Kumparan Logo

Cerita Nafza Cari Kerja: Bolak-balik Interview Belum Tembus Juga

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nafza, pencari kerja yang datang di Jakarta Jobfest 2025. Foto: Nur Pangesti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nafza, pencari kerja yang datang di Jakarta Jobfest 2025. Foto: Nur Pangesti/kumparan

Nafza sudah bolak-balik berjuang mencari kerja. Sejak Mei 2025, ia sudah melamar di beragam perusahaan dan mengikuti berbagai job fair.

Tak hanya itu, perempuan lulusan SMK di Jakarta tersebut juga sudah melamar berbagai lowongan pekerjaan yang tersebar di platform media sosial seperti Instagram dan aplikasi pencari kerja lainnya. Namun, sampai saat ini belum ada yang tembus.

“Udah dari bulan Mei sih, setelah lulus SMK. Udah banyak juga aku apply,” kata Nafza saat ditemui Jakarta Jobfest 2025 di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (20/8).

Nafza mengaku fokus mencari pekerjaan di sektor retail dan F&B. Beberapa kali ia sudah mengikuti wawancara, baik online maupun offline.

Interview online pernah, interview offline pernah, belum (ada yang menerima), baru interview,” jelas Nafza.

Meski begitu, Nafza tidak menyerah. Ia bakal tetap mencari pekerjaan, seperti dengan datang ke job fair yang digelar. Ia menilai Job Fair memberi kemudahan bagi para pencari kerja, terutama lulusan SMA dan SMK yang sedang mencari peluang kerja pertama mereka.

Tiga pencari kerja mencari informasi lowongan pekerjaan di salah satu booth saat Jakarta Jobfest 2025. Foto: Nur Pangesti/kumparan

Di job fair yang digelar Pemprov DKI di Velodrome kali ini, Nafza sudah mencoba melamar ke sekitar enam perusahaan yang sesuai dengan kualifikasinya. Harapannya sederhana, bisa segera mendapat pekerjaan, bukan hanya berhenti di tahap wawancara.

“Semoga enggak cuma interview doang, tapi bisa dipanggil kerja beneran,” tutur Nafza

Sementara itu, Arun, lulusan SMK jurusan akuntansi tahun 2020 juga datang ke job fair dengan semangat yang sama dengan Nafza. Arun sudah memiliki pengalaman kerja sebagai reseller. Ia ingin mendapatkan pekerjaan tetap.

“Kalau untuk nyari kerja, aku udah mulai apply online sejak Maret atau April tahun ini. Tapi untuk ikut job fair, baru kali ini lagi setelah terakhir ikut di 2021,” ungkap Aarun.

Arun memilih melamar pada tiga perusahaan yang diincar di Jakarta Jobfest 2025 kali ini. Ia mengungkapkan dari ketiganya tak ada yang membuka interview langsung. Sebagian besar masih meminta pelamar untuk mengisi data melalui website.

“Kalau (job fair) dibilang membantu sih, ya membantu. Tinggal balik lagi ke pengalaman kerja dan portofolio masing-masing,” ujar Arun.

Arun, pencari kerja yang datang ke Jakarta Jobfest 2025. Foto: Nur Pangesti/kumparan

Arun berharap semakin banyak job fair yang digelar. Jenis pekerjaan dan lowongan yang dibuka juga bisa bertambah banyak. Sehingga peluang para pencari kerja bisa semakin terbuka untuk diterima.

Bagi Arun, pameran lowongan pekerjaan bukan sekadar ajang formalitas. Di balik antrean panjang dan tumpukan formulir lamaran, ada banyak pencari kerja yang datang dengan harapan baru.

“Mungkin memang ada yang bener-bener pure nyari kerja karena udah mentok kali ya. Mungkin ada yang udah coba walk-in, coba apply by web, atau enggak ngirim by email, atau nggak by WA. Mungkin ada yang datang langsung juga, mengikuti gitu,” terang Arun.

“Mungkin setelah mereka ngelakuin itu semua, dengan adanya job fair ini, ada harapan lagi gitu mereka. Untuk memperluas, mereka supaya dapat perjalanan peluangnya lebih besar," tambahnya.

***

Reporter: Nur Pangesti