Penyebab Kanker Hati dan Faktor Risikonya
ยทwaktu baca 5 menit

Kanker hati merupakan kondisi munculnya jaringan abnormal di sekitar organ hati. Penyebab kanker hati sampai saat ini belum diketahui dengan pasti, tetapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker hati.
Hati adalah organ dalam tubuh yang berfungsi untuk membantu menghasilkan cairan empedu yang dibutuhkan dalam proses pencernaan. Selain itu, hati juga berfungsi menyaring dan mengeluarkan senyawa dan hormon dari luar tubuh, termasuk dari alkohol dan obat-obatan.
Kanker hati terjadi akibat adanya pertumbuhan sel-sel abnormal di sekitar jaringan hati. Penumpukan sel-sel abnormal yang bersifat ganas dapat menimbulkan jaringan kanker.
Kanker hati dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah menumpuknya racun dalam tubuh karena kanker hati bisa menurunkan fungsi kerja organ hati.
Oleh karena itu, kanker hati perlu dihindari. Salah satu langkah mencegah kanker hati adalah menghindari faktor yang bisa meningkatkan risikonya. Simak faktor apa saja yang bisa menjadi penyebab kanker hati di bawah ini.
Penyebab Kanker Hati
Kanker hati termasuk jenis kanker yang jarang terjadi. Penyebab kanker hati sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.
Akan tetapi, setiap orang bisa berisiko terkena penyakit kanker hati. Risiko terkena kanker hati bergantung pada banyak faktor, termasuk usia, gaya hidup, faktor lingkungan, dan lain-lain.
Mengutip dari ulasan Liver Cancer oleh Saran Lotfollahzadeh, dkk, berikut berbagai macam faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker hati.
1. Sirosis Hati
Sirosis hati adalah gangguan hati yang ditandai dengan munculnya jaringan parut akibat gangguan kesehatan hati lainnya, seperti hepatitis B atau C, penyakit hati berlemak, dan lain-lain menimbulkan kerusakan pada hati. Memiliki sirosis hati dapat meningkatkan risiko terkena kanker hati, khususnya jenis kanker karsinoma hepatoseluler.
2. Penyakit Hati Berlemak
Penyakit hati berlemak adalah kondisi ketika hati terlalu banyak menyimpan lemak. Hal ini bisa menyebabkan peradangan yang dapat memicu terjadinya sirosis hati.
Penyakit hati berlemak sering terjadi pada orang yang memiliki berat badan yang berlebihan, hormon insulin kurang berfungsi dengan baik, tekanan darah tinggi, dan memiliki kadar lemak dalam darah yang terlalu tinggi.
3. Infeksi Virus Hepatitis
Infeksi virus hepatitis B atau C yang terjadi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker hati primer. Virus ini dapat menyebabkan kerusakan pada hati yang bisa memicu munculnya sel-sel abnormal pada organ hati.
4. Konsumsi Aflatoksin
Aflatoksin adalah senyawa beracun yang tercemar dalam beberapa produk pangan. Aflatoksin banyak ditemukan di kacang tanah, kacang kedelai, jagung, beras, terigu.
Orang yang mengonsumsi racun ini, khususnya dalam jangka waktu yang lama akan mengalami peningkatan risiko terkena kanker hati. Hal ini juga dapat memperburuk kondisi infeksi pada penderita hepatitis B kronis.
5. Masalah Empedu
Sebagian orang mungkin akan terkena kanker hati jika pernah memiliki gangguan batu empedu sebelumnya atau pengangkatan kantong empedu melalui prosedur medis (kolesistektomi).
Peningkatan risiko ini mungkin disebabkan oleh tingginya tekanan di saluran empedu. Hal ini menyebabkan peradangan jangka panjang pada jaringan hati.
6. Cacing hati
Cacing hati adalah infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh parasit. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko munculnya sel kanker pada organ hati.
Gangguan ini biasanya disebabkan oleh makan makanan yang terkontaminasi atau minum air yang terkontaminasi dengan parasit Fasciola hepatica.
7. Paparan Bahan Kimia
Paparan bahan kimia tertentu, seperti vinyl chloride dapat meningkatkan risiko terkena kanker hati. Paparan bahan kimia lain, seperti arsenik dan trikloroetilen juga dapat meningkatkan risiko. Orang yang sering terkena paparan kimia ini bisa memiliki faktor risiko untuk terkena kanker hati yang lebih tinggi dibandingkan orang lain.
8. Kebiasaan Merokok
Merokok dapat meningkatkan berbagai macam risiko kanker, termasuk kanker hati. Merokok juga diyakini sebagai salah satu penyebab kanker terbesar di dunia.
Seseorang yang biasa merokok juga mungkin akan terkena infeksi hepatitis B atau C. Hal ini dapat menimbulkan sirosis hati yang bisa menyebabkan kanker.
9. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Konsumsi alkohol yang berlebihan meningkatkan risiko kanker hati. Minum alkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan sirosis hati. Sirosis pada gilirannya meningkatkan risiko kanker hati. Alkohol juga dapat secara langsung merusak DNA di dalam sel-sel hati.
10. Diabetes
Orang yang memiliki penyakit diabetes mempunyai risiko kanker hati yang lebih tinggi dibandingkan orang lain yang tidak menderita penyakit tersebut. Kondisi ini dikaitkan dengan tingkat insulin yang lebih tinggi pada penderita diabetes atau karena kerusakan hati yang disebabkan oleh diabetes.
11. Faktor Usia
Kanker hati bisa terjadi pada usia berapa pun, tetapi kanker ini sering terjadi pada orang tua. Sebagian besar kasus kanker hati ditemukan pada orang yang berusia di atas 60 tahun.
Proses penuaan dikaitkan dengan penurunan fungsi sel dalam tubuh. Selain itu, akumulasi kerusakan sel sepanjang hidup dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker.
Baca Juga: Hati-hati! 5 Pola Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Cara Mencegah Kanker Hati
Kanker hati bisa membahayakan kesehatan tubuh. Untuk mencegahnya, seseorang bisa melakukan berbagai macam langkah pencegahan. Mengutip dari laman Centre for Disease Control and Prevention, berikut langkah-langkah mencegah kanker hati:
Menjaga berat badan tetap sehat dan ideal
Dapatkan vaksinasi hepatitis B. Vaksin ini direkomendasikan untuk semua bayi yang baru lahir serta untuk orang dewasa yang berisiko terkena infeksi
Mengelola dan menangani penyakit hati yang bisa meningkatkan risiko kanker hati dengan baik. Ikuti saran dari dokter untuk penanganan gangguan hati yang dialami.
Hindari kebiasaan merokok dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol
Batasi paparan bahan kimia penyebab kanker hati
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi dari organ hati?

Apa fungsi dari organ hati?
Hati adalah organ dalam tubuh yang berfungsi untuk membantu menghasilkan cairan empedu yang dibutuhkan dalam proses pencernaan.
Apa dampak dari kanker hati?

Apa dampak dari kanker hati?
Salah satu dampaknya adalah menumpuknya racun dalam tubuh.
Apa itu sirosis hati?

Apa itu sirosis hati?
Sirosis hati adalah gangguan hati yang ditandai dengan munculnya jaringan parut di hati.
