Kumparan Logo

Bahlil Buka-bukaan soal Gelombang PHK Industri Tekstil, Ada yang Relokasi Pabrik

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah buruh pabrik di Jalan Industri. Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah buruh pabrik di Jalan Industri. Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, buka-buka soal gelombang Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK di industri tekstil.

Bahlil mengatakan gelombang PHK di industri tekstil memang terjadi. Sebagian besar industri tekstil tersebut, kata dia, berada di wilayah Jawa Barat.

"Benar PHK di beberapa tempat, di Jabar. Satu ada relokasi pabrik dari Jabar ke Jawa. Ada juga yang pabriknya tutup," kata Bahlil dalam konferensi pers realisasi investasi Triwulan II 2024 di Kantornya, Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Menurut Bahlil, setidaknya ada dua persoalan yang menyebabkan gelombang PHK di industri tekstil cukup besar. Pertama, kata dia, disebabkan mesin yang sudah tua dan kedua terkait biaya ekonominya sudah tinggi dibandingkan negara lain

"Ini juga terkait produktivitas kerja kita. Jadi sebenarnya kita harus cari jalan tengah. Hak buruh harus diperhatikan, buruh juga harus perhatikan keberlangsungan perusahaan. Kalau tutup, yang rugi kita semua, ini tutup, tidak berjalan, penerimaan negara tidak ada," ujarnya.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Gedung BKPM, Jumat (7/6/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Namun, Bahlil juga meminta publik agar melihat dari dua sisi. Sebab, selain industri tekstil yang pergi, tapi juga ada investor yang datang. Terbaru adanya investor yang meresmikan pabrik sepatu di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.

"Kemarin kita resmikan pabrik sepatu di Kawasan Industri Batang. Ciptakan lapangan pekerjaan 2.000 lebih. tolong media memang ada yang pergi yang datang juga," katanya.

Adapun pada Jumat pekan lalu, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) alias Grand City Batang resi beroperasi. Salah satu rangkaian acara yang akan diresmikan Presiden Jokowi adalah pelepasan ekspor perdana 16.000 sepatu produksi PT Yih Quan Footwear Indonesia.

Perusahaan tersebut memproduksi sepatu merek HOKA dan CONVERSE. Target produksinya mencapai 1 juta pasang sepatu. Saat ini penyerapan tenaga kerjanya mencapai 1.800 pekerja dan di akhir tahun ini diprediksi menembus 4.000 pekerja.

instagram embed