Konten dari Pengguna

Penyederhanaan & Integrasi Aplikasi di Perguruan Tinggi, Dosen dan Mahasiswa

pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
pexels.com

Pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam membangun bangsa. Di Tengah perkembangan teknologi yang pesat, seperti kecerdasan buatan (AI), mataverse, dan big data, kita dihadapkan pada tantangan besar yaitu bagaimana menjaga identitas Pendidikan di Indonesia yang berakar dari budaya lokal, dalam menghadapi era digital bukanlah hal yang mudah. Kita bisa mengintegrasikan teknologi dan kearifan lokal secara seimbang, sehingga tujuan dari itu semua menciptakan manusia yang berakal, cerdas, beriman dan berbudi pekerti luhur.

Dalam keseharian kita, teknologi yang canggih dan tentunya sekarang dibuat lebih sederhana dalam bidang TI khususnya di perguruan tinggi. Diharapkan bisa membantu peran pengajar, staff dan mahasiswa bisa lebih mudah dalam menggunakan aplikasi teknologi yang terbaru.

Contoh Integrasi teknologi dalam perguruan tinggi

1. Media pembelajaran online, contoh learning management system (LMS), yaitu Google Clasroom, Zoom dll

2. Adanya aplikasi perpustakaan digital; Menurut Association of research Liberaries (ARL) tujuan perpustakaan digital untuk memberikan kelancaran dalam proses pengembangan yang sistematis dengan cara menyimpan, mengumpulkan dan mengorganisasi pengetahuan dalam format digital. Mahasiswa dapat mengakses buku-buku dalam bentuk digital dan mempelajarinya, tanpa harus dating langsung ke perpustakaan.

3. PMB online; Penerimaan mahasiswa baru saat ini bisa dilakukan secara online, hal ini efektif bagi calon mahasiswa yang jauh yang ingin mendaftarkan ke kampus tersebut. Peserta didik dapat melakukan pendaftaran secara online melalui website. Serta bisa melakukan tes secara online disebut juga Tes CBT atau (Computer Based Test) Calon mahasiswa hanya perlu datang ke kampus jika ia diterima atau ada pengurusan administrasi. Hal ini dapat menghemat waktu dan memudahkan peserta didik dan orang tua.

4. Mengisi jadwal mengajar dosen dan abesensi mahasiswa menggunakan barcode; Sistem ini dapat memudahkan kampus atau perguruan tinggi untuk mencatat kegiatan akedemik dosen dan mahasiswa sehingga pihak penanggung jawab dapat membantu kedisiplinan. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan edlink atau aplikasi lainnya.

Dengan mengintegrasikan pendekatan tersebut ke dalam system yang baru yaitu penyederhanaan terdapat beberapa kampus di luar sana menemukan masalah yang terjadi pada aplikasi tersebut. Contoh ada temuan masalah yang terjadi di system informasi yang tidak saling terintegrasi adalah alur administrasi yang ribet dalam penggunaan database, maka system yang didalamnya akan bertambah rumit dan membuat tidak efisisen bukan menjadi sederhana. Maka kegiatan pengolahan dan perputaran informasi akan lambat.

Solusi dari masalah tersebut adalah dengan cara itegrasi layanan harus terintegrasi dan dibuat dengan metode model yang sederhana bagi kebutuhan di perguruan tinggi dengan digitalisai lebih modern dan kualitas yang baik. Setelah itu diadakan sosialisai penggunaan aplikasi kepada dosen, staf dan mahasiswa. Dengan mengintegrasikan pendekatan-pendekatan tersebut dalam implementasi pendidikan, dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, diperlukannya persiapan dengan sangat matang agar dapat diterapkan seiring dengan perkembangan dunia pendidikan dalam mewujudkan universitas yang komprehensif berbasis sistem informasi yang memberikan nilai tambah di zaman modern sekarang ini.

Ingatlah bahwa menjadi agen teknologi memerlukan kesabaran, ketekunan, dan kemampuan komunikasi yang baik. Dengan dedikasi dan upaya, anda dapat berkontribusi pada kemajuan system aplikasi teknologi dan membantu di lingkungan khususnya memanfaatkannya dengan lebih baik.

Ayo, mari bergerak menjadi agen teknologi untuk kemanfaatan masyarakat dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini.

*) Penulis: Riska Sukmawati, S.P., M.Si (Institut Teknologi dan Bisnis Riyadlul Ulum Tasikmalaya)