Konten dari Pengguna

Dr. Dandi Ungkap Rahasia Regulasi Kampus di SIAKAD Cloud

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

video youtube embed

Surabaya, 4 Juli 2025 – Kepatuhan terhadap regulasi akademik yang kompleks dari pemerintah dan kebijakan internal merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia. Salah kelola dalam aspek ini tidak hanya berisiko pada sanksi administratif, tetapi juga pada reputasi dan akreditasi institusi. Solusi untuk mitigasi risiko ini terletak pada sistem administrasi akademik yang andal dan adaptif.

Topik fundamental ini menjadi pembahasan utama dalam seminar terbaru yang digelar oleh SEVIMA, yang dihadiri oleh ribuan rektor, wakil rektor bidang akademik, dan dosen dari seluruh nusantara. Dalam forum tersebut, Dr. Dandi Darmadi, M.A.P., seorang Pakar Digitalisasi Kampus dan Pendidikan Tinggi terkemuka, membedah bagaimana platform digital seperti SIAKAD Cloud dirancang secara spesifik untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kepatuhan regulasi kampus.

Dr. Dandi, yang pengalamannya terbentang lebih dari satu dekade sebagai Dosen Administrasi Publik di Universitas Andi Djemma, konsultan, hingga Training Manager di SEVIMA, menyatakan bahwa fondasi dari sebuah sistem informasi akademik (SIAKAD) yang baik haruslah regulasi itu sendiri.

"Banyak yang mengira SIAKAD hanya sebatas alat input nilai atau KRS online. Padahal, fungsi strategisnya jauh lebih dalam. SIAKAD yang modern harus mampu menjadi tulang punggung yang memastikan setiap proses akademik, dari penerimaan mahasiswa baru hingga kelulusan, berjalan sesuai koridor peraturan yang berlaku," papar Dr. Dandi.

Dirancang Berdasarkan Regulasi

Menjawab pertanyaan mengenai kemampuan sistem dalam mendukung kebijakan, Dr. Dandi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tujuan utama dari pengembangan platform. Menurutnya, fitur-fitur yang ada tidak dibuat dalam ruang hampa, melainkan disusun berdasarkan kebutuhan regulasi yang ada.

"SIAKAD Cloud tentu memiliki fitur yang dirancang khusus untuk mendukung kebijakan dan regulasi akademik di kampus, dan itu memang yang menjadi dasar dari pembentukan atau penyusunan dari fitur-fitur yang ada di SIAKAD Cloud," ungkap Dr. Dandi Darmadi dalam seminarnya.

Beliau kemudian merinci bagaimana platform tersebut menyediakan alat-alat esensial untuk tata kelola akademik yang patuh aturan. "Platform ini menyediakan alat untuk bagaimana mengelola kurikulum, administrasi mahasiswa, penilaian, serta pelaporan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh institusi pendidikan, begitupun dengan pemerintah," lanjutnya. Hal ini memastikan bahwa data yang dihasilkan tidak hanya akurat untuk kebutuhan internal, tetapi juga siap dan sesuai format untuk pelaporan wajib ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

Fleksibilitas untuk Kebijakan Unik Kampus

Sebagai seorang praktisi yang aktif mendukung pengelolaan sistem di lebih dari 1.200 perguruan tinggi, Dr. Dandi memahami bahwa setiap kampus memiliki kebijakan spesifik yang menjadi ciri khas atau keunggulannya. Sistem yang kaku dan tidak bisa disesuaikan justru akan menghambat inovasi.

Oleh karena itu, kemampuan kustomisasi menjadi faktor pembeda yang krusial. Sistem yang ideal harus mampu beradaptasi dengan kebijakan unik setiap institusi, selama kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.

"Selain itu, SIAKAD Cloud juga memungkinkan penyesuaian fitur sesuai dengan kebutuhan dari perguruan tinggi secara spesifik, kebijakan kampus, jika itu memang didukung oleh regulasi peraturan perundang-undangan," tambah Dr. Dandi.

Fleksibilitas ini, jelasnya, memungkinkan kampus untuk menerapkan aturan-aturan khusus seperti syarat mata kuliah prasyarat yang unik, kebijakan cuti akademik yang spesifik, atau model penilaian khas program studi tertentu langsung ke dalam sistem. Dengan demikian, sistem tidak hanya menjamin kepatuhan terhadap regulasi eksternal (pemerintah), tetapi juga menegakkan regulasi internal kampus secara konsisten dan otomatis.

Paparan dari Dr. Dandi Darmadi dalam forum SEVIMA ini memberikan pencerahan bagi ribuan pimpinan perguruan tinggi. Ini mengukuhkan bahwa investasi pada platform seperti SIAKAD Cloud bukan lagi sekadar belanja teknologi, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, menjamin kepatuhan, dan membebaskan sumber daya manusia dari pekerjaan administratif manual agar bisa lebih fokus pada peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi.