Curhat Jualan Mobil Lagi Seret, Elon Musk Diskon Harga Tesla hingga 25 Persen
·waktu baca 2 menit

Bos Tesla, Elon Musk, mengaku penjualan mobil sedang memasuki masa-masa seret. Sebagai strateginya, dia menekan biaya produksi agar bisa menjual Tesla dengan harga diskon untuk waktu yang lebih lama.
"Kadang ekonomi dunia seperti sedang berantakan, tapi hari berikutnya baik-baik saja. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi," kata Elon Musk kepada analis melalui melalui sambungan telepon, seperti dilansir Reuters, Kamis (20/7).
"Saat ini kita berada di situasi yang saya sebut masa yang bergejolak,"
-Elon Musk, Founder/CEO Tesla Inc-
Dia pun menyatakan terus menekan biaya produksi Tesla dan memangkas margin penjualan. Hal itu sebagai siasat untuk menghadapi perang harga di antara para produsen mobil listrik yang sedang bersaing sengit.
Pemangkasan harga melalui tawaran diskon pun sudah beberapa kali dilakukan. Baik di pasar Amerika Serikat (AS), China, dan pasar lainnya sejak akhir tahun lalu. Strategi lain adalah memberikan aneka bonus bagi pembeli