Penyakit Palpitasi Jantung: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati
ยทwaktu baca 5 menit

Penyakit palpitasi jantung adalah suatu kondisi ketika jantung berdetak cepat berulang kali dan tidak beraturan. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya.
Sebagian besar kasus palpitasi jantung bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh stres, kecemasan, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein, nikotin, dan alkohol. Lebih jelas, simak informasinya di bawah ini.
Pengertian Penyakit Palpitasi Jantung
Penyakit palpitasi jantung adalah kondisi ketika jantung berdebar kencang dan frekuensi denyut timbul secara tidak beraturan. Menurut American Family Physician, penderita bisa merasakan jantung berdebar di dada, tenggorokan, atau leher.
Palpitasi jantung bisa terjadi kapan saja, meskipun penderita sedang istirahat atau beraktivitas normal. Dalam kebanyakan kasus, palpitasi jantung bukanlah masalah kesehatan serius. Namun, kondisi ini terkadang dikaitkan dengan gangguan irama jantung yang memerlukan perhatian medis.
Penyebab Penyakit Palpitasi Jantung
Ada berbagai macam penyebab palpitasi jantung. Biasanya, kondisi ini tidak secara langsung berhubungan dengan penyakit jantung dan merupakan akibat dari beberapa kondisi tertentu.
Berdasarkan jurnal Benefits of an Early Management of Palpitations oleh Nicolas Clementy, dkk., adapun beberapa penyebab penyakit palpitasi jantung, yaitu:
Faktor psikologis, seperti stres, kecemasan, dan ketakutan. Kondisi ini juga dapat terjadi selama serangan panik.
Efek samping mengonsumsi kafein, nikotin, alkohol, atau obat-obatan terlarang.
Kondisi medis tertentu, seperti penyakit tiroid, kadar gula darah rendah, anemia, tekanan darah rendah, demam, dan dehidrasi.
Perubahan hormonal selama menstruasi, kehamilan, atau sebelum menopause.
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti pil diet, dekongestan, dan beberapa obat yang digunakan untuk mencegah aritmia.
Efek samping penggunaan suplemen herbal dan nutrisi.
Dalam beberapa kasus, palpitasi juga dapat dikaitkan dengan penyakit jantung. Beberapa kondisi jantung yang terkait dengan palpitasi meliputi:
Serangan jantung
Penyakit arteri koroner
Gagal jantung
Penyakit katup jantung
Gangguan pada otot jantung
Gejala Penyakit Palpitasi Jantung
Mengutip jurnal Palpitations: Evaluation in the Primary Care Setting oleh Randell K. Wexler, dkk., gejala palpitasi jantung umumnya ditandai dengan beberapa kondisi, seperti:
Jantung berdetak terlalu cepat, kuat, dan kadang disertai dengan irama yang tidak teratur.
Jantung berdebar dengan sangat cepat yang dapat terasa hingga tenggorokan atau leher.
Jantung berdetak lebih lambat dari biasanya, tapi debarannya sangat terasa di dada.
Debaran jantung dapat digambarkan sebagai ketukan keras di sekitar dada atau sensasi seperti jantung akan melompat.
Dalam beberapa kasus, palpitasi jantung bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami palpitasi jantung yang disertai dengan gejala berikut:
Sesak napas
Pusing, sakit kepala, atau vertigo
Nyeri dada
Pingsan
Biasanya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan mengecek riwayat kesehatan penderita untuk menemukan penyebabnya. Selanjutnya, pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi penderita dan penyebab yang mendasarinya.
Cara Mengobati Penyakit Palpitasi Jantung
Pengobatan terbaik untuk mengatasi palpitasi jantung tergantung pada penyebab yang memicu jantung berdebar-debar. Sebagian besar kondisi ini bisa hilang dalam beberapa menit dan mungkin tidak memerlukan perawatan apa pun.
Namun, jika Anda memiliki penyakit jantung atau irama jantung yang tidak normal, segera konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Anda mungkin memerlukan obat-obatan hingga prosedur pembedahan untuk mengatasi masalah tersebut.
