Tanda Luka Sunat Infeksi pada Anak dan Orang Dewasa Beserta Cara Penanganannya
ยทwaktu baca 4 menit

Sunat atau dalam istilah medis disebut dengan sirkumsisi adalah prosedur bedah untuk menghilangkan kulit luar yang menutup ujung batang penis (kulup). Sunat dapat dilakukan setelah bayi lahir hingga usia 2 minggu atau setelah melewati usia 3 bulan.
Mengutip jurnal Circumcision: Pros and Cons oleh Berk Burgu, dkk., sunat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan yang telah terbukti secara klinis. Beberapa manfaatnya meliputi:
Mengurangi risiko infeksi saluran urine.
Mengurangi risiko peradangan kulit dan penyimpangan yang disebut parafimosis, yakni keadaan ketika kulup penis yang ditarik ke belakang tidak bisa kembali ke posisi semula.
Mengurangi risiko kanker penis, penyakit infeksi menular seksual, dan risiko kanker serviks pada pasangan.
Pendarahan dan infeksi ringan adalah komplikasi yang umum terjadi setelah sunat. Namun, kondisi ini dapat menimbulkan beberapa kerusakan jika dilakukan bukan oleh ahlinya. Luka sunat yang terinfeksi biasanya memiliki tanda atau gejala tertentu. Apa saja?
Tanda Luka Sunat Infeksi
Pada dasarnya, infeksi pada luka sunat merupakan komplikasi yang jarang terjadi. Meski begitu, tetap perlu diwaspadai dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.
Mengutip Chennai Circumcision Clinic, tanda luka sunat infeksi pada anak berbeda dengan orang dewasa. Berikut ini beberapa tanda luka sunat mengalami infeksi.
1. Tanda Luka Sunat Infeksi pada Anak
Infeksi pada luka sunat adalah komplikasi yang terjadi pada kurang dari 1 per 200 anak laki-laki yang disunat. Infeksi umumnya terjadi di bagian luka sunat yang mengarah ke infeksi saluran kemih. Beberapa tanda luka sunat infeksi pada anak meliputi:
Eritema, yakni munculnya bercak kemerahan pada kulit akibat pelebaran pembuluh darah. Eritema pada penis yang memburuk setelah sunat bisa menjadi tanda infeksi. Bercak kemerahan secara bertahap dapat menyebar ke area batang penis.
Demam. Demam ringan pada anak yang terjadi setelah sunat umumnya dianggap normal. Namun, jika anak mengalami demam tinggi sehari setelah prosedur sunat, ini bisa menjadi tanda infeksi. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi saluran pernapasan yang menyebabkan anak demam tinggi.
Kepala penis bernanah. Setelah prosedur sunat, kepala penis umumnya menimbulkan lapisan putih kekuningan atau disebut gelembung pascasunat. Kondisi ini termasuk normal dan biasanya hilang dalam waktu satu minggu. Namun, apabila gelembung berkembang dan berisi cairan berbau busuk, maka ini bisa menjadi gejala infeksi.
Lesu dan kehilangan nafsu makan. Jika anak merasa lesu atau kehilangan nafsu makan setelah sunat, ini bisa menjadi gejala dari infeksi sistemik. Perlu pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi anak dan penyebab pasti infeksi.
Muncul pembengkakan di sekeliling bekas luka senat yang bertambah parah setelah satu minggu.
2. Tanda Luka Sunat Infeksi pada Orang Dewasa
Pada pria dewasa, sunat dianggap sebagai pilihan pengobatan untuk membantu mengatasi beberapa infeksi pada penis, seperti balanitis (peradangan pada kulup atau kepala penis).
Meskipun infeksi pascaoperasi sunat jarang terjadi, tanda luka sunat infeksi yang mungkin dialami pria dewasa, di antaranya:
Kepala penis terasa nyeri
Gelembung pascasunat berisi nanah yang berbau dan keruh
Luka sunat yang tidak kunjung sembuh
Demam tinggi
Nyeri yang timbul secara tiba-tiba pada penis atau memburuk seiring waktu
Pembengkakan di sekitar luka sunat
Pendarahan terus-menerus
Perubahan warna kulit penis
Kesulitan buang air kecil
Pembengkakan atau nyeri di area selangkangan
Perut terasa kaku dan keras
Apa yang Harus Dilakukan Jika Luka Sunat Infeksi?
Dalam kondisi normal, anak-anak dan orang dewasa yang disunat biasanya membutuhkan waktu sekitar 7-10 hari untuk proses penyembuhan luka. Selama periode ini, apabila luka sunat terinfeksi, gejala mungkin akan timbul dalam waktu 3-5 hari setelah prosedur sunat.
Ketika luka sunat terinfeksi, rasa sakit dan pembengkakan di penis dapat berlangsung hingga berhari-hari dan bertambah parah seiring waktu. Segera periksakan diri ke dokter jika hal ini terjadi.
Dokter akan memeriksa kondisi penis secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab infeksi. Jika hasil diagnosis menunjukkan adanya infeksi, pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian antibiotik.
Untuk mengatasi luka sunat yang terinfeksi, dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik, baik obat minum ataupun salep. Mengutip Circumcision Clinic London, antibiotik yang paling umum digunakan untuk infeksi ringan pada luka sunat adalah flukloksasilin yang mengandung penisilin. Penderita harus minum obat antibiotik sampai habis.
Selain itu, dokter juga mungkin meresepkan obat pereda nyeri yang dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan. Jangan lupa beristirahat yang cukup untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan proses penyembuhan luka.
Pada kasus yang jarang terjadi, anak-anak atau orang dewasa yang memiliki penyakit tertentu mungkin akan mengalami infeksi kulit yang lebih parah. Mereka mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pemantauan yang ketat dan diberikan obat antibiotik yang lebih kuat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Sunat Cincin? Begini Penjelasannya!
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan sunat?

Apa yang dimaksud dengan sunat?
Sunat atau dalam istilah medis disebut dengan sirkumsisi adalah prosedur bedah untuk menghilangkan kulit luar yang menutup ujung batang penis (kulup).
Apa saja manfaat sunat?

Apa saja manfaat sunat?
Beberapa manfaat sunat meliputi mengurangi risiko infeksi saluran urine serta mengurangi risiko peradangan kulit dan penyimpangan yang disebut parafimosis.
Apakah eritema bisa muncul pada penis?

Apakah eritema bisa muncul pada penis?
Eritema adalah munculnya bercak kemerahan pada kulit akibat pelebaran pembuluh darah. Eritema pada penis yang memburuk setelah sunat bisa menjadi tanda infeksi.
