Bahlil Kunjungi AS, Rayu Microsoft hingga Cargill Investasi di RI
·waktu baca 1 menit

Pandemi COVID-19 tak mengurungkan niat Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk menemui investor elite di Amerika Serikat (AS). Baru-baru ini, mantan Ketua Hipmi ini bersama rombongan kementeriannya merayu Microsoft, Cargill, hingga World Bank untuk menanamkan modal di Indonesia.
“Kami ke luar negeri untuk meningkatkan FDI (foreign direct investment). Kami ke World Bank, AS untuk jelaskan kemudahan berusaha kita, khususnya EoDB (ease of doing business),” kata Bahlil saat konferensi pers virtual, Selasa (27/7).
“Kami mendapat apresiasi untuk ada investasi dari AS, Microsoft, Alpan Light, Cargill,” tambahnya.
Menurut dia, di tengah pandemi COVID-19 ini kita tidak bisa mengandalkan investor lokal saja untuk mendongkrak perekonomian nasional. Untuk itu ia melakukan perjalanan ke AS untuk mendorong investasi luar masuk ke Tanah Air.
“Sebab apa, tidak mungkin pertumbuhan ekonomi tidak akan tumbuh kalo cuma andalkan modal kapital dalam negeri. Kita harus keluar untuk mendorong, sampaikan agar mereka bisa tanamkan modal dalam negeri,” kata Bahlil.
Bahlil menjelaskan, investor sudah terbiasa dengan keadaan pandemi COVID-19 pada tahun ini. Sementara itu, pada tahun lalu investor cenderung wait and see karena masih membutuhkan adaptasi untuk menanamkan modal di Indonesia.
Adapun realisasi investasi sepanjang kuartal II 2021 mencatatkan kinerja yang positif. Berdasarkan catatan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, sepanjang kuartal II 2021 realisasi investasi mencapai Rp 223 triliun atau tumbuh 1,5 persen dibanding kuartal I 2021. Secara tahunan, realisasi investasi kuartal II 2021 tumbuh 16,2 persen.
