Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dexaharsen: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi oabt Dexaharsen. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi oabt Dexaharsen. Foto: Unsplash

Dexaharsen obat apa? Dexaharsen adalah obat antiinflamasi golongan kortikorsteroid yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti radang kulit, rhinitis alergi, dermatitis, radang sendi, hingga asma bronkial.

Dexaharsen termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Dexaharsen 0,5 mg
Harga
Rp4.000 - Rp17.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti radang kulit, rhinitis alergi, dermatitis, radang sendi, hingga asma bronkial.
Komposisi
Dexamethasone 0,5 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: diminum 0,5-9 mg dalam dosis terbagi sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Efek Samping
Sakit kepala, sakit perut, mulut kering, mual, dan muntah.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi dengan kandungan obat, menderita penyakit jantung, gangguan fungsi ginjal dan hati, serta ibu hamil dan menyusui.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Dexaharsen

Ilustrasi konsumsi obat Dexaharsen. Foto: Pexels

Dexaharsen adalah obat yang digunakan untuk mengobati alergi dan peradangan, seperti gatal-gatal pada kulit, rhinitis alergi, urtikaria (biduran), dan dermatitis. Obat ini termasuk ke dalam golongan kortikosteroid.

Kortikosteroid merupakan golongan obat untuk meredakan peradangan yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada tubuh.

Mengutip jurnal Corticosteroids-Mechanisms of Action in Health and Disease oleh Sivapriya Ramamoorthy and John A. Cidlowski, kortikosteroid berfungsi untuk menghambat produksi zat prostaglandin yang menyebabkan peradangan pada tubuh.

Obat ini juga bekerja sebagai imunosupresan dalam menurunkan kerja sistem imun. Kortikosteroid dapat digunakan untuk mengatasi kondisi peradangan, seperti dermatitis, edema (pembengkakan), gejala rematik, hingga gangguan pada kulit, darah, ginjal, dan mata.

Kandungan dan Kegunaan Dexaharsen

Ilustrasi obat Dexaharsen. Foto: Unsplash

Dexaharsen merupakan merek obat yang mengandung zat aktif dexamethasone 0,5 mg. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi peradangan dan gejala alergi dalam tubuh.

Mengutip jurnal Dexamethasone oleh Donavon B. Johnson, dkk., dexamethasone adalah obat golongan glukokortikoid yang bekerja dengan cara menekan migrasi neutrofil dan menurunkan produksi mediator inflamasi. Efeknya, obat ini dapat mengurangi proses peradangan dan alergi dalam tubuh.

Dexaharsen yang mengandung dexamethasone digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi peradangan, seperti reaksi alergi, penyakit kulit, radang saluran pencernaan, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.

Adapun beberapa kondisi peradangan dan gangguan alergi lainnya yang dapat diatasi dengan Dexaharsen adalah sebagai berikut.

  • Rhinitis alergi, yaitu peradangan yang terjadi pada bagian dalam rongga hidung akibat reaksi alergi.

  • Dermatitis, yaitu peradangan kulit yang ditandai dengan kulit kering, gatal-gatal, dan ruam kemerahan.

  • Urtikaria, yaitu peradangan kulit yang menyebabkan timbulnya ruam kemerahan dan benjolan di permukaan kulit.

  • Konjungtivitis, yaitu peradangan pada selaput bening yang menutupi bagian putih mata sehingga membuat mata tampak merah.

  • Keratitis, yaitu peradangan pada kornea mata akibat infeksi yang ditandai dengan mata merah dan disertai rasa nyeri.

  • Rheumatoid arthritis, yaitu peradangan kronis pada sendi dan jaringan di sekitarnya yang menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kaku pada persendian.

  • Hiperplasia adrenal kongenital, yaitu sekelompok kelainan genetik yang memengaruhi produksi hormon pada kelenjar adrenal.

Selain beberapa kondisi di atas, obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan, seperti asma bronkial dan peradangan paru-paru.

Anjuran Dosis Dexaharsen

Ilustrasi konsumsi obat Dexaharsen sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash

Sebagai golongan obat keras, penggunaan Dexaharsen harus sesuai dengan petunjuk dokter. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Konsumsi Dexaharsen harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Dexaharsen tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.

  • Dexaharsen dapat dikonsumsi sebelum ataupun sesudah makan.

Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Dexaharsen tablet secara umum adalah sebagai berikut.

  • Dewasa: diminum 0,5-9 mg dalam dosis terbagi sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Jika ingin mengonsumsi Dexaharsen, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti pankreatitis akut, anafilaksis (syok akibat reaksi alergi yang berat), peningkatan infeksi, dan hipertensi intrakranial idiopatik.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Dexaharsen

Ilustrasi konsumsi obat Dexaharsen harus sesuai petunjuk dokter dan tidak melebihi dosis yang dianjurkan. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi Dexaharsen, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Pasien yang alergi terhadap kandungan obat.

