30 ASN Penghuni Pertama IKN Diundang Jokowi ke Istana, Target Awal 16 Ribu
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi mengundang 30 ASN (Aparatur Sipil Negara) yang akan pindah pertama dan menjadi penghuni awal Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Kehadiran mereka bersamaan dengan acara pengumuman logo baru IKN Nusantara.
Mengawali pidato sambutannya, Presiden Jokowi menyebut satu per satu tamu undangan yang hadir. Seperti Panglima TNI, Kapolri, rektor perguruan tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim), hingga lurah kawasan IKN Nusantara. Jokowi juga menyapa 30 ASN yang hadir.
"Ada juga tadi ASN, ada 30 orang sudah siap untuk segera pindah [ke IKN Nusantara]. Yang mana sih? Mana? Ada? Nah itu udah, 30-an itu. Dan juga mahasiswa dari Kalimantan Timur," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (30/5).
Seiring dengan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN Nusantara, pemerintah juga terus menyiapkan skenario pemindahan ASN. Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Abdullah Azwar Anas, mengatakan Presiden Jokowi memerintahkan 16 ribu ASN akan dipindahkan ke IKN pada fase awal.
Dia menambahkan, awalnya jumlah ASN yang akan dipindahkan ke IKN mencapai 6.000 orang. Namun, Anas mengatakan Presiden Jokowi meminta penambahan jumlah menjadi 16 ribu ASN agar tidak terlalu sepi.
“Nah ini kita simulasikan, semula ada skenario 6.000 kalau 6.000 kan terlalu sepi, maka Bapak Presiden meminta ditambah termasuk skenario 20.000. Ketemu lah skenario 16.000-an di mana 11.000-nya adalah ASN, selebihnya adalah tenaga dari Hankam,”
-Abdullah Azwar Anas, MenPAN RB, di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (15/3)-
Mantan Gubernur Banyuwangi itu menyebut banyak ASN muda yang berminat untuk dipindahkan ke IKN. Anas mengatakan alasan tingginya minat ASN dimutasi ke ibu kota baru karena di sana dinilai lebih tenang dan udaranya bagus.
“Karena mereka tertarik di IKN Nusantara justru lebih tenang tidak ada kemacetan dan bahkan di sana digital tempatnya sehat oksigennya banyak dan suratnya meluncur ke kami tapi yang menolak justru nggak ada,” ujar MenPAN RB.
