Kumparan Logo

Ada SPBU Listrik di Fatmawati, Pertamina Kini Jualan Listrik ke Pengendara

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Pertamina yang terletak di SPBU Fatmawati mulai beroperasi hari ini, Jumat (10/12). Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Pertamina yang terletak di SPBU Fatmawati mulai beroperasi hari ini, Jumat (10/12). Foto: Pertamina

Kalau melintas di Jl. Fatmawati, Jakarta Selatan, kini Kamu bisa menjumpai SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) atau semacam SPBU khusus untuk kendaraan listrik. Ini merupakan SPKLU pertama di Indonesia yang dimiliki PT Pertamina (Persero).

Peresmian SPKLU ini dilakukan Kamis (10/12), bersamaan dengan HUT ke-6 perusahaan migas milik BUMN tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menyatakan ini adalah salah satu upaya Pertamina dalam mendukung Pemerintah untuk mendorong tumbuhnya ekosistem Kendaraan Listrik dalam negeri dengan meluncurkan SPKLU yang akan melayani masyarakat secara langsung.

“Inilah hasil inovasi Pertamina untuk mendukung penggunaan energi bersih dan energi terbarukan di Indonesia sekaligus sebagai persembahan Pertamina pada HUT-nya yang ke-63,” kata Fajriyah dikutip kumparan, Jumat (11/12).

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Pertamina yang terletak di SPBU Fatmawati mulai beroperasi hari ini, Jumat (10/12). Foto: Pertamina

Dia menjelaskan, SPKLU yang terpasang di SPBU Fatmawati ini merupakan Stasiun Pengisian Daya Fast Charging 50 kW yang mendukung pengisian daya dari berbagai type gun mobil listrik di Indonesia.

Menurutnya, lokasi SPBU Fatmawati pun dipilih dengan berbagai pertimbangan. Selain wilayah ini termasuk memiliki pasar yang potensial, lokasi ini juga memiliki fasilitas tempat tunggu baik restaurant ataupun gerai kopi yang dapat digunakan konsumen menunggu pengisian daya berlangsung.

SPKLU ini memiliki fasilitas yang dapat mengisi dua kendaraan sekaligus (2 in 1) dengan metode fast charging. Dengan begitu maka pelanggan tidak perlu menunggu terlalu lama selama masa pengisian.

Fajriyah menambahkan, mobil listrik diprediksi akan menjadi trend di masa depan. Karena itu Pertamina mulai mempersiapkan diri sejak saat ini untuk mengantisipasi transisi energi yang akan terjadi.

“Dengan dukungan stakeholder, Pertamina siap mengembangkan bisnis pengisian daya mobil listrik di masa depan untuk mendukung Indonesia Maju, ramah lingkungan dan bebas polusi,” pungkas Fajriyah.