Daftar Harga Pasang Behel Sesuai dengan Jenisnya di Dokter Gigi

Konten Media Partner
25 November 2022 19:32
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pemasangan behel. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemasangan behel. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Kawat gigi atau behel bermanfaat bagi orang yang bermasalah dengan susunan gigi. Pemasangan behel akan membantu membuat susunan gigi terlihat rapi. Karenanya, tidak sedikit orang yang mencari tahu harga pasang behel di klinik dokter gigi atau rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya, ada berbagai alasan orang-orang mengenakan behel. Namun, alasan utamanya adalah untuk membantu memperbaiki gigi yang tidak rata.
Pemasangan behel harus dilakukan oleh ahlinya, yaitu dokter spesialis ortodonti. Harga pasang behel juga bervariasi tergantung dari tempat, jenis kawat gigi, hingga kondisi gigi pasien. Untuk memahami lebih jelas, simak informasinya di bawah ini.

Harga Pasang Behel

Behel merupakan perawatan gigi khusus yang bertujuan untuk merapikan susunan gigi. Dikutip dari American Association of Orthodontists, ada beberapa alasan seseorang menggunakan behel, di antaranya:
  • Mengatasi pergeseran gigi. Gigi bisa bergeser dan bergerak sesuai pola perkembangannya. Behel membantu gigi agar pola pertumbuhan gigi tetap rapi.
  • Meratakan gigi. Gigi yang rata tentu akan lebih mudah dibersihkan sehingga dapat menjaga kebersihan kesehatan mulut secara keseluruhan.
  • Merapatkan gigi yang renggang dan enekan gigi yang maju atau tonggos.
ADVERTISEMENT
Karena berbagai alasan tersebut, banyak orang yang menggunakan perawatan behel. Namun, harga pasang behel relatif tidak murah. Hal ini karena tergantung dari bahan dan jenis behel yang digunakan, teknik pemasangan kawat gigi, kondisi gigi pasien, serta klinik atau rumah sakit yang menyelenggarakannya.
Ilustrasi pemasangan behel gigi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemasangan behel gigi. Foto: Unsplash
Berdasarkan material bahannya, ada tiga jenis behel yang biasa digunakan, yaitu:
  • Metal braces, yakni behel yang terbuat dari logam stainless berwarna silver. Behel berbahan logam sangat baik digunakan untuk segala kondisi gigi, baik ringan ataupun berat.
  • Ceramic braces, yakni behel yang terbuat dari bahan keramik dan memiliki warna yang sama dengan gigi. Behel jenis ini biasanya hanya digunakan pada kondisi gigi dengan permasalahan ringan.
  • Sapphire braces, yakni jenis behel yang terbuat dari bahan sapphire. Bahan sapphire merupakan kombinasi kemampuan dari kedua kelebihan behel keramik dan metal.
ADVERTISEMENT
Selain dari bahannya, behel juga dibedakan berdasarkan teknik pemasangannya, yaitu konvensional, self ligating, dan lingual. Behel konvensional adalah jenis behel yang penerapannya masih menggunakan karet sebagai pengikat antara bracket dengan kawat.
Sementara behel self ligating adalah jenis behel yang penerapannya tidak menggunakan karet sebagai pengikat, melainkan memiliki pengunci sendiri pada permukaannya.
Adapun behel lingual mirip seperti behel konvensional, tapi letak bracket dan kawatnya berada di bagian belakang gigi sehingga tidak terlihat seperti memakai behel. Jenis behel ini paling mahal di antara yang lain karena tingkat kesulitan pemasangannya lebih tinggi.
Berdasarkan jenisnya tersebut, harga pasang behel pun berbeda-beda di setiap klinik atau rumah sakit. Berikut adalah daftar harga pasang behel di beberapa klinik dokter gigi dan rumah sakit swasta di Indonesia.
ADVERTISEMENT
  • Behel Metal Konvensional: Rp4 juta-Rp5,5 juta
  • Behel Ceramic Konvensional: Rp6 juta-Rp7 juta
  • Behel Sapphire Konvensional: Rp8 juta-Rp10 juta
  • Behel Metal Self Ligating: Rp11 juta-Rp14 juta
  • Behel Clear Self Ligating: Rp15 juta-Rp17 juta
  • Behel Lingual: Rp20 juta-Rp70 juta
Perlu diperhatikan, harga pasang behel di atas belum termasuk dengan perawatan tambahan yang mungkin dilakukan dokter. Sebab, kondisi gigi setiap individu berbeda-beda dan terkadang dibutuhkan perawatan tertentu sebelum pemasangan behel.

Berapa Kali Ganti Kawat Behel?

Pada dasarnya, penggantian karet pada kawat behel harus dilakukan secara berkala. Karet atau bantalan kawat gigi adalah karet elastis yang mengelilingi bracket. Karet ini berfungsi untuk menjaga kawat gigi tetap dalam posisi yang benar dan menyatu dengan bracket.
ADVERTISEMENT
Mengganti karet behel biasanya dilakukan saat kontrol rutin. Pemeriksaan rutin tidak akan mengganti atau melepas kawat, melainkan mengganti karet behel agar bisa berfungsi secara maksimal.
Dikutip dari Oral Health Foundation, pengguna behel perlu bertemu dengan dokter gigi untuk mengganti kawat behel setiap 6-8 minggu sekali. Namun, jika kurang dalam rentang waktu tersebut karet behel terasa sudah melonggar, pengguna behel diperbolehkan untuk menggantinya.

Apa Efek Samping Memakai Behel?

Ilustrasi nyeri gigi setelah pemasangan behel. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nyeri gigi setelah pemasangan behel. Foto: Unsplash
Behel pada dasarnya merupakan perawatan gigi untuk menghasilkan tampilan gigi yang rapi. Namun, ada beberapa efek samping yang mungkin dirasakan setelah memakai behel. Berikut beberapa efek sampingnya:
  • Nyeri yang terjadi karena adanya tekanan yang diberikan pada gigi. Rasa nyeri biasanya muncul beberapa hari setelah pemasangan behel, lalu akan menghilang 1-2 hari setelahnya.
  • Sariawan bisa terjadi saat awal pemasangan behel. Ini disebabkan karena bibir dan pipi bagian dalam mengalami gesekan yang bisa menimbulkan luka atau sariawan.
  • Perubahan warna pada gigi selama penggunaan behel. Hal ini terjadi karena noda dari makanan dan minuman di sekitar behel yang mungkin sulit dibersihkan.
  • Dekalsifikasi, yakni suatu kondisi berupa karies gigi yang disebabkan oleh kekurangan kandungan kalsium pada gigi. Penyebab utamanya berasal dari zat asam yang diproduksi oleh bakteri dari sisa makanan dan minuman yang terjebak di behel.
  • Gigi berubah kembali ke posisi semula bila tidak melakukan perawatan dengan baik setelahnya. Kondisi ini bisa terjadi jika pasien tidak rutin melakukan kontrol behel ke dokter gigi.
ADVERTISEMENT
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Apa manfaat behel gigi?
chevron-down
Apa saja jenis behel yang bisa digunakan?
chevron-down
Apa itu behel konvensional?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·