dapat membantu meminimalkan risiko osteoporosis yang lebih parah, terutama pada orang lanjut usia dan wanita setelah menopause.

3. Hipoparatiroidisme

Hipoparatiroidisme adalah kondisi langka ketika kelenjar paratiroid tidak mampu memproduksi cukup hormon paratiroid yang diperlukan untuk mengatur kadar kalsium. Calcium Lactate dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk menjaga kadar kalsium dalam darah.

4. Osteomalacia

Osteomalacia adalah kalainan yang menyebabkan tulang menjadi lunak dan rapuh karena kekurangan kalsium dan vitamin D. Pemberian suplemen Calcium Lactate dapat membantu memperbaiki kondisi ini dan memperkuat tulang.

Baca Juga: 5 Manfaat Vitamin D untuk Ibu Hamil yang Dapat Dikonsumsi

Rekomendasi Obat Sejenis Calcium Lactate

Ilustrasi obat-obatan sejenis Calcium Lactate. Foto: Pexels

Selain Calcium Lactate, ada beberapa obat sejenis lainnya yang memiliki kandungan dan manfaat yang sama, antara lain:

  1. Kalk, yakni suplemen yang mengandung Calcium Lactate 500 mg yang diproduksi oleh Nellco Indopharma.

  2. Lenalace, yakni suplemen kalsium yang diproduksi oleh Natural Hilife.

  3. Calcifar, yakni suplemen kalsium yang diproduksi oleh PT Ifars Pharmaceutical Laboratories.

  4. Novakal, yakni suplemen dengan kandungan Calcium Lactate 500 mg yang diproduksi oleh PT Novapharin Pharmaceutical Industries.

  5. Calci-5, yakni suplemen yang mengandung kalsium dan vitamin D yang diproduksi oleh PT Yekatria Farma Solo.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan Calcium Lactate?

chevron-down

Calcium Lactate adalah suplemen yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh. Kalsium sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi.

Calcium Lactate termasuk golongan obat apa?

chevron-down

Calcium Lactate termasuk ke dalam golongan obat bebas, sehingga dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter.

Apa itu hiperkalsemia?

chevron-down

Hiperkalsemia yakni kondisi ketika kadar kalsium terlalu tinggi dalam darah sehingga dapat menyebabkan penipisan tulang dan komplikasi lainnya.