Kumparan Logo
Konten Media Partner

Yusuf Kardawi Tewas, Dokter: Akibat Pukulan Benda Tumpul di Kepala

kendarinesiaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala RSUP Bahtermas, dr. Sjarif Subijakto, Foto: Wiwid Abid Abadi/kendarinesia.
zoom-in-whitePerbesar
Kepala RSUP Bahtermas, dr. Sjarif Subijakto, Foto: Wiwid Abid Abadi/kendarinesia.

Yusuf Kardawi, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, dinyatakan meninggal dunia pada sekitar pukul 04.00 WITA, Jumat (27/9).

Ia sempat menjalani operasi di RSUP Bahteramas Kendari usai terlibat bentrok dengan polisi saat ikut aksi ribuan mahasiswa menolak sejumlah RUU di DPRD Sultra, Kamis (26/9).

Kepala RSUP Bahteramas, dr. Sjarif Subijakto, mengonfirmasi bahwa Yusuf meninggal dunia akibat menderita trauma di bagian kepala. “Trauma di kepala akibat pukulan benda tumpul yang keras,” kata dr. Sjarif.

Sjarif bilang, trauma di kepala itu disebabkan adanya luka retak dan pecah pada tengkorak kepala Yusuf.

“Ada retak di tiga tempat (di kepala Yusuf). Seperti ubin lantai kalau dipukul," sambungnya.

kumparan post embed

Ia memastikan, luka retak di kepala Yusuf diakibatkan oleh pukulan benda tumpul, dan bukan disebabkan karena peluru atau tembakan.

“Jadi bukan (retak) akibat peluru, karena kalau peluru itu lubangnya lurus, tapi ini retak. Retak yang menyebabkan pendarahan kepala atau gegar otak," pungkasnya.

Dengan wafatnya Yusuf, demonstrasi ribuan mahasiswa yang menolak RUU KUHP, RUU Pertanahan, penolakan kenaikan BPJS, dan mendesak mencabut RUU KPK di DPRD Sultra menimbulkan dua korban jiwa. Korban meninggal pertama adalah Randy, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO.

Wiwid Abid Abadi