Kumparan Logo

Bank Syariah Indonesia Bakal Kembangkan Aplikasi M-Banking Jadi Super Apps

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pegawai menunjukan aplikasi Bank Syariah Indonesia (BSI) usai peresmiannya di Jakarta, Senin (1/2/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pegawai menunjukan aplikasi Bank Syariah Indonesia (BSI) usai peresmiannya di Jakarta, Senin (1/2/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bakal mengembangkan aplikasi mobile banking milik perusahaan menjadi super apps. Langkah ini diambil untuk meningkatkan layanan digital nasabah.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan digitalisasi layanan perbankan menjadi suatu keniscayaan. Karena itu, perusahaan bakal menyeimbangkannya dengan menganut teknologi bionic banking.

"Kita anut bionic banking. Jadi kita tetap pertahankan channel fisik kita tapi di-enhance dengan digital. Roadmap-nya, kita sadar bahwa digital itu satu keniscayaan, ini fenomena dan tren yang harus kita sikapi," katanya dalam konferensi pers kinerja semester I 2021, Jumat (30/7).

Secara teknis, menurut dia, dengan strategi bionic banking, perusahaan akan mengevaluasi kantor cabang di berbagai daerah. Jika kantor cabang tersebut ramai dan transaksinya berpotensi besar, layanan akan ditingkatkan termasuk digitalisasinya.

Sebaliknya, kalau kantor cabang itu sepi, menurut dia, bisa saja direlokasi atau ditutup sekalian.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Langkah kedua, BSI akan menggeser transaksi yang sederhana ke mobile banking agar nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang. Jadi, di kantor cabang hanya untuk transaksi yang benar-benar tidak bisa dilakukan via mobile banking.

"Jadi enggak perlu ke cabang, bisa lewat mobile, ATM, dan channel electronic lain. Kita dorong agar cabang efisien. Jadi frontliner lebih banyak punya waktu jualan," ujar dia.

BSI juga menganut sistem open banking (API) menyusul bank-bank lain yang menautkan sistem ini. Dengan begitu, BSI membuka diri bekerja sama dengan e-commerce dan fintech syariah.

Saat ini, layanan m-banking BSI memiliki banyak fitur mulai dari biometric online onboarding, e-mas, tabungan autosave, pembiayaan digital, fitur sosial atau Ziswaf, dan fitur Islami seperti arah kiblat dan waktu salat yang bisa digunakan tidak hanya waktu lokal, tapi juga global.

BSI mencatat, volume transaksi kanal digital BSI tumbuh signifikan sepanjang kuartal II 2021. Hingga Juni 2021, nilai transaksi kanal digital BSI sudah menembus Rp 95,13 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari transaksi melalui layanan BSI Mobile yang naik 83,56 persen secara yoy. Jika dirinci, sepanjang Januari-Juni 2021, volume transaksi di BSI Mobile mencapai Rp 41,99 triliun.

kumparan post embed

Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 109,82 persen secara yoy. Hal ini didorong oleh jumlah user mobile banking yang menembus 2,5 juta pengguna.

Sedangkan dari sisi bisnis, pada semester I 2021 bank syariah milik Himbara itu telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp 161,5 triliun. Jumlah tersebut naik sekitar 11,73 persen dari periode yang sama pada 2020 yang sebesar Rp 144,5 triliun.

Porsi terbesar disumbangkan segmen konsumer yang mencapai Rp 75 triliun atau setara 46,5 persen dari total pembiayaan. Adapun segmen korporasi sebesar Rp 36,7 triliun atau sekitar 22,8 persen. Kemudian segmen UMKM yang mencapai Rp 36,8 triliun setara 22,9 persen dan sisanya segmen komersial Rp 10 triliun atau sekitar 6,2 persen.