KKN Kelompok 25 UPI Sumedang Angkat Potensi UMKM Gula Gumeulis Dusun Lamuniser

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang, Kelompok 25 Desa Sukapura Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang Tahun 2026.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKN Kelompok 25 Desa Sukapura tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gula Gumeulis, Warisan Turun-Temurun Dusun Lamuniser
Sumedang (3/07/2026) – Salah satu potensi unggulan yang mendapat perhatian adalah usaha gula merah tradisional bernama Gula Gumeulis, sebuah produk olahan nira aren yang telah diproduksi sejak tahun 1978 dan menghadirkan cita rasa khas dari hasil bumi Dusun Lamuniser. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang, Jumat (3/07/2026), terus berupaya mengangkat potensi lokal yang dimiliki Dusun Lamuniser, Desa Sukapura, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.
Gula Gumeulis merupakan usaha yang digeluti oleh Bapak Asman (64), pengrajin yang mewarisi keterampilan membuat gula merah dari kakeknya sejak usia 16 tahun. “Saya mulai produksi gula ini dari tahun 1978, waktu itu umur saya baru 16 tahun, ikut kakek saya. Setelah kakek meninggal, saya lanjutkan usaha ini dibantu kakak saya sampai sekarang,” ujar Bapak Asman saat ditemui tim KKN di kediamannya. Nama Gula Gumeulis sendiri merupakan singkatan dari "Gula Merah Asli Lamuniser" , yang awalnya digagas oleh kelompok atau komunitas pembuat gula merah di dusun tersebut sebagai identitas bersama untuk membedakan produk mereka dari gula aren di wilayah lain.
Dirintis sejak tahun 1978, Bapak Asman terus mempertahankan cara pengolahan yang sepenuhnya tradisional. Gula Gumeulis dibuat dari pohon nira aren (Arenga pinnata) yang tumbuh secara alami di kawasan perbukitan dan kebun milik warga sekitar. Nira disadap setiap pagi dan sore, kemudian disaring untuk menghilangkan kotoran sebelum dimasak menggunakan tungku kayu bakar selama beberapa jam hingga mengental. Proses memasak nira membutuhkan ketelitian tinggi karena pengrajin harus terus-menerus mengaduk cairan agar tidak gosong dan menghasilkan warna cokelat yang merata. Setelah mencapai tingkat kekentalan tertentu, gula dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan hingga mengeras sempurna. Seluruh tahapan ini tetap dilakukan tanpa bahan pengawet maupun pewarna tambahan, sehingga menghasilkan cita rasa alami yang menjadi ciri khas Gula Gumeulis dibandingkan gula merah dari daerah lain.
Keunggulan Gula Gumeulis tidak hanya terletak pada proses pembuatannya yang alami, tetapi juga pada kemasannya yang sederhana dan ramah lingkungan. Saat ini, Gula Gumeulis dijual dengan harga Rp5.000 untuk isi 10 biji, dibungkus menggunakan daun kelapa kering sesuai tradisi turun-temurun. Bapak Asman menuturkan bahwa harga gula merah buatannya dulu jauh lebih murah, yaitu berkisar antara Rp100 hingga Rp250 rupiah, meski ia tidak dapat memastikan pada tahun berapa harga tersebut berlaku.
Sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kelompok 25 yang ditempatkan di Desa Sukapura melakukan survei lapangan dan wawancara langsung dengan Bapak Asman untuk menggali potensi produk lokal ini. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendokumentasikan proses produksi sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal, sekaligus mendorong penguatan branding produk agar Gula Gumeulis memiliki daya saing dan akses pemasaran yang lebih luas. Dalam kunjungannya, tim KKN tidak hanya menyaksikan proses penyadapan nira hingga pencetakan gula, namun juga berbincang langsung dengan Bapak Asman mengenai sejarah usaha, tantangan yang dihadapi pengrajin, serta harapan agar Gula Gumeulis semakin dikenal di luar wilayah Sukapura. Dari hasil survei ini, tim KKN berencana menyusun rekomendasi berupa penguatan kemasan produk, pembuatan label/identitas visual, hingga edukasi pemasaran melalui media sosial, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pelaku usaha lokal di Dusun Lamuniser.
Melalui kegiatan pendataan dan publikasi ini, KKN Kelompok 25 UPI Kampus Sumedang berharap Gula Gumeulis semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan Dusun Lamuniser, sehingga kesejahteraan para pengrajin seperti Bapak Asman dapat terus meningkat.
Penulis & editor: Nazwa Khoirunnisa, Novita Alisya Putri, Salwa Tri Aulia, & Septiana Zahroh Asari Utomo
KKN Kelompok 25 UPI Tahun 2026
