Kumparan Logo

Bukan Sembako, Negara Ini Bagi-bagi Bansos ke Warga Berupa Bitcoin Gratis

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bitcoin Foto: REUTERS/Dado Ruvic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bitcoin Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Bagi-bagi sembako atau bahan pokok lazim dilakukan pemerintah berbagai negara, untuk mengatasi dampak pandemi. Hal itu juga dilakukan Pemerintah Indonesia, dengan membagikan Bansos serta berbagai bentuk insentif lainnya.

Beda pemerintah, beda gaya dalam bagi-bagi insentif bagi warganya yang terdampak pandemi. Di Jepang misalnya, seluruh warga mendapat insentif tunai dari negara tanpa kecuali, baik yang miskin maupun yang kaya.

kumparan post embed

Lain halnya dengan El Salvador, negara yang telah menetapkan Bitcoin sebagai alat transaksi ini, membagikan insentif dalam bentuk uang kripto paling populer sedunia itu. Dikutip dari Fortune, Senin (28/6), Presiden El Salvador Nayib Bukele menyatakan setiap warga negaranya akan menerima Bitcoin senilai USD 30.

Papan imbauan penggunaan Bitcoin di sejumlah pertokoan di El Salvador. Foto: Reuters/Jose Cabezas

Insentif berupa Bitcoin tersebut dibagikan kepada seluruh warga negara El Salvador yang telah dewasa. Prosesnya tak ribet, selama warga negara yang memenuhi syarat mengunduh dan mendaftar aplikasi cryptocurrency resmi milik negara, Chivo, maka akan mendapat Bitcoin USD 30.

Aplikasi uang kripto Chivo, akan menjadi dompet digital warga El Salvador dan menjadi alat pembayaran yang sah. Aplikasi ini akan tersedia baik di iOS maupun Play Store Android.

kumparan post embed

Sebelumnya, Presiden Nayib Bukele mengusulkan Rancangan Undang-Undang ke Kongres untuk mengesahkan penggunaan Bitcoin di negara tersebut. Ia melihat potensi Bitcoin untuk orang-orang El Salvador yang tinggal di luar negeri mengirim uang ke rumah.

“Dalam jangka pendek ini akan menghasilkan lapangan kerja dan membantu memberikan inklusi keuangan kepada ribuan orang di luar ekonomi formal,” kata Presiden El Salvador itu seperti dikutip dari Reuters, Selasa (8/6).