Ada Tambahan 10 GW PLTG, SKK Migas Sebut Kebutuhan LNG Naik 200 Kargo

7 Oktober 2025 14:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ada Tambahan 10 GW PLTG, SKK Migas Sebut Kebutuhan LNG Naik 200 Kargo
Permintaan gas bumi semakin meningkat, baik untuk industri maupun ketenagalistrikan.
kumparanBISNIS
PLTG Senipah Foto: http://www.kartanegaraep.com
zoom-in-whitePerbesar
PLTG Senipah Foto: http://www.kartanegaraep.com
ADVERTISEMENT
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat kebutuhan gas alam cair (LNG) naik hingga puncaknya 200 kargo, seiring dengan rencana penambahan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 10,4 gigawatt (GW).
ADVERTISEMENT
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, mengatakan permintaan gas bumi semakin meningkat, baik untuk industri maupun ketenagalistrikan.
Apalagi dengan adanya Rancangan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, rencananya PT PLN (Persero) akan menambah kapasitas pembangkit sekitar 71,2 GW. Khusus untuk PLTG, penambahannya mencapai 10,3 GW.
"Kami mencatat misalnya PLN kelistrikan dari RUPTL yang sudah ditetapkan, kebutuhannya juga meningkat drastis. Jadi dengan pembangunan 10,4 GW (PLTG) itu akan ada tambahan pada peak-nya itu 200 kargo," ungkapnya saat Forum Group Discussion (FGD) Kadin Indonesia, Selasa (7/10).
Meski demikian, Kurnia menyebut kemampuan penambahan produksi gas bumi dalam negeri ditentukan oleh banyak hal, salah satunya peningkatan investasi hulu migas. Dia melihat trennya masih cukup menjanjikan saat ini.
ADVERTISEMENT
"Sampai dengan tahun 2025, kita sebenarnya menargetkan bisa mencapai angka investasi USD 16,5 miliar. Seharusnya dengan adanya penambahan investasi bisa menangkap penambahan produksi ke depan, baik itu dari sisi oil maupun gas," jelas Kurnia.
FGD Kadin Indonesia soal Keberlanjutan Gas Bumi untuk Industri Nasional, Selasa (7/10/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
SKK Migas mencatat, saat ini produksi gas bumi masih di kisaran 5.000 sampai 6.000 billion standard cubic feet per day (BSCFD), masih setengah dari target pada tahun 2030 sebesar 12 BSCFD.
Untuk mencapai target produksi gas tersebut, Kurnia menyebutkan Indonesia butuh penambahan investasi setidaknya USD 26 miliar. Target investasi yang tinggi tersebut perlu didukung dengan kebijakan fiskal yang menarik.
"Proyeksi kami untuk mencapai angka 12 billion standard cubic feet per day di 2030, investasi kita itu harus 26 billion USD. Nah ini tentu satu hal yang harus menjadi perhatian kita bersama, artinya kalau memang saat ini kita mencatat potensi masih cukup baik, aktivitas dan success rate-nya juga tinggi, sistem fisikal mencatatkan perbaikan," tutur Kurnia.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan catatan SKK Migas, produksi LNG nasional tahun ini diprediksi mencapai 237,8 kargo, meliputi 53,8 kargo dari Kilang Bontang di Kalimantan Timur dan 184 kargo dari Kilang Tangguh di Papua Barat.
Sementara itu, SKK Migas juga memperkirakan penurunan ekspor LNG dibandingkan dengan 2024. Indonesia berencana mengekspor sekitar 150 kargo LNG pada 2025, sedangkan pasar domestik akan mengkonsumsi 86 kargo.