  • Pasien yang menderita gangguan fungsi hati dan ginjal.

  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari.

  • Pasien yang memiliki penyakit infeksi jamur, infeksi bakteri, atau infeksi virus seperti herpes.

  • Pasien yang menderita penyakit tukak lambung, katarak, gagal jantung, penyakit liver, atau gangguan mental seperti depresi.

  • Ibu hamil dan menyusui.

Perlu diperhatikan, penggunaan jangka panjang obat ini dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf mata dan menurunkan daya tahan tubuh, sehingga tidak dianjurkan untuk digunakan secara terus-menerus.

Cara Mengonsumsi Dexaharsen dengan Benar

Ilustrasi mengonsumsi Dexaharsen harus dengan segelas air putih. Foto: Pexels

Dexaharsen termasuk golongan obat keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Sebelum mengonsumsi Dexaharsen, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.

  • Konsumsi Dexaharsen harus sesuai dengan petunjuk dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Konsumsi obat Dexaharsen secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, atau mencampurkan obat dengan makanan.

  • Jika Anda lupa mengonsumsi Dexaharsen pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

  • Simpan Dexaharsen di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan obat berada di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Baca Juga: Obat Anti Inflamasi: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Interaksi Dexaharsen dengan Obat Lain

Ilustrasi Dexaharsen dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain. Foto: Pexels

Kandungan dexamethasone dalam Dexaharsen dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain. Interaksi obat berpotensi memengaruhi efektivitas Dexaharsen dan meningkatkan risiko efek samping.

Dikutip dari National Health Service (NHS), adapun beberapa interaksi obat dexamethasone yang terkandung dalam Dexaharsen, yaitu:

  • Penggunaan Dexaharsen bersama dengan obat pengencer darah seperti warfarin atau aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan.

  • Penggunaan Dexaharsen dengan obat-obatan seperti phenytoin, rifampicin, barbiturat, carbamazepine, atau ephedrine dapat mengurangi efektivitas obat.

  • Penggunaan Dexaharsen bersama dengan erythromycin, ketoconazole, atau ritonavir dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu, seperti peningkatan gula darah, tekanan darah tinggi, atau gangguan elektrolit.

  • Penggunaan Dexaharsen bersama jenis obat kortikosteroid lain atau obat golongan diuretik dapat meningkatkan risiko hipokalemia (rendahnya kadar kalium dalam darah).

  • Penggunaan Dexaharsen bersama obat antidiabetik dapat meningkatkan konsentrasi glukosa darah dalam tubuh.

  • Penggunaan Dexaharsen bersama vaksin hidup seperti vaksin BCG dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi dan menurunkan efektivitas vaksin.

Baca Juga: 7 Obat Rematik di Apotik dan dari Bahan Alami

Efek Samping Dexaharsen

Ilustrasi salah satu efek samping Dexaharsen adalah pusing. Foto: Pexels

Sama seperti obat-obatan lain, Dexaharsen memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Dikutip dari National Institutes of Health (NIH), beberapa efek samping penggunaan obat yang mengandung dexamethasone, di antaranya:

  • Sakit kepala, pusing, atau vertigo

  • Nyeri otot dan sendi

  • Mulut kering

  • Gelisah

  • Penglihatan kabur

  • Gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual, muntah, atau perut kembung

  • Lemas

  • Sering buang air kecil

Penggunaan Dexaharsen dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Sindrom Cushing, yakni kumpulan gejala seperti muka tembem (moon face), penebalan kulit seperti selulit pada punggung dan perut, hipertensi, penurunan toleransi terhadap karbohidrat, dan gejala-gejala lainnya.

  • Insufisiensi adrenal, yakni kelainan hormonal karena kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi hormon kortisol dalam kadar yang cukup. Akibatnya, tubuh akan mengalami lemas berkepanjangan, anoreksia, warna kulit menggelap, hingga depresi.

Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan obat Dexaharsen?

chevron-down

Dexaharsen adalah obat antiinflamasi golongan kortikorsteroid yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti radang kulit, rhinitis alergi, dermatitis, radang sendi, hingga asma bronkial.

Apa kandungan obat Dexaharsen?

chevron-down

Dexaharsen merupakan merek obat yang mengandung zat aktif dexamethasone 0,5 mg.

Apa itu obat kortikosteroid?

chevron-down

Kortikosteroid merupakan golongan obat untuk meredakan peradangan yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada tubuh.