Bandara Baru Yogyakarta Perdana Didarati Pesawat Kargo Gendut asal Rusia

10 Maret 2021 13:16 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pesawat Antonov AN 124-100 mendarat perdana di Bandara Internasional Yogyakarta. Foto: ANTARA/Sutarmi
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Antonov AN 124-100 mendarat perdana di Bandara Internasional Yogyakarta. Foto: ANTARA/Sutarmi
ADVERTISEMENT
Pesawat Antonov AN 124-100 mendarat perdana di Bandara International Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pesawat buatan Rusia itu termasuk jenis pesawat kargo berbadan cukup besar, yang akan mengangkut 62 ton produk ekspor ke Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
"Pagi ini kita menyaksikan pendaratan perdana pesawat jenis Antonov AN 124-100. Pesawat ini buatan Rusia dan merupakan pesawat kargo yang cukup besar. Hari ini mendarat dan akan melakukan ekspor," kata Pelaksana Tugas Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, Rabu (10/3).
Pesawat Antonov AN 124-100 dikenal sebagai pesawat dengan badan terbesar kedua dunia. Sebagai pesawat kargo, kapasitas angkutnya mencapai 150 ton. Pesawat AN 124-100 memiliki ruang kargo paling besar sehingga dapat mengangkut barang-barang yang berukuran besar seperti lokomotif, kapal pesiar, turbin hidraulic, bahkan beberapa pesawat tempur.
Ada pun produk ekspor yang akan diangkut pesawat Antonov itu sendiri, berupa cable 16 truck wing box. Totalnya sebanyak 125 ton. Tapi yang akan dikirim perdana baru sebanyak 62 ton.
Suasana Bandara Udara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) saat mulai beroperasi komersial pada Senin, 6 Mei 2019. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
Agus Pandu mengatakan ini kesempatan Bandara Internasional Yogyakarta menerima pesawat besar ini. Hari ini merupakan momentum penting bagi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) karena secara prinsip mampu didarati pesawat besar jenis Antonov.
ADVERTISEMENT
"Secara prinsip sudah melakukan pemeriksaan barang-barang yang akan diekspor. Kegiatan ekspor ini tidak hanya satu kali saja, namun dua minggu ke depan masih ada layanan ekspor dari barang 125 ton. Hari ini akan diekspor 62 ton dari Bandara Internasional Yogyakarta," katanya.
Agus Pandu mengatakan Bandara Internasional Yogyakarta memiliki dua kargo, yakni kargo internasional dan kargo domestik. Kargo domestik sudah berjalan. Meski masa pandemi COVID-19, grafiknya terus naik, per hari rata-rata mengangkut 32,5 ton. Untuk internasional, pada Februari sekitar 32 ton.
Ilustrasi Pesawat Antonov-12, jenis lain dari yang mendarat di Bandara International Yogyakarta. Foto: Shutter Stock
"Kebetulan di kargo internasional sudah melakukan kegiatan impor. Kemarin dua kali mendatangkan pesawat dari AirNugini membawa vanili ke Indonesia. Kemudian dari Indonesia diekspor kembali," katanya.
Agus Pandu mengatakan ekspor melalui Bandara Internasional Yogyakarta sudah dilaksanakan. Ada komoditas diekspor ke Jepang, Korea Selatan, Amerika, dan Australia, termasuk Taiwan dan Hong Kong.
ADVERTISEMENT
AP I sudah melakukan clearance bea cukai. Artinya komoditas ekspor di DIY ini sangat banyak, khususnya komoditas pertanian. Di samping itu dari komoditas ekonomi kreatif. Ia optimistis bahwa Bandara Internasional Yogyakarta dijadikan tempat untuk melakukan ekspor dari DIY dan sekitarnya.
"Kargo Bandara International Yogyakarta cukup mumpuni. Kargo internasional Bandara Internasional Yogyakarta bisa melayani ekspor 250 ton per hari," katanya.