Hiperglikemia: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mencegahnya
ยทwaktu baca 5 menit

Hiperglikemia adalah kondisi ketika tubuh memiliki kadar gula darah yang melebihi batas normal. JIka kondisi ini terjadi terus-menerus, penderitanya bisa berisiko terserang penyakit diabetes.
Glukosa atau gula adalah senyawa organik yang berfungsi sebagai sumber energi bagi sel dan jaringan dalam tubuh. Kadar gula darah dalam tubuh bisa berubah-ubah setiap saat.
Perubahan kadar gula darah biasanya dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti usia, hormon insulin, makanan dan minuman yang dikonsumsi, emosi, dan aktivitas fisik. Kadar gula darah normal berada pada angka kurang dari 140 mg/dL.
Seseorang dikatakan mengalami hiperglikemia ketika kadar gula darah di atas 180 mg/dL. Kondisi ini perlu dicegah dan diatasi karena dapat menimbulkan penyakit diabetes.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut perihal kondisi hiperglikemia, mulai dari gejala, penyebab, dan cara menanganinya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Hiperglikemia?
Hiperglikemia adalah kondisi ketika tubuh memiliki kadar gula darah yang tinggi. Sebagian ahli mendefinisikan hiperglikemia sebagai kondisi ketika kadar gula darah berada di kisaran 125 mg/dL saat puasa dan 180 mg/dL di waktu biasa.
Menurut American Diabetes Association, hiperglikemia adalah kondisi yang terjadi ketika kadar glukosa darah melebihi kadar gula normal, yakni di atas 180 mg/dL.
Gejala Hiperglikemia
Saat kadar gula darah naik di atas 180 mg/dL, penderita mungkin tidak akan merasakan gejalanya secara langsung. Tingkat keparahan dari gejala yang timbul biasanya ditentukan oleh penyebab hiperglikemia. Setiap orang juga mungkin akan mengalami gejala yang berbeda, tergantung pada penyebabnya.
Akan tetapi, secara umum terdapat beberapa gejala yang sering dialami oleh seseorang dengan hiperglikemia. Mengutip dari ulasan Hyperglycemia oleh Michelle Mouri dan Madhu Badireddy, berikut gejala umum dari hiperglikemia:
Sering haus (polidipsia) karena hiperglikemia akan memicu pengeluaran cairan dari jaringan tubuh untuk mengelola gula. Oleh karena itu, penderita mungkin akan merasa sering haus.
Sering buang air kecil (poliuria), terutama di malam hari. Hiperglikemia akan memicu ginjal bekerja lebih ekstra untuk mengolah dan mengeluarkan gula dalam darah yang berlebihan melalui urine.
Sering merasa lapar (polifagia) yang mana kelebihan gula dalam darah dapat menyebabkan tubuh menggunakannya untuk membakar energi, sehingga seseorang mudah merasa lapar.
Penglihatan mengabur karena kadar gula tinggi memaksa tubuh mengambil cairan pada jaringan, termasuk pada lensa mata. Akibatnya penglihatan akan menjadi buram.
Mudah lelah karena kekurangan energi.
Sakit perut dan penurunan berat badan.
Gangguan pada mulut dan pernapasan, seperti bau napas, sesak napas, hingga pingsan.
Penyebab Hiperglikemia
Kadar gula darah bisa berubah kapan saja karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Mengutip dari jurnal The Pathophysiology of Hyperglycemia in Older Adults: Clinical Considerations oleh Pearl G. Lee dan Jeffrey B. Halter, dkk, penyebab hiperglikemia adalah faktor-faktor di bawah ini:
Masalah pada insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untu mengontrol kadar gula darah. Ketika terjadi masalah pada hormon insulin, gula akan menumpuk dalam darah.
Kelebihan berat badan yang diakibatkan penumpukan lemak dalam tubuh akan mempengaruhi hormon insulin.
Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga dapat mengakibatkan penumpukan glukosa di darah. Glukosa merupakan sumber energi yang jika tidak digunakan, ini akan menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh meningkat.
Kadar kolesterol dan trigliserida abnormal dapat mempengaruhi hormon insulin dalam tubuh.
Mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh.
Stres dan gangguan emosi.
Menggunakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi kadar gula dalam darah.
Cara Mengobati Hiperglikemia
Hiperglikemia bisa dikurangi, dicegah, dan diobati dengan beberapa cara. Berikut langkah-langkah dalam mengobati hiperglikemia:
Memantau gula darah. Bagi seseorang dengan hiperglikemia, penting untuk melacak kadar gula darah dengan bantuan alat. Dengan begitu, penderita bisa memantau rata-rata kadar gula darah yang dimiliki.
Rajin berolahraga. Aktivitas fisik akan memicu penggunaan glukosa dalam darah. Selain itu, berolahraga juga bisa mengelola berat badan untuk menurunkan risiko naiknya kadar gula darah.
Menjaga pola makan. Penderita perlu menghindari makanan yang mengandung atau menghasilkan glukosa. Kurangi porsi makan dan memulai kebiasaan makan sebanyak 5 hari sekali dengan porsi yang kecil. Penderita juga bisa mencoba diet keto, diet mediterania, atau diet vegetarian untuk mengelola kadar gula darah.
Mengganti obat yang digunakan. Dokter mungkin akan menyarankan perubahan obat yang digunakan apabila menyebabkan gangguan pada hormon insulin.
Manajemen stres dapat mempengaruhi kadar gula darah. Cobalah untuk beristirahat dengan cukup, melakukan relaksasi, dan melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk mengatasi stres.
Baca Juga: 4 Pantangan Gula Darah Rendah bagi Pengidap Hipoglikemia
Cara Mencegah Hiperglikemia
Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah hiperglikemia. Coba tips berikut untuk untuk mencegah tingginya kadar gula darah dalam tubuh:
Kelola asupan karbohidrat. Cari tahu berapa banyak kebutuhan karbohidrat harian yang dibutuhkan. Usahakan tidak mengonsumsi karbohidrat melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh
Hindari konsumsi alkohol yang berlebihan. Kebiasaan minum alkohol yang berlebihan akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah naik
Aktif secara fisik. Dengan begitu, tubuh akan menggunakan glukosa, sehingga glukosa tidak akan menumpuk dalam darah
Miliki rencana perawatan apabila kadar glukosa darah naik, seperti minum obat sesuai resep, pola makan yang harus dijalankan, dan lain-lain
Hiperglikemia adalah kondisi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti gangguan pada hati, kerusakan saraf, kerusakan ginjal, dan lain-lain sehingga perlu dihindari. Lakukan rangkaian pencegahan hiperglikemia untuk menghindari kondisi ini.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa manfaat glukosa bagi kesehatan tubuh?

Apa manfaat glukosa bagi kesehatan tubuh?
Glukosa atau gula adalah senyawa organik yang berfungsi sebagai sumber energi bagi sel dan jaringan dalam tubuh.
Berapa kadar gula darah normal?

Berapa kadar gula darah normal?
Kadar gula darah normal berada pada angka kurang dari 140 mg/dL.
Apa itu hormon insulin?

Apa itu hormon insulin?
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untu mengontrol kadar gula darah.
