Kumparan Logo

Bukalapak Dapat Suntikan Dana Rp 50 Miliar dari Perusahaan Investasi Ashmore

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Surabaya. Foto: Bukalapak
zoom-in-whitePerbesar
Kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Surabaya. Foto: Bukalapak

Bukalapak meraih suntikan dana Rp 50 miliar dari unit usaha perusahaan investasi asal Inggris Raya, Ashmore Group Plc. Investasi sebesar itu disalurkan oleh PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (Ashmore) ke anak usaha Bukalapak, yakni Buka Investasi Bersama (BIB).

Vice President Corporate Affairs Bukalapak, Sufintri Rahayu, menjelaskan investasi ini merupakan bentuk kemitraan strategis antara Ashmore dengan Buka Investasi Bersama. Dari kerja sama ini diharapkan bisa mempercepat pencapaian tujuan strategis Ashmore dalam mengembangkan kemampuan digital perusahaan.

"Ashmore akan berinvestasi sebesar Rp 50 miliar untuk 20 persen kepemilikan saham di BIB," kata Sufintri dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip kumparan, Kamis (10/12).

Menurutnya, kemitraan strategis antara Ashmore dan BIB menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari institusi keuangan global, terkait inisiatif terbaru yang diluncurkan oleh Bukalapak ini. Ashmore di Indonesia didirikan pada 2012, merupakan perusahaan manajemen investasi dan penasihat investasi. Dana kelolaannya per 30 September 2020 sebesar Rp 25 triliun.

Sementara BIB merupakan agen penjual Reksadana berbasis online yang didirikan pada Oktober 2020, dengan tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas investasi bagi masyarakat Indonesia, terutama underserved segment.

Seremoni PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk saat melakukan penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/12). Foto: Selfy Momongan/kumparan

Presiden Direktur Ashmore, Ronaldus Gandahusada, mengatakan digitalisasi termasuk dalam bisnis asset manajemen merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Apalagi pandemi telah membuka peluang untuk meningkatkan aksesibilitas nasabah melalui jalur digital.

"Kami melihat ada potensi yang cukup besar di Bukareksa, gerai reksadana Bukalapak, dalam menargetkan populasi yang secara tradisional belum menerima pelayanan keuangan dan yang mencari kemudahan investasi menggunakan teknologi,” ujarnya.

Karenanya dalam kemitraan strategis ini, menurutnya, juga termasuk kesepakatan distribusi yang memberikan akses pada pelanggan BukaReksa pada berbagai produk Reksadana Ashmore. Ashmore juga akan mendapatkan akses terhadap pengguna Bukalapak yang masih terus bertumbuh pesat, dengan lebih dari 100 juta pengguna di seluruh Indonesia.

Ilustrasi Bukalapak. Foto: Shutter Stock

Presiden Bukalapak yang juga Presiden Direktur Buka Investasi Bersama, Teddy Oetomo, menyatakan pentingnya kolaborasi di era digital ini

“Merupakan misi dari Bukalapak untuk menciptakan kesetaraan ekonomi untuk semua kalangan, sehingga dengan didirikannya BIB, Bukalapak bertujuan untuk memudahkan pengguna untuk melakukan investasi dengan pemanfaatan teknologi," kata Teddy.

Dia berharap, kemitraan dengan Ashmore dapat memperkuat dan mempercepat upaya Bukalapak untuk meraih misi meningkatkan aksesibilitas bagi semua orang, terhadap produk dan layanan investasi. Terutama mereka yang selama ini belum terlayani (underserved segment) di industri investasi keuangan ini.