Kanker Usus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati
·waktu baca 8 menit

Kanker usus adalah salah satu jenis kanker yang terjadi pada sistem pencernaan. Kanker usus terbagi menjadi dua jenis, yaitu kanker usus besar dan kanker usus halus.
Kanker usus besar adalah jenis kanker yang berkembang dari usus besar atau muara akhir saluran pencernaan. Sementara kanker usus halus adalah jenis kanker yang terjadi pada usus halus, yakni saluran tempat pencernaan terakhir sebelum makanan diserap.
Kanker usus besar merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi dibandingkan kanker usus halus. Kanker usus besar biasanya menyerang orang dewasa, meski bisa terjadi pada semua kelompok usia.
Pengertian Kanker Usus
Kanker usus adalah suatu tumor maligna (kanker) yang muncul dari jaringan epitel pada bagian usus. Kanker usus terbagi menjadi dua jenis, yaitu kanker usus besar dan kanker usus halus.
Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kanker usus besar atau kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang terjadi pada usus besar, rektum, dan usus buntu. Pada ketiga organ tubuh itulah, terjadi pertumbuhan sel kanker.
Kanker jenis ini memiliki perkembangan kanker yang sangat lambat, sehingga sering kali diabaikan oleh penderita. Pada stadium awal, kondisi ini biasanya tidak memiliki keluhan dan tidak ada rasa sakit yang berat.
Sementara kanker usus halus adalah jenis kanker yang menyerang jaringan epitel pada usus halus. Kanker ini termasuk penyakit langka yang menyebabkan usus halus tersumbat.
Usus halus merupakan saluran yang menghubungkan perut dengan usus besar. Tugasnya adalah memecah dan menyerap makanan, lemak, vitamin, dan zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh.
Penyebab Kanker Usus
Penyebab kanker usus hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, munculnya kanker usus dikaitkan dengan faktor makanan yang mengandung lemak hewan tinggi, kadar serat yang rendah, serta adanya interaksi antara bakteri di dalam usus dengan asam empedu dan makanan.
Faktor-faktor tersebut menyebabkan tubuh memproduksi bahan karsinogenik, yakni zat yang dapat memicu kanker usus. Adapun faktor risiko penyebab kanker usus sesuai dengan jenisnya adalah sebagai berikut:
1. Penyebab Kanker Usus Besar
Kanker usus besar terjadi ketika sel-sel yang melapisi usus besar berubah menjadi abnormal dan tumbuh tidak terkendali. Biasanya, kanker usus besar dimulai sebagai gumpalan sel kecil yang tidak bersifat kanker (jinak) yang disebut polip yang terbentuk di bagian dalam usus besar. Seiring waktu beberapa polip ini bisa menjadi kanker usus besar.
Mengutip jurnal Colon Cancer oleh Saran Lotfollahzadeh, dkk., berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar:
Usia. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia. Kebanyakan kasus terjadi pada usia 60-70 tahun dan jarang di bawah usia 50 tahun, kecuali jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus besar.
Adanya polip pada usus besar terutama polip jenis adenomatosa.
Riwayat kanker. Seseorang yang pernah mengidap kanker usus besar berisiko mengalami hal yang sama di masa mendatang. Selain itu, wanita yang pernah mengidap kanker ovarium (indung telur), kanker uterus, dan kanker payudara memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker usus besar.
Faktor keturunan. Beragam faktor keturunan yang berpengaruh terhadap risiko terkena kanker usus besar adalah riwayat keluarga, penyakit polip adenomatosa familial (yang terjadi dalam keluarga), dan penyakit kanker usus besar non-polip yang menurun dalam keluarga.
Penyakit kolitis, yakni radang usus besar ulseratif yang tidak diobati.
Kebiasaan merokok. Perokok memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena kanker usus besar dibandingkan bukan perokok.
Kebiasaan pola makan. Kebiasaan mengonsumsi banyak daging serta sedikit buah, sayuran, dan ikan turut meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar.
Sedikit beraktivitas. Seseorang yang beraktivitas fisik lebih sedikit memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar.
2. Penyebab Kanker Usus Halus
Kanker usus halus terjadi ketika sel-sel sehat di usus halus mengalami perubahan (mutasi) DNA. Normalnya, sel-sel DNA yang sehat tumbuh dan membelah secara teratur untuk menjaga fungsi tubuh berjalan normal.
Namun, ketika sel DNA rusak dan berubah menjadi kanker, sel terus membelah dan tumbuh di luar kendal. Sel-sel tersebut menumpuk dan membentuk tumor yang berpotensi menjadi kanker.
Seiring waktu, sel kanker dapat tumbuh untuk menyerang dan menghancurkan jaringan normal di sekitarnya, kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Mengutip jurnal Small Bowel Cancer oleh Gisela A. Ocasio Quinones, dkk., beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker usus halus meliputi:
Faktor keturunan. Beberapa mutasi gen yang diturunkan dari orang tua kepada anak dapat meningkatkan risiko kanker usus halus dan kanker lainnya.
Penyakit pada saluran pencernaan. Penyakit yang menyerang saluran pencernaan dapat meningkatkan risiko kanker usus halus, termasuk penyakit Crohn, penyakit radang usus, dan penyakit celiac.
Sistem kekebalan tubuh melemah. Jika sistem kekebalan tubuh melemah, tubuh akan lebih rentan terkena kanker usus halus. Contohnya termasuk penderita penyakit infeksi HIV dan orang yang meminum obat-obatan imunosupresi setelah transplantasi organ.
Gejala Kanker Usus
