Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dislipidemia: Pengertian, Gejala, hingga Cara Mengobatinya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dislipidemia adalah kondisi ketika kadar lipid dalam darah terlalu rendah atau terlalu tinggi. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Dislipidemia adalah kondisi ketika kadar lipid dalam darah terlalu rendah atau terlalu tinggi. Foto: Pexels.com

Dislipidemia adalah kondisi ketika adanya gangguan pada kadar lipid darah, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Lipid darah sendiri merupakan zat berlemak yang ditemukan dalam darah, seperti trigliserida dan kolesterol.

Dislipidemia biasanya merujuk pada kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang terlalu tinggi ataupun kadar kolesterol baik yang terlalu rendah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh gaya hidup, makanan atau minuman yang dikonsumsi, masalah medis tertentu, dan lain-lain.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai dislipidemia, mulai dari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. Simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Dislipidemia?

Dislipidemia adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang memiliki kadar lipid yang tidak normal di dalam darahnya. Lipid sendiri merupakan zat berlemak dalam darah yang terdiri dari:

  • Low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang dianggap buruk untuk kesehatan sebab dapat membentuk plak di pembuluh darah

  • High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang berfungsi untuk menjaga kesehatan jantung dan menghilangkan kadar LDL

  • Trigliserida, yakni zat berlemak yang berkembang saat kalori tidak terbakar dan disimpan dalam sel-sel lemak

Kadar lipid darah yang sehat secara alami bisa beragam pada setiap orang. Namun, orang yang memiliki kadar LDL tinggi dan trigliserida serta kadar HDL yang rendah biasanya berisiko mengalami gangguan kesehatan tertentu.

Mengutip dari ulasan Dyslipidemia oleh Nikos Pappan dan Anis Rehman, dislipidemia sering digunakan untuk menggambarkan kondisi:

  • Tingginya kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat

  • Rendahnya kadar high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik

  • Tingginya kadar kolesterol yang tinggi

  • Tinggi kolesterol, yakni kondisi yang mengacu pada kadar LDL dan trigliserida yang tinggi secara bersamaan

Gejala Dislipidemia

Pada kasus yang parah, gejala yang dapat dirasakan penderita dislipidemia adalah nyeri di leher. Foto: Pexels.com

Dislipidemia biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu. Gejala dislipidemia akan timbul ketika kondisi ini berkembang menjadi penyakit yang serius.

Pada kasus yang parah, dislipidemia dapat menyebabkan penyakit arteri koroner dan penyakit arteri perifer. Kedua penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi yang serius, termasuk serangan jantung dan stroke. Gejala umum dari kondisi ini adalah:

  • Rasa nyeri pada kaki, terutama saat berjalan atau berdiri

  • Nyeri dada dan sesak napas

  • Rasa sakit, nyeri, tertekan pada bagian leher, rahang, bahu, dan punggung

  • Gangguan pencernaan

  • Sulit tidur di malam hari dan merasa lelah di siang hari

  • Pusing

  • Keringat dingin

  • Mual dan mual

  • Pembengkakan di daerah kaki dan tangan serta pergelangannya

  • Pingsan

Gejala-gejala ini mungkin akan menjadi lebih parah jika disertai dengan aktivitas fisik yang berat dan stres dan cenderung membaik setelah beristirahat.

Penyebab Dislipidemia

Dislipidemia dapat dikategorikan menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya, yakni dislipidemia primer dan dislipidemia sekunder. Berikut penjelasannya.

1. Dislipidemia Primer

Dislipidemia primer adalah gangguan lipid darah yang disebabkan oleh faktor genetik. Penyebab umum dislipidemia primer adalah hiperlipidemia, familial hypobetalipoproteinemia, hipertrigliseridemia, dan hiperkolesterolemia familial yang diturunkan secara genetik

2. Dislipidemia Sekunder

Berbeda dislipidemia primer, dislipidemia sekunder diakibatkan oleh faktor gaya hidup dan kondisi medis tertentu yang mengganggu kadar lip darah dari waktu ke waktu.

Penyebab umum dislipidemia sekunder meliputi:

  • Obesitas

  • Diabetes

  • Hipotiroidisme

  • Gangguan konsumsi alkohol

  • Sindrom ovarium polikistik

  • Sindrom metabolik

  • Kebiasaan konsumsi lemak yang berlebihan

  • Infeksi parah dan kronis

Cara Mengobati Dislipidemia

Salah satu cara mengobati dislipidemia adalah dengan mengonsumsi obat statin. Foto: Pexels.com

Pengobatan dislipidemia biasanya berfokus pada penurunan kadar trigliserida dan LDL. Namun, pengobatannya juga bisa bervariasi, tergantung pada penyebab dislipidemia yang mendasarinya dan seberapa parah kondisinya.

Mengutip dari jurnal Dyslipidemia Diagnosis and Treatment: Risk Stratification oleh Sara Mosca, dkk, pengobatan dislipidemia berfokus pada perawatan medis dan perubahan gaya hidup untuk menurunkan lipid jahat. Berikut beberapa pilihan pengobatannya.

1. Terapi Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan satu atau lebih obat untuk mengubah jumlah lipid dalam darah. Terapi ini berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang buruk bagi kesehatan tubuh.

Obat yang biasanya diberikan adalah obat statin. Jika statin tidak mampu mengurangi kadar LDL dan trigliserida, dokter dapat menambahkan rekomendasi obat tambahan, seperti ezetimibe, niasin, fibrat, sekuestran asam empedu, dan lain-lain

2. Perubahan Gaya Hidup dan Pola Makan

Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan tingkat lipid darah yang jahat. Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah:

  • Mengurangi konsumsi lemak tidak sehat yang biasanya ditemukan dalam daging merah, produk susu tinggi lemak, karbohidrat olahan, coklat, keripik, dan makanan yang digoreng

  • Berhenti merokok dan menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan

  • Hindari kebiasaan duduk untuk waktu yang lama

  • Perbanyak konsumsi minyak omega-3 yang bisa diperoleh dari suplemen atau makanan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, ikan, dan lain-lain

  • Rutin mengonsumsi makanan yang berserat, terutama buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian utuh

  • Perbanyak minum air setiap hari untuk mencukupi kebutuhan harian

  • Berolahraga secara teratur.

Itulah beberapa cara mengatasi dislipidemia. Dua cara ini dapat membantu mengurangi kadar lipid yang berlebih dalam darah.

Orang dengan dislipidemia biasanya tidak merasakan gejala. Kondisi dislipidemia juga biasanya akan mereda dengan perubahan gaya hidup.

Penderita dislipidemia perlu menghubungi dokter jika mengalami gejala yang berkaitan dengan jantung dan sirkulasi darah, seperti nyeri dada atau sesak, pusing, jantung berdebar-debar, hingga pingsan.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu lipid?
chevron-down

Lipid darah merupakan zat berlemak yang ditemukan dalam darah, seperti trigliserida dan kolesterol.

Apa kompilikasi dari lipid?
chevron-down

Pada kasus yang parah, dislipidemia dapat menyebabkan penyakit arteri koroner dan penyakit arteri perifer.

Apa yang dimaksud dengan low-density lipoprotein?
chevron-down

Low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang dianggap buruk untuk kesehatan sebab dapat membentuk plak di pembuluh darah.