Kumparan Logo

Belitung Buka Gerbang Internasional, Scoot Layani Rute Langsung dari Singapura

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Belitung Beach Shore. Foto: Tanjung Kelayang Reserve, Belitung
zoom-in-whitePerbesar
Belitung Beach Shore. Foto: Tanjung Kelayang Reserve, Belitung

Pembukaan rute penerbangan langsung Singapura-Belitung dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia. Rute internasional yang dioperasikan maskapai berbiaya rendah Scoot tersebut kini melayani penerbangan dua kali dalam sepekan.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Dewan Nasional KEK Bambang Wijanarko mengatakan konektivitas internasional menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berkualitas di Belitung.

“Dengan rute internasional tersebut, diharapkan dapat memperluas akses wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat posisi Belitung sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di tingkat global,” ujar Bambang dikutip dari Antara, Kamis (7/5).

Menurut dia, akses penerbangan langsung dari Singapura tidak hanya meningkatkan lalu lintas wisatawan, tetapi juga membuka peluang investasi dan memperbesar dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Aksesibilitas udara yang baik mampu meningkatkan lalu lintas wisata, sehingga diharapkan akan mendorong daya saing kawasan, menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat,” katanya.

Pesawat A320neo Scoot. Foto: Scoot

Pemerintah melalui Dewan Nasional KEK bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait terus mendorong pengembangan KEK Tanjung Kelayang sebagai pusat pertumbuhan pariwisata baru yang berdaya saing internasional. Penguatan dilakukan melalui sinergi lintas sektor, terutama pada aspek konektivitas serta promosi investasi dan pariwisata.

KEK Tanjung Kelayang sendiri merupakan Destinasi Pariwisata Prioritas nasional yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016. Kawasan tersebut diarahkan menjadi gerbang devisa pariwisata Indonesia sekaligus lokomotif pembukaan konektivitas internasional baru.

Dalam penyambutan penerbangan perdana Scoot dari Singapura ke Belitung, Duta Besar LBBP RI untuk Singapura Hotmangaradja Pontas Pandjaitan mengapresiasi kelancaran layanan kedatangan wisatawan di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin.

“Kita juga berterima kasih karena hari ini berjalan lancar mulai dari penerbangan sampai kepada proses imigrasi dan bea cukai. Memang kita usahakan nyaman supaya turis juga punya pengalaman yang baik dengan Belitung ini,” ujar Hotmangaradja.

Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyebut penerbangan langsung tersebut menjadi momentum penting bagi daerah untuk membuka akses wisata internasional yang lebih luas. Ia mengatakan tingginya okupansi penerbangan perdana maupun reguler menunjukkan minat wisatawan yang besar terhadap Belitung.

“Ini momen kita, kita sudah mulai buka gerbang bahwa Belitung membuka diri. Kesempatan ini harus kita jaga, termasuk jumlah penerbangan yang sudah mulai tersedia. Okupansi untuk penerbangan perdana maupun penerbangan reguler menunjukkan minat yang luar biasa dari para penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Tanjung Kelayang Daniel Alexander Napitupulu mengatakan penerbangan internasional tersebut menjadi bukti mulai terwujudnya pengembangan sektor pariwisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.

Kelayang Island. Foto: Tanjung Kelayang Reserve, Belitung

“Hari ini, satu per satu masa depan pariwisata yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja mulai terwujud,” kata Daniel.

Ia menambahkan, di tengah dinamika geopolitik global, KEK Tanjung Kelayang memanfaatkan momentum untuk mempercepat realisasi penerbangan internasional regional melalui kerja sama dengan berbagai kementerian dan maskapai Scoot.

Kembalinya penerbangan internasional ke Belitung diharapkan menjadi titik awal akselerasi ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan, perputaran devisa, pertumbuhan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja baru.

instagram embed