Kumparan Logo

SPBU se-Indonesia Sudah Digitalisasi, Kendaraan Peminum BBM Subsidi Kini Terdata

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Illustrasi BBM Premium. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi BBM Premium. Foto: Istimewa

Program digitalisasi SPBU se-Indonesia kini sudah rampung, atas kerja sama PT Pertamina (Persero) bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Dengan digitalisasi SPBU tersebut, berbagai data transaksi dan stok BBM terdata, termasuk pelat nomor kendaraan pengguna BBM subsidi.

Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa, menyampaikan pihaknya telah membuat program digitalisasi untuk semua penyalur BBM, sehingga ke depannya pengawasan dari BPH Migas akan lebih efektif.

"Sampai dengan saat ini hampir 100 persen ATG (Automatic Tank Gauge) dan EDC (Electronic Data Capture) sudah dipasang, hasil kerja sama Telkom dan Pertamina. Ini juga merupakan upaya agar alokasi APBN yang diberikan untuk subsidi BBM bisa tepat volume dan tepat sasaran," kata Fanshurullah Asa seperti dilansir Antara, Kamis (10/12).

Digitalisasi SPBU Pertamina se-Indonesia ini dilakukan oleh Telkom, sebagai sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di setiap SPBU. Data tersebut bersifat real time, sehingga penyaluran bahan bakar minyak (BBM) berjalan efektif dan efisien.

Sehingga melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan BBM, transaksi pembayaran di SPBU serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi.

PT Pertamina melaksanakan program Digitalisasi SPBU, Program BBM Satu Harga, dan Program Pertamina Shop guna mengembangkan inovasi bisnis. Foto: Pertamina

"Penyelesaian digitalisasi SPBU merupakan momen penting bagi Telkom dalam menghadirkan sebuah sistem yang terintegrasi penyaluran BBM. Digitalisasi SPBU ini tentunya memberikan banyak manfaat yang dapat dirasakan tidak hanya bagi Pertamina sebagai penyalur BBM, tapi juga pemerintah dan masyarakat," kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah.

Di samping itu, lanjut Ririek, seluruh data digitalisasi tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang. Seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, serta BPH Migas sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM. Termasuk yang bersubsidi yaitu Biosolar (B30) dan BBM penugasan Premium.

kumparan post embed

Beberapa fitur data yang dapat diperoleh dari digitalisasi SPBU, meliputi program prepurchase (bayar dulu baru isi BBM), cashless program dengan menggunakan digital payment, termasuk pencatatan nomor polisi kendaraan yang melakukan pengisian BBM subsidi.

Kemudian, profiling customer yang berbasis loyalty program aplikasi MyPertamina, di mana masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi dan mengetahui ketersediaan BBM yang dibutuhkan.

Kolaborasi Telkom dan Pertamina ini dimulai sejak penandatanganan kerja sama digitalisasi SPBU, sebagai tindak lanjut dari penugasan Kementerian ESDM kepada Pertamina untuk menggunakan sistem pencatatan penyaluran BBM subsidi secara elektronik sampai di ujung titik serah penyalur (nozzle).

Dalam kurun waktu dua tahun berjalan, program digitalisasi SPBU ini telah selesai diimplementasikan dan manfaatnya telah dirasakan oleh berbagai stakeholder terkait, masyarakat hingga pemerintah.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: