Kumparan Logo

Hati-hati! 5 Pola Makan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Memanggang steak. Foto: Dok. Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Memanggang steak. Foto: Dok. Pixabay

Memang sulit rasanya untuk membuktikan makanan mana yang menyebabkan kanker. Ada saja makanan yang diduga berisiko menumbuhkan sel kanker dalam tubuh. Bahkan, enggak cuma jenis makanannya, tapi pola makan seseorang juga bisa jadi penyebabnya, lho.

Hal ini juga sudah dibuktikan dalam beberapa studi yang dipublikasikan PubMed. Studi tersebut menunjukkan, bahwa perubahan gaya hidup sederhana dengan mempraktikkan diet sehat, misalnya, bisa mencegah risiko kanker 30-50 persen. Begitupun sebaliknya.

Untuk itu, penting juga buat kita mengetahui pola makan yang seperti apa, sih yang bisa meningkatkan risiko kanker? Makanya, yuk simak ulasan selengkapnya dalam artikel ini.

1. Terlalu banyak makanan manis

Ilustrasi Anak dan Donat Foto: Unsplash

Melansir penelitian Nutrition Journal, makanan olahan yang tinggi gula, rendah serat, dan nutrisi, tinggi kaitannya dengan risiko kanker. Secara khusus, para peneliti menemukan pola makan tinggi gula menyebabkan kadar glukosa dan insulin melonjak sehingga berisiko terhadap jenis kanker tertentu; seperti kanker perut, kanker payudara, dan kanker usus besar (kolorektal).

Insulin juga telah terbukti bisa merangsang pembelahan sel, mendukung pertumbuhan, serta penyebaran sel kanker. Selain itu, kadar glukosa dan insulin yang tinggi juga menyebabkan peradangan dalam tubuh.

2. Makan makanan tinggi karbohidrat

Sumber karbohidrat. Foto: thinkstock

International Journal of Cancer telah melakukan penelitian terhadap 47.000 orang dewasa yang memiliki pola makan tinggi karbohidrat. Hasilnya, mereka bahkan dua kali lipat lebih berisiko meninggal akibat terjangkit kanker usus besar.

Pola makan tinggi karbohidrat ini juga erat kaitannya dengan makanan yang mengandung banyak gula. Untuk itu, para peneliti menyarankan untuk membatasi bahkan menghindari makanan yang dapat meningkatkan kadar insulin; seperti yang tinggi gula dan karbohidrat.

3. Keseringan makan daging olahan

Sosis daging olahan. Foto: Pixabay

The International Agency for Research on Cancer (IARC) beranggapan, daging olahan menjadi penyebab timbulnya karsinogen --zat penyebab kanker. Daging olahan yang dimaksud adalah yang telah diawetkan dengan cara diasap atau diberi banyak garam. Termasuk sosis, ham, bacon, salami, dan beberapa daging siap santap lainnya.

Mengutip jurnal Advances in Nutrition, orang yang memiliki pola makan daging olahan dalam jumlah besar mengalami peningkatan risiko kanker usus besar sebanyak 20-50 persen; dibandingkan dengan mereka yang memakannya dalam jumlah sedikit atau bahkan tidak sama sekali.

Beberapa penelitian lain membeberkan, bahwa mengonsumsi 50 gram daging olahan setiap hari juga meningkatkan risiko kanker usus besar hingga 18 persen.

4. Makanan yang dimasak dengan suhu tinggi

Ilustrasi memanggang Foto: Shutter Stock

Penelitian dalam jurnal Cancer Science menemukan, makanan yang dimasak dengan suhu tinggi; seperti dipanggang, deep fry, atau menumis dapat memunculkan senyawa eterocyclic amines (HA), dan advanced glycation end-products (AGEs).

Jika kedua senyawa tersebut menumpuk dalam tubuh, maka dapat memicu peradangan yang menyebabkan kanker serta penyakit berbahaya lainnya. Untuk meminimalkannya, sebaiknya hindari memasak makanan dengan suhu tinggi. Akan lebih aman kalau kamu memasaknya dengan cara dikukus atau direbus.

5. Terlalu banyak minum susu

Ilustrasi susu di dalam botol Foto: Shutterstock

Banyak orang menganggap susu adalah minuman sehat. Anggapan tersebut memang benar, namun menjadi masalah ketika kamu meminumnya secara berlebihan.

Beberapa penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PubMed menunjukkan, mengonsumsi susu secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Ini dikarenakan, adanya peningkatan asupan kalsium berlebih, serta hormon estrogen.

Penelitian tersebut diikuti oleh 4.000 laki-laki yang telah menderita kanker prostat. Hasilnya, keseringan meminum susu murni semakin memperparah penyakit tersebut. Namun, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut soal kebiasaan satu ini.

embed from external kumparan