Kumparan Logo

BI Luncurkan QRIS Antarnegara, Belanja di Luar Negeri Nantinya Tinggal Scan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembeli membayar dengan metode scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di warung KE Angkringan, Ampera, Jakarta, Jumat (30/7/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pembeli membayar dengan metode scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di warung KE Angkringan, Ampera, Jakarta, Jumat (30/7/2021). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Bank Indonesia (BI) dan Bank of Thailand (BOT) hari ini meluncurkan piloting sistem pembayaran QRIS Antarnegara, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 Tahun. Dengan adanya QR Antarnegara ini, turis asal Indonesia yang berlibur atau belanja ke Thailand tidak perlu lagi membawa uang tunai untuk bertransaksi.

Begitu juga sebaliknya, turis Thailand yang berkunjung ke Indonesia, nantinya juga tidak perlu menukar uang cash, namun cukup dengan memindai QR Code saat bertransaksi.

“Konsumen dan pedagang di kedua negara akan dapat melakukan dan menerima pembayaran secara instan dengan menggunakan QR antarnegara untuk setiap transaksi barang dan jasa. Koneksi ini merupakan yang pertama menghubungkan operator sistem pembayaran ritel di kedua negara. Ini juga menandai tonggak penting dalam inisiatif Konektivitas Pembayaran ASEAN, yang bertujuan untuk mempromosikan integrasi keuangan di kawasan ini,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Peluncuran Standar Nasional Open API Pembayaran & Pra Resmi QR Antarnegara, Selasa (17/8).

kumparan post embed

Perry menjelaskan peluncuran hari ini adalah fase percontohan atau piloting yang bertujuan untuk memastikan kelancaran interkoneksi bagi pelanggan, pedagang, dan operator di kedua negara. Sedangkan peluncuran secara penuh baru akan dilakukan pada tahun depan.

Adapun pada tahap praresmi ini, konsumen dari Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran yang ada telepon seluler untuk memindai Kode QR Thailand saat melakukan pembayaran pada merchant yang ada di seluruh Thailand. Demikian juga sebaliknya, pengguna dari Thailand kini dapat menggunakan aplikasi pembayaran mobile mereka untuk memindai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) saat melakukan transaksi barang dan jasa di merchant-merchant di Indonesia. Bahkan mereka juga bisa menggunakan layanan ini untuk transaksi pada e-commerce.

Menurut Perry layanan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan Thailand terutama bagi mereka yang melakukan transaksi lintas batas, seperti halnya wisatawan. "Pariwisata akan menjadi sektor utama yang akan sangat diuntungkan dari layanan ini karena banyaknya arus wisatawan antara kedua negara," ujarnya.

Menurut Perry, QRIS Antarnegara akan diluncurkan secara penuh pada kuartal I tahun 2022. Sembari menunggu peluncuran secara penuh, Perry berharap akan lebih banyak bank/non-bank yang berpartisipasi untuk bergabung dalam integrasi ini. Perry juga menyatakan bahwa ke depan, layanan ini akan diperluas lagi sehingga memungkinkan pengguna di kedua negara bisa melakukan transfer dana secara real-time dengan mudah hanya bermodalkan nomor ponsel penerima.

Adapun salah satu aspek yang menarik dari proyek ini adalah penggunaan kuotasi langsung dari nilai tukar mata uang lokal yang disediakan oleh bank-bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) di bawah Local Currency Settlement (LCS) Framework untuk meningkatkan efisiensi transaksi. Menurut Perry ini membuat biaya transaksi menjadi lebih murah.

Dalam kesempatan yang sama Deputi Gubernur Bank Of Thailand Ronadol Numnonda, pihaknya sangat menyadari pentingnya konektivitas sistem pembayaran lintas batas ini. Menurutnya QR Antarnegara ini akan menghasilkan alternatif pembayaran ritel yang lebih aman, efisien, dan hemat biaya bagi masyarakat umum.

“Selain itu, layanan ini akan membantu bisnis e-commerce selama masa-masa sulit ini dan meletakkan dasar bagi dimulainya kembali arus pariwisata dan bisnis,” ujarnya.

Adapun piloting project ini terselenggara berkat adanya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dari kedua negara di bawah pengawasan bersama BI dan BOT. Termasuk juga dukungan dari Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Asosiasi Bankir Thailand, 13 penyedia QRIS, RAJA (Rintis, Artajasa, Jalin, dan Alto) – empat operator switching dari Indonesia, National ITMX (NITMX) – operator sistem pembayaran dari Thailand, serta bank ACCD, termasuk Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dari Indonesia, dan Bangkok Bank (BBL), Bank Ayudhya (Krungsri), dan CIMB Thai Bank (CIMBT) dari Thailand.

kumparan post embed