Alasan Lion Parcel Pilih Angkut Barang Pakai Kereta: Lebih Murah

8 Maret 2019 14:04
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Direktur Utama Lion Parcel, Farian Kirana (kiri) dan Plt Kepala Kereta Api Logistik, Junaidi (kanan) pada acara penandatanganan MoU kerja sama Lion Parcel dan Kereta Api Logistik di Jakarta, Jumat (8/3). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Lion Parcel, Farian Kirana (kiri) dan Plt Kepala Kereta Api Logistik, Junaidi (kanan) pada acara penandatanganan MoU kerja sama Lion Parcel dan Kereta Api Logistik di Jakarta, Jumat (8/3). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Lion Express dengan merk dagang Lion Parcel yang merupakan anak usaha dari Lion Group secara resmi bekerja sama dengan PT Kereta Api Logistik (Kalog) untuk pengiriman barang lewat jalur darat. Ketentuan ini hanya berlaku untuk pengiriman barang di Pulau Jawa saja.
ADVERTISEMENT
Chief Executive Officer (CEO) Lion Express, Farian Kirana, mengatakan langkah ini diambil karena semakin mahalnya tarif kargo udara maskapai penerbangan. Apalagi tarif kargo udara mengalami kenaikan sejak November 2018 lalu. Dipilihnya kereta api karena Lion Parcel menganggap lebih murah dan efisien.
"Kalau efisiensinya mungkin bisa mencapai 400 persen atau lebih. Karena kita lihat kalau pakai udara itu ada beberapa cost lagi. Jadi enggak cuma SMU (Surat Muatan Udara) sendiri tapi contoh gudangnya, kalau lewat udara kan harus lewat x-ray dan itu ada biaya-biayanya lagi dan kurang lebih udah bisa sama membayar untuk biaya transportasi pakai kereta, itu belum kita menghitung biaya SMU yang sekarang mungkin lagi naik terus," katanya kepada awak media saat ditemui di Kantor Pusat Lion Express, Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (8/3).
ADVERTISEMENT
Ia pun memberikan gambaran biaya operasional yang dibebankan untuk pengiriman melalui jalur udara mencapai bisa Rp 8.000-Rp 9.000 per kilogram (kg). Rinciannya biaya per kg tersebut digunakan untuk biaya kargo sebesar Rp 3.000 dan penyewaan gudang sebesar Rp 5.000-Rp 6.000 per kg.
Direktur Utama Lion Parcel, Farian Kirana memberikan sambutan pada acara penandatanganan MoU kerja sama Lion Parcel dan Kereta Api Logistik di Jakarta, Jumat (8/3). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Lion Parcel, Farian Kirana memberikan sambutan pada acara penandatanganan MoU kerja sama Lion Parcel dan Kereta Api Logistik di Jakarta, Jumat (8/3). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
"Kalau pakai Kereta Api Logistik itu biaya cuma Rp 2.000 per kg. Jadi seperempatnya harga untuk pengiriman kota ke kota," imbuhnya.
Untuk permulaan, kerja sama antara Lion Parcel dengan Kalog hanya untuk pasar di Pulau Jawa saja. Namun nantinya, rute yang akan dilayani dari kerja sama keduanya meluas hingga Sumatera, Kalimantan, hingga ke Sulawesi.
"Dan kami rencananya akan buka juga di luar Pulau Jawa. Ada di Sumatera (Selatan) Kalimantan Sulawesi dan Denpasar. Apa yang kami punya nanti dikirim ke luar pasti kami pakai Lion Parcel atau ekspress kami janji itu Pak," timpal Plt Direktur Utama Kalog, Junaedi Nasution.
ADVERTISEMENT
Junaedi memproyeksi adanya kerja sama dengan Lion Parcel akan menambah volume pengiriman Kalog hingga mencapai 2.000 ton. Saat ini Kalog setiap harinya mengirimkan barang dengan volume sekitar 370 ton per hari.
"Jadi mungkin tadi saya berbincang bincang dari (volume) 2.000 sampai 10.000 lah dari Lion Parcel. Nanti akan bekerja sama dengan kita. Tapi itu variasi, kemungkinan bisa bertambah. Kita lihat musimnya. Kalau memang keadaan high, saat peak, kerja sama bisa kita tingkatkan lagi," ucapnya.