Dampak Corona, 978 Pekerja di Sultra Dirumahkan

Dampak Virus Corona (COVID-19) terhadap dunia usaha semakin terpukul. Sebanyak 35 perusahaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa merumahkan pekerjanya. Akibatnya, sebanyak 978 orang pekerja dirumahkan.
Kepala Bidang Pembinaan Industri dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Sultra, Muhammad Amir Taslim menjelaskan, dari data 35 perusahaan tersebut, terdapat 977 pekerja yang di rumahkan dan 1 pekerja mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Rata-rata yang terkena dampak COVID-19 ini, merupakan pekerja di bidang industri perhotelan dan rumah makan. Terbanyak itu dari Kendari, ada 23 perusahaan, kemudian Wakatobi 11 perusahaan, Kolaka 1 perusahaan dan Konawe Utara 1 perusahaan,” beber Muhammad Amir Taslim.
Hingga saat ini Disnakertrans Sultra terus memperbaharui data jumlah pekerja yang dirumahkan akibat Virus Corona. Pihaknya berharap, para pekerja yang di rumahkan dapat kembali bekerja setelah pandemi Virus Corona berakhir. Mengingat, para pekerja ini hanya di rumahkan, dan bukan PHK.
“Jadi otomatis mereka dalam status masih pekerja, cuma karena dampak Covid-19 ini mereka di rumahkan. Jadi mereka ini masih pekerja, tapi mekanisme di rumahkan ini yang harus di atur, oleh perusahaan dan pekerjanya,” harapnya.
Ditempat terpisah, Kepala Disnakertrans Sultra, Saemu Alwi mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya terus berupaya mendata jumlah pekerja yang di rumahkan akibat Covid-19. Ia pun berharap agar gelombang PHK oleh perusahaan terhadap para pekerja tidak semakin meluas ditengah masa sulit akibat Virus Corona.
“Karena kalau PHK, bukan hanya berdampak pada pekerjanya. Tapi terhadap keluarga pekerja juga, olehnya kita berharap jangan sampai ada PHK, dan saat ini juga sudah ada kartu pra kerja dari pemerintah pusat. Kita berharap ini bisa membantu, utamanya bagi karyawan yang di rumahkan atau di PHK,” ucapnya.
𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙠𝙚𝙣𝙙𝙖𝙧𝙞𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 𝙙𝙞 𝙄𝙣𝙨𝙩𝙖𝙜𝙧𝙖𝙢 @𝙠𝙚𝙣𝙙𝙖𝙧𝙞𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙡𝙞𝙠 𝙩𝙤𝙢𝙗𝙤𝙡 '𝙄𝙆𝙐𝙏𝙄' 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙧𝙖𝙜𝙖𝙢 𝙞𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙧𝙞𝙠 𝙡𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙙𝙞 𝙎𝙪𝙡𝙖𝙬𝙚𝙨𝙞 𝙏𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧𝙖.
