Bio Farma Siap Pasok Vaksin Corona untuk Anak-anak

2 November 2021 15:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
BUMN sektor farmasi PT Bio Farma (Persero), siap memasok kebutuhan vaksin corona untuk anak-anak usia 6-11 tahun. Sebelumnya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan vaksin Sinovac untuk anak-anak usia 6-11 tahun.
ADVERTISEMENT
Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan Bio Farma sebagai pemilik izin edar dari vaksin COVID-19 Sinovac, akan berupaya menjamin ketersediaan vaksin ini, pasca-diizinkannya penggunaan vaksin tersebut untuk anak usia 6-11 tahun.
“Seperti pada pendistribusian vaksin sebelumnya, kami akan melakukan pendistribusian setelah program ini disahkan dan saat kami mendapatkan perintah pengalokasian dari Kementerian Kesehatan," ujar Bambang melalui pernyataan tertulis, Selasa (2/11).
Seorang anak menunggu orang tuanya vaksin COVID-19 di atas bus yang didesain khusus untuk pelaksanaan vaksinasi mobile di Kota Kupang, NTT, Selasa (10/8). Foto: Kornelis Kaha/ANTARA FOTO
Sepanjang Januari-Oktober 2021, untuk vaksin Sinovac saja Bio Farma telah mendistribusikan sebanyak 186,3 juta dosis ke seluruh Indonesia. Sedangkan untuk total vaksin COVID-19 yang sudah terdistribusi sejak Januari 2021-Oktober 2021 sebanyak 226,6 juta dosis.
Terkait pelaksanaan vaksinasi corona anak, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, hal itu baru dimungkinkan paling cepat pada 2022 mendatang. Menurutnya, masih perlu sejumlah persiapan untuk pelaksanaan vaksinasi corona anak.
ADVERTISEMENT
Seperti menunggu pedoman vaksinasi corona anak usia 6-11 tahun dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). "Karena harus tambah vaksin dan latih tenaga kesehatan untuk vaksinasi pada anak kurang dari 12 tahun," ujarnya kepada kumparan.
Sementara Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan, penerbitan izin penggunaan vaksin corona untuk anak menjadi hal yang urgent, mengingat saat ini sekolah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas.