Soldextam: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
·waktu baca 7 menit

Soldextam obat apa? Soldextam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi demam berat dan gejala alergi, seperti gatal-gatal pada kulit, rhinitis alergi, dermatitis, hingga asma bronkial.
Soldextam termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Soldextam | |
|---|---|
Harga | Rp3.000 - Rp12.000 per strip (10 kaplet) |
Indikasi dan Manfaat | Mengatasi demam berat dan gejala alergi, seperti gatal-gatal pada kulit, rhinitis alergi, dermatitis, dan hingga asma bronkial. |
Komposisi | Dexamethasone 0,5 mg dan Dexchlorpheniramine Maleate 2 mg |
Dosis dan Aturan Pakai | Dewasa: dosis 1-2 kaplet, diminum sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. |
Efek Samping | Sakit kepala, mulut kering, sakit perut, mual, dan muntah. |
Cara Penyimpanan | Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. |
Peringatan | Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi dengan kandungan obat, menderita penyakit jantung, gangguan fungsi ginjal dan hati, serta ibu hamil dan menyusui. |
Golongan Obat | Obat Keras |
Pengertian Soldextam
Soldextam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi demam berat dan berbagai kondisi yang disebabkan oleh alergi, seperti rhinitis alergi, urtikaria, dan dermatitis. Obat ini termasuk ke dalam golongan kortikosteroid dan antihistamin.
Berdasarkan jurnal Corticosteroids-Mechanisms of Action in Health and Disease oleh Sivapriya Ramamoorthy and John A. Cidlowski, kortikosteroid adalah obat untuk meredakan peradangan yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada tubuh.
Kotikosteroid berfungsi untuk menghambat produksi zat prostaglandin yang menyebabkan peradangan pada tubuh. Obat ini juga bekerja sebagai imunosupresan dalam menurunkan aktivitas dan kerja sistem imun.
Kortikosteroid dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti radang sendi, gangguan pada kulit, darah, ginjal, dan mata, serta asma bronkial.
Sementara itu, antihistamin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi. Mengutip jurnal Antihistamines and Allergy oleh Katrina L. Randall, dkk., obat ini bekerja dengan cara memblokir zat kimia bernama histamin. Histamin dilepaskan ketika tubuh melakukan kontak dengan alergen.
Antihistamin dapat mengatasi berbagai gejala pada kondisi alergi dan peradangan. Beberapa gejala yang dapat diredakan meliputi batuk-batuk, bersin, sesak napas, ruam kulit, dan gatal-gatal.
Kandungan dan Kegunaan Soldextam
Soldextam mengandung komposisi zat aktif dexamethasone 0,5 mg dan dexchlorpheniramine maleate 2 mg.
Mengutip jurnal Drugs Used to Treat Allergic and Neuromuscular Disorders oleh Frederick T. Fraunfelder, dkk., kedua kombinasi obat tersebut secara efektif dapat mengatasi alergi dan peradangan pada kondisi hay fever berat, asma bronkial kronik, rhinitis alergi, dan dermatitis.
Dexamethasone merupakan obat antiinflamasi (antiradang) yang digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi peradangan, seperti radang sendi, reaksi alergi, penyakit kulit, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.
Dexamethasone bekerja dengan cara menghambat produksi zat prostaglandin yang menimbulkan peradangan. Efeknya, obat ini dapat mencegah dan meredakan gejala yang ditimbulkan, seperti pembengkakan, reaksi alergi, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.
Sementara itu, dexchlorpheniramine maleate adalah obat antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, demam, dan flu. Gejala alergi yang biasa muncul meliputi ruam kulit, mata berair, gatal-gatal, batuk, pilek, dan bersin.
Dexchlorpheniramine maleate bekerja dengan cara menghambat zat histamin agar penyebarannya tidak semakin meluas di dalam tubuh. Efeknya, obat ini dapat mencegah gejala-gejala alergi yang ditimbulkan oleh histamin.
Adapun beberapa kondisi alergi dan peradangan yang dapat diatasi dengan Soldextam antara lain demam tinggi, rhinitis alergi, dermatitis, urtikaria (biduran), konjungtivitis alergi, keratitis, penyakit rematik, asma bronkial, dan peradangan paru-paru.
Anjuran Dosis Soldextam
Sebagai golongan obat keras, penggunaan Soldextam harus sesuai petunjuk dokter. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:
Konsumsi Soldextam harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
Soldextam tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.
Soldextam dapat dikonsumsi sebelum ataupun sesudah makan. Jangan mengunyah atau menghancurkan obat.
Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Soldextam kaplet secara umum adalah sebagai berikut.
Dewasa: dosis 1-2 kaplet, diminum sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Jika ingin mengonsumsi Soldextam, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti pankreatitis akut, anafilaksis, peningkatan infeksi, dan hipertensi intrakranial idiopatik.
Interaksi Obat
Sebelum mengonsumsi Soldextam, konsultasikan kepada dokter mengenai semua jenis obat yang sedang digunakan. Sebab, obat ini dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain.
Interaksi obat dapat memengaruhi efektivitas Soldextam dan berpotenesi meningkatkan risiko efek samping. Adapun Soldextam tidak boleh digunakan bersamaan dengan:
Obat antikoagulan (pengencer darah). Kombinasi Soldextam dengan obat ini dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Obat-obatan monoamine oxidase inhibitors (MAOI) yang digunakan untuk mengobati depresi. Penggunaan Soldextam dengan MAOI secara bersamaan dapat menyebabkan efek samping yang serius, seperti peningkatan tekanan darah.
Obat-obatan seperti rifampisin, phenytoin, primidone, barbital, carbamazepine, dan terbutalin. Penggunaan Soldextam bersamaan dengan obat-obatan tersebut dapat mengurangi efektivitas obat.
Perlu diketahui, daftar di atas tidak mencakup semua kemungkinan interaksi obat yang dapat terjadi dengan Soldextam. Karenanya, setiap pasien dengan kondisi medis khusus yang sedang mengonsumsi obat lain perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi Soldextam.
Peringatan dan Perhatian
Selain penggunaan obat-obatan yang sedang dikonsumsi, konsultasikan dengan dokter riwayat penyakit yang Anda miliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat Soldextam apabila memiliki kondisi berikut:
Alergi terhadap kandungan obat.
Pasien yang menderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari.
Pasien yang memiliki penyakit infeksi jamur, infeksi bakteri, atau infeksi virus seperti herpes.
Pasien yang sedang atau pernah menderita penyakit tukak lambung, katarak, gagal jantung, penyakit liver, atau gangguan mental seperti depresi.
Ibu hamil dan menyusui atau sedang merencanakan kehamilan.
Perlu diperhatikan, penggunaan jangka panjang obat ini dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf mata dan menurunkan daya tahan tubuh, sehingga tidak dianjurkan untuk digunakan secara terus-menerus.
Kategori Kehamilan
Soldextam mengandung zat aktif dexamethasone yang termasuk dalam kategori C. Kategori C adalah jenis obat yang menunjukkan efek berbahaya dalam uji coba pada hewan, tetapi belum ada uji klinis yang dilakukan pada wanita hamil.
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Peringatan Kehamilan
Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan menggunakan Soldextam saat hamil atau sedang merencanakan program kehamilan.
Peringatan Menyusui
Soldextam dapat terserap ke dalam ASI. Karenanya, jangan gunakan obat ini jika sedang menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Baca Juga: Grafachlor: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping
Penyakit Terkait
Soldextam merupakan obat yang sering digunakan untuk meredakan gejala alergi dan masalah pernapasan tertentu. Berikut adalah beberapa penyakit terkait yang biasanya diobati dengan Soldextam.
1. Alergi
Alergi adalah kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat-zat alergen tertentu, seperti serbuk sari, bulu binatang, makanan, atau paparan bahan kimia.
Soldextam biasa digunakan untuk meredakan berbagai kondisi yang disebabkan oleh alergi, seperti rhinitis alergi. Penggunaan obat ini dapat membantu mengurangi gejala alergi, seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, mata gatal, dan lain-lain.
2. Asma Bronkial
Asma bronkial adalah penyakit saluran pernapasan bagian bawah yang disebabkan oleh alergi. Kondisi ini mengakibatkan penderitanya kesulitan bernapas, batuk, dan sesak napas. Soldextam dapat membantu meredakan gejala asma tersebut.
3. Urtikaria
Urtikaria adalah kondisi kulit yang ditandai dengan pembengkakan kemerahan yang gatal dan dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh reaksi alergi akibat makanan atau obat-obatan tertentu.
Dikutip dari National Institutes of Health, gejala urtikaria yang khas adalah rasa gatal dan panas pada kulit yang bermasalah. Penggunaan Soldextam dapat membantu meredakan gejala tersebut.
4. Dermatitis Atopik
Dermatitis atopik atau dikenal sebagai eksim adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, kemerahan, bersisik, dan meradang.
Penggunaan Soldextam dapat membantu mengurangi rasa gatal dan peradangan yang terkait dengan dermatitis atopik. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.
5. Keratitis
Keratitis adalah peradangan pada kornea mata yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi dan alergi. Menurut National Health Service, gejalanya meliputi mata merah dan berair, gatal, nyeri, bengkak, iritasi, serta sensitif terhadap cahaya.
Penggunaan Soldextam dapat membantu meredakan gejala mata gatal dan iritasi yang terkait dengan keratitis, terutama jika gejala tersebut berkaitan dengan reaksi alergi.
Baca Juga: Dexamethasone Tablet: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping
Efek Samping Soldextam
Sama seperti obat-obatan lain, Soldextam memiliki sejumlah efek samping yang bisa muncul. Beberapa efek samping penggunaan obat ini, di antaranya:
Mengantuk
Pusing, vertigo, atau sakit kepala
Mulut kering
Gelisah
Penglihatan kabur
Sakit perut, mual, muntah, atau perut kembung
Lemah otot
Peningkatan nafsu makan
Pemakaian Soldextam dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu efek samping yang lebih serius, seperti:
Moon face, yaitu pembengkakan di wajah secara bertahap sehingga wajah tampak lebih bulat.
Buffalo hump, yaitu pembengkakan seperti punuk pada area punggung atas.
Insufisiensi adrenal, yaitu kelainan hormonal karena kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi hormon kortisol dalam kadar yang cukup, sehingga tubuh akan mengalami lemas berkepanjangan, anoreksia, warna kulit menggelap, hingga depresi.
Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apakah Soldextam bisa untuk gatal-gatal?

Apakah Soldextam bisa untuk gatal-gatal?
Soldextam adalah obat yang digunakan untuk mengatasi demam berat dan gejala alergi, seperti gatal-gatal pada kulit, rhinitis alergi, dermatitis, hingga asma bronkial.
Soldextam termasuk golongan obat apa?

Soldextam termasuk golongan obat apa?
Soldextam termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.
Apa kandungan obat Soldextam?

Apa kandungan obat Soldextam?
Soldextam mengandung zat aktif dexamethasone 0,5 mg dan dexchlorpheniramine maleate 2 mg.