Gejala kanker usus bervariasi tergantung pada jenis kanker dan lokasinya. Sebagian besar kanker usus tidak menunjukkan gejala pada tahap awal penyakit. Saat gejala muncul, kondisi ini kemungkinan sudah memasuki tingkatan tertentu dan memerlukan penanganan medis segera.
1. Gejala Kanker Usus Besar
Beberapa gejala kanker usus besar di antaranya:
Perubahan frekuensi buang air besar, termasuk diare dan konstipasi
Perubahan warna dan ukuran feses
Feses bercampur darah atau lendir
Sakit perut dan kram
Mual dan muntah
Munculnya sensasi seperti belum selesai buang air (masih ingin buang air, tetapi sudah tidak bisa keluar)
Kelelahan yang tidak biasa
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Kehilangan nafsu makan
2. Gejala Kanker Usus Halus
Beberapa gejala kanker usus halus di antaranya:
Sakit perut atau kram
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Muncul benjolan di perut
Mual, muntah, dan diare
Feses berdarah
Anemia (kekurangan darah)
Cara Mengobati Kanker Usus
Pada dasarnya, pengobatan kanker usus bervariasi tergantung dari jenis kanker dan tingkat keparahan kondisi pasien. Jika mengalami beberapa gejala yang sudah disebutkan di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui apakah pasien menderita kanker usus besar atau usus halus.
Dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan pasien, riwayat penyakit yang diderita, serta menelusuri riwayat kesehatan keluarga pasien. Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, di antaranya:
Endoskopi, yakni prosedur pemeriksaan saluran pencernaan dengan cara memasukkan selang fleksibel yang memiliki kamera di ujungnya melalui anus. Selain dengan selang fleksibel, endoskopi bisa dilakukan dengan media kapsul berkamera yang harus ditelan oleh pasien.
Biopsi, yakni prosedur medis dengan mengambil sampel jaringan usus untuk diperiksa di bawah mikroskop. Prosedur ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya sel kanker.
Pemeriksaan radiologi untuk mengetahui tingkat keparahan kanker, serta untuk menilai fungsi organ lain dan keberhasilan pengobatan, seperti foto rontgen, CT scan, dan tes darah.
Sementara itu, pilihan pengobatan bergantung pada jenis kanker, stadium, sifat tumor, usia, dan keadaan umum pasien. Dikutip dari American Cancer Society, berikut pengobatan yang umumnya dilakukan untuk menangani kanker usus:
1. Pengobatan Kanker Usus Besar
Kolostomi, yakni suatu prosedur pembedahan pengalihan feses dari usus besar dengan menarik bagian usus melalui sayatan perut lalu menjahitnya di kulit yang sering disebut stoma.
Kemoterapi, yakni pengobatan kanker secara farmakologi menggunakan obat yang bersifat toksik yang dimasukkan melalui pembuluh darah. Pemberian obat kemoterapi ini berdasarkan stadium kanker usus yang diderita serta kondisi pasien.
Terapi radiasi, yakni teknik pengobatan menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh. Terapi ini diberikan sesuai dengan stadium kanker usus dan kondisi pasien.
Target terapi, yakni jenis pengobatan yang hanya mematikan sel-sel kanker sehingga tidak mengganggu sel normal lainnya. Target terapi biasa dilakukan bersamaan dengan kemoterapi yang bertujuan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
2. Pengobatan Kanker Usus Halus
Reseksi, yakni jenis prosedur bedah yang dilakukan untuk mengangkat seluruh atau sebagian jaringan abnormal yang mengandung sel kanker.
Kemoterapi, yakni penggunaan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, baik dengan membunuh sel atau dengan menghentikan pembelahan sel.
Terapi radiasi, yakni teknik pengobatan menggunakan sinar radiasi berenergi tinggi atau jenis radiasi lainnya untuk membunuh sel kanker atau mencegah pertumbuhannya.
Imunoterapi, yakni jenis pengobatan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih efektif dalam melawan sel kanker. Imunoterapi memudahkan sistem kekebalan untuk mengenali sel kanker dan menghancurkannya.
Baca Juga: Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya
Cara Mencegah Kanker Usus
Secara umum, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker usus. Berikut adalah beberapa cara mencegah kanker usus yang dapat dilakukan.
Konsumsi makanan yang kaya nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian mengandung vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang berperan penting dalam pencegahan kanker.
Batasi jumlah konsumsi alkohol diminum tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas untuk pria.
Berhenti merokok. Konsultasikan dengan dokter tentang cara berhenti merokok yang tepat dan yang paling cocok.
Rutin berolahraga. Cobalah berolahraga setidaknya 30 menit hampir setiap hari. Jika selama ini Anda tidak aktif berolahraga, mulailah dengan berolahraga selama 10-15 menit dan tingkatkan secara bertahap hingga 30 menit.
Pertahankan berat badan yang sehat. Jika Anda memiliki berat badan yang sehat, usahakan untuk menjaga berat badan tetap ideal dengan menggabungkan pola makan sehat dan olahraga secara rutin.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis kanker usus?

Apa saja jenis kanker usus?
Kanker usus terbagi menjadi dua jenis, yaitu kanker usus besar dan kanker usus halus.
Apa itu kanker usus besar?

Apa itu kanker usus besar?
Kanker usus besar atau kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang terjadi pada usus besar, rektum, dan usus buntu.
Apa itu kanker usus halus?

Apa itu kanker usus halus?
Kanker usus halus adalah jenis kanker yang menyerang jaringan epitel pada usus halus. Kanker ini termasuk penyakit langka yang menyebabkan usus halus tersumbat.
