Uluran Tangan untuk Mereka yang Disapa Bencana di Awal Tahun

Setidaknya 67 orang meninggal dunia akibat banjir di Jabodetabek dan Banten, awal tahun ini. Catatan kumparan, bencana alam yang mayoritasnya dipicu hujan deras itu pun terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia. Berikut data-datanya.
Banjir di Bandung Barat
Warga Perumahan Cimareme Indah, Kabupaten Bandung Barat, harus mengungsi lantaran banjir setinggi hingga 180 sentimeter. Banjir terjadi karena tanggul sungai yang jebol tak kuat menahan volume air.
Banjir di Talibura, Nusa Tenggara Timur
52 rumah dan dua hektare sawah terendam karena meluapnya Sungai Tadanong. Bahkan, bangunan Madrasah Ibtidaiyah di Tanjung Darat roboh.
Banjir Bandang di Sulawesi Utara
Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, menewaskan dua orang. 80 orang lain diungsikan.
Air Bah Landa Kabupaten Tegal
Banjir merendam 2 kecamatan di Kabupaten Tegal, mengakibatkan 4 rumah rusak dan 7 Kepala Keluarga mengungsi. Untuk bertahan hidup, mereka membutuhkan sembako, air bersih, alat dapur, hingga perlengkapan bayi.
Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Terendam Banjir
Banjir melanda Kecamatan Cempaka, Kecamatan Liang Anggang, Kelurahan Sungai Tiung, hingga Kelurahan Kemuning. Setidaknya 456 warga terdampak—termasuk 159 rumah dan 3 sekolah.
Banjir di Dompu, Nusa Tenggara Barat
Banjir di Dompu, Nusa Tenggara Barat, merendam sejumlah titik jalan raya. Hampir memutus akses transportasi.
Angin Kencang Berhembus di Kolaka Utara
Di Kolaka Utara, Sulawesi Utara, angin kencang merusak puluhan rumah. Sebagian rumah tertimpa pohon. Ada juga yang atapnya terlepas.
***
Banjir mungkin sudah surut di sebagian wilayah, namun dampak dari bencana-bencana itu tidak serta merta hilang.
Mari, para pembaca, membantu para korban bencana itu melalui kumparanDerma.
---
Stori ini merupakan bagian dari campaign kumparanDerma. Ayo berderma sekarang.
Untuk info, saran dan kritik mengenai kumparanDerma, sila kirim ke cs.derma@kumparan.com.

