Bersiap IPO, Bukalapak Masih Catatkan Rugi Rp 168 Miliar
·waktu baca 1 menit

E-commerce Bukalapak bakal segera melantai di pasar modal. Berdasarkan dokumen mini expose yang diterima kumparan, Rabu (23/6), Bukalapak bakal listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Juli 2021 mendatang dengan kode emiten BUKA.
Meski bersiap menjadi perusahaan publik, Bukalapak ternyata masih mencatatkan rugi dalam tiga tahun terakhir sejak 2018 hingga 2020. Per akhir 2018 perseroan mencatat rugi Rp 1,71 triliun. Nilai rugi tersebut menyusut pada 2019 menjadi sebesar Rp 1,25 triliun. Bahkan di 2020, kerugian Bukalapak semakin mengecil menjadi sebesar Rp 168 miliar. Dengan kata lain, tren kerugian Bukalapak semakin menurun selama 3 tahun.
Dalam dokumen yang sama dijelaskan bahwa sepanjang 2020, Bukalapak mencatatkan Total Processing Value (TPV) senilai USD 6 miliar. Sebanyak 70 persen dari TPV tersebut merupakan transaksi dari pengguna yang berdomisili di wilayah tier 1 yaitu Jakarta, Bandung, Bandung Barat, Semarang, Surabaya dan Medan.
Dikutip dari Reuters, Bukalapak disebut mengincar pendanaan hingga USD 800 juta atau Rp 11,2 triliun. Jika target itu tercapai, IPO Bukalapak bakal jadi yang terbesar di Indonesia dalam 10 tahun terakhir, sekaligus yang terbesar bagi startup dalam negeri.
Menurut laporan Reuters, Bukalapak berencana melepas 10 sampai 15 persen saham perusahaan dan menargetkan valuasi sekitar USD 4 hingga 5 miliar lewat IPO. Adapun penawaran umum perdana Bukalapak diperkirakan akan berkisar USD 500-800 juta, tergantung minat investor dan kondisi pasar.
Bukalapak sendiri menyebut bahwa valuasi mereka mencapai USD 2,5 miliar pada 2019 lalu. Selama ini Bukalapak disokong oleh sejumlah perusahaan besar, termasuk Microsoft, Emtek Group, Standard Chartered, dan Naver Corp.
Di Indonesia, Bukalapak merupakan e-commerce terbesar keempat. Menurut laporan konsultan ventura teknologi Momentum Works, mereka memiliki 7 persen pangsa pasar e-commerce di Indonesia yang bernilai USD 40 miliar pada 2020.
Bukalapak mengalami pertumbuhan yang baik dari layanan Mitra Bukalapak. Mereka memberdayakan pedagang warung kelontong untuk mengintegrasikan penjualan online dan offline. Bukalapak juga menyediakan layanan produk digital seperti pembayaran PDAM pembelian token listrik, isi pulsa, hingga pembayaran pajak.
