Bank Jago Raup Laba di Tahun Kedua, Komisaris Sebut Sesuai Target
·waktu baca 2 menit

PT Bank Jago Tbk (ARTO) sukses meraup laba di tahun kedua operasinya sebagai bank digital. Laporan keuangan 2021 yang dirilis Bank Jago mengungkapkan, perolehan laba Perseroan mencapai Rp 86 miliar, membalik kerugian di 2020 sebesar Rp 190 miliar.
Komisaris Independen Bang Jago, Teguh Dartanto, mengungkapkan kinerja keuangan Bank Jago tersebut sesuai dengan yang ditargetkan manajemen.
"Waktu itu sebagai komisaris menegaskan, profit berapa pun angkanya harus dicapai di tahun kedua," kata Teguh Dartanto kepada kumparan, Jumat (11/3).
Teguh yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia menilai, raihan laba Bank Jago dalam waktu relatif singkat di tahun kedua, menjadi hal positif bagi bank digital. Perolehan profit, menurutnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perkembangan tech-based bank atau bank digital di Indonesia.
"Saya selaku komisaris Bank Jago sangat senang sekali bahwa Bank Jago pada tahun kedua sudah menunjukkan profit, karena merupakan sinyal positif bahwa bank digital sama seperti bisnis konvensional yang berorientasi profit bukan mengejar valuasi,"
-Teguh Dartanto, Komisaris Bank Jago-
Sebelumnya Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar, menjelaskan pencapaian laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang solid dan efisiensi biaya. Pada sisi lain, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) juga dijaga tetap rendah. Dengan strategi itu, penyaluran kredit 2021 mencapai Rp 5,37 triliun, meningkat 491 persen dari akhir 2020 sebesar Rp 908 miliar.
Penyaluran kredit yang ekspansif, dicapai antara lain melalui kolaborasi dengan sejumlah fintech lending, multifinance, dan institusi keuangan digital lainnya. Yakni dalam skema kerja sama pembiayaan (partnership lending).
Strategi kolaborasi itu, menurut Kharim, melengkapi integrasi Bank Jago dengan super app Gojek, aplikasi reksadana online Bibit, dan platform trading online Stockbit.
“Pencapaian laba pada 2021 merupakan permulaan dari bisnis Bank Jago. Dengan pondasi yang telah kami bangun dalam dua tahun ini, kami percaya pertumbuhan ke depan akan semakin solid dan cepat,” pungkas Kharim Siregar.