Sementara itu, jika palpitasi jantung bukan disebabkan oleh kondisi medis tertentu, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Dirangkum dari Healthline, berikut adalah cara mengobati penyakit palpitasi jantung yang bisa dilakukan.
1. Teknik Relaksasi
Jika stres atau kecemasan yang menyebabkan palpitasi jantung, Anda mungkin dapat mengendalikannya dengan melakukan teknik relaksasi yang berfokus pada pernapasan.
Mengelola stres dan kecemasan dapat dilakukan dengan teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan tai chi. Ini dapat membantu menurunkan debaran jantung saat istirahat dari waktu ke waktu.
2. Menghindari Konsumsi Kafein
Minuman berkafein seperti teh dan kopi dapat memicu jantung berdebar kencang. Karenanya, Anda dapat menghindari konsumsi minuman berkafein atau membatasi asupannya ketika mengalami kondisi ini.
3. Memperbanyak Minum Air Putih
Dehidrasi dapat menyebabkan palpitasi jantung. Hal ini karena darah mengandung air. Jadi, ketika tubuh mengalami dehidrasi, darah akan menjadi lebih kental.
Semakin kental darah, semakin keras jantung untuk memompa darah. Kondisi ini dapat meningkatkan denyut nadi dan berpotensi menyebabkan palpitasi jantung.
Karenanya, perbanyaklah minum air putih agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, jumlah kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tapi setidaknya pastikan untuk minum 8 gelas air putih setiap hari.
4. Manuver Vagal
Cara mengobati palpitasi jantung selanjutnya adalah dengan melakukan manuver vagal. Saraf vagal memiliki banyak fungsi, salah satunya membantu mengatur detak jantung.
Manuver vagal dilakukan untuk memperlambat laju jantung dengan merangsang saraf vagal. Berikut ini beberapa cara melakukan manuver vagal.
Mandi air dingin, percikan air dingin ke wajah, atau tempelkan handuk dingin ke wajah selama 20-30 detik
Batuk
Tahan napas atau mengejan seperti sedang buang air besar
Untuk hasil yang optimal, lakukan manuver vagal ini sambil berbaring telentang. Namun, perlu diperhatikan bahwa manuver vagal sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Baca Juga: 4 Pilihan Obat Jantung Berdebar, Ampuh Redakan Gejala
Cara Mencegah Penyakit Palpitasi Jantung
Pada dasarnya, palpitasi jantung tidak selalu dapat dicegah. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya palpitasi jantung, seperti:
Menghindari obat-obatan yang bertindak sebagai stimulan, seperti obat batuk dan pilek, suplemen herbal dan nutrisi tertentu, serta obat hipertensi.
Menghindari makanan atau minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan soda serta yang mengandung alkohol.
Rutin berolahraga. Olahraga secara rutin penting untuk kesehatan fisik, mental, dan emosional. Selain itu, olahraga memiliki sejumlah manfaat kesehatan, termasuk penurunan berat badan, penurunan tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan palpitasi jantung?

Apa yang dimaksud dengan palpitasi jantung?
Penyakit palpitasi jantung adalah kondisi ketika jantung berdebar kencang dan frekuensi denyut timbul secara tidak beraturan.
Apakah palpitasi jantung berbahaya?

Apakah palpitasi jantung berbahaya?
Dalam kebanyakan kasus, palpitasi jantung bukanlah masalah kesehatan serius. Namun, kondisi ini terkadang dikaitkan dengan gangguan irama jantung yang memerlukan perhatian medis.
Bagaimana cara mengatasi palpitasi jantung yang disebabkan oleh stres?

Bagaimana cara mengatasi palpitasi jantung yang disebabkan oleh stres?
Jika stres atau kecemasan yang menyebabkan palpitasi jantung, penderita mungkin dapat mengendalikannya dengan melakukan teknik relaksasi yang berfokus pada pernapasan.
