Konten dari Pengguna

Belajar Angklung Langsung di Kampung Adat Cirendeu Cimahi

KEVIN AFKAR ROSDI

KEVIN AFKAR ROSDI

Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Sangga Buana YPKP Bandung

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KEVIN AFKAR ROSDI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siswa studi tur dari sekolah internasional Singapura tampak fokus mempraktikkan permainan angklung di Kampung Adat Cirendeu, Cimahi. (Dok. Penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Siswa studi tur dari sekolah internasional Singapura tampak fokus mempraktikkan permainan angklung di Kampung Adat Cirendeu, Cimahi. (Dok. Penulis)

CIMAHI, Bandung Raya — Sejumlah siswa dari sebuah sekolah internasional di Singapura mengikuti studi tur budaya di Kampung Adat Cirendeu, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026). Dalam kunjungan ini, para pelajar diajak belajar memainkan angklung, alat musik tradisional Sunda yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Jawa Barat, di sela-sela eksplorasi wisata edukatif yang dirancang untuk memperkenalkan kearifan lokal Nusantara kepada generasi muda global.

Kegiatan dipandu oleh pemandu lokal setempat yang juga memberi pengantar tentang sejarah dan makna budaya angklung dalam kehidupan masyarakat Sunda. “Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan musik tradisional Indonesia, tetapi juga menjadi wadah untuk memahami nilai-nilai kebersamaan dan kolaborasi antarbudaya,” ujar guru pendamping rombongan, yang berasal dari sekolah peserta studi tur. Para siswa tampak antusias saat pertama kali mencoba memainkan alat musik bambu yang memerlukan koordinasi kelompok tersebut.

Kampung Adat Cirendeu sendiri adalah salah satu desa adat yang mulai dikenal sebagai objek wisata budaya di wilayah Cimahi. Kampung ini terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, dan kerap dijadikan tujuan wisata edukatif maupun weekend getaway oleh warga Bandung Raya. Kota Cimahi sendiri selama beberapa tahun terakhir mulai mengembangkan potensi Kampung Adat Cirendeu sebagai destinasi wisata budaya guna meningkatkan ekonomi lokal dan memperkenalkan kearifan tradisional yang masih terjaga di komunitas ini.(Sumber: Antara) https://www.antarafoto.com/view/2395169/cirendeu-festival-in-cimahi-city/

Selain aktivitas budaya, kawasan wisata ini juga cukup ramah bagi pengunjung dari sisi biaya. Untuk parkir kendaraan, wisatawan umumnya hanya perlu membayar sekitar Rp2.000, sehingga akses kunjungan terasa terjangkau, termasuk bagi rombongan pelajar. Di sekitar area wisata, pengunjung juga dapat menemukan berbagai jajanan jadul yang dijual mulai dari Rp1.000, menambah pengalaman wisata yang lebih hangat dan dekat dengan nuansa tradisional.

Sejarah dan kehidupan di Kampung Adat Cirendeu sarat dengan nilai-nilai yang unik. Masyarakat di kawasan ini dikenal mempertahankan tradisi lama, termasuk mengonsumsi singkong sebagai makanan pokok yang diolah menjadi rasi, yang mencerminkan identitas budaya pangan mereka, berbeda dari masyarakat lain di sekitarnya. Pendekatan hidup yang selaras dengan alam ini mencerminkan kearifan lokal yang turut menarik minat wisatawan sambil tetap mendukung pelestarian lingkungan.

Pelatih angklung memberikan arahan teknik permainan di depan rombongan siswa studi tur saat kegiatan wisata edukasi budaya di Kampung Adat Cirendeu, Cimahi. (Dok. Penulis)

Selain mempelajari angklung, para pelajar juga diajak melihat langsung kehidupan sehari-hari warga Kampung Adat Cirendeu yang ramah terhadap perubahan modern, namun tetap menjaga nilai tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Keberadaan kampung adat ini juga diajak untuk langsung dirasakan oleh pengunjung melalui beragam kegiatan budaya yang digelar secara berkala, termasuk festival kesenian yang menampilkan alat musik tradisional, kuliner lokal, hingga ritual adat masyarakat setempat.

Salah satu siswa peserta tur, Liam, menyatakan bahwa pengalaman belajar angklung bersama teman-teman dari sekolahnya memberi wawasan baru tentang budaya Indonesia. “Awalnya kami hanya tahu tentang wayang dan batik. Tapi setelah belajar angklung di sini, aku jadi lebih mengenal musik tradisional dan masyarakat Sunda itu sendiri,” ujarnya.

Kampung Adat Cirendeu kini menjadi contoh bagaimana budaya tradisional dapat dipadukan dengan edukasi lintas negara, memperkuat hubungan antarbudaya, sekaligus mendorong pengembangan wisata berbasis budaya di wilayah Bandung Raya. Para pemangku kepentingan di Cimahi berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, membuka peluang lebih luas bagi pelajar internasional lain untuk datang, belajar, dan semakin mengenal kekayaan budaya Indonesia dari sumbernya langsung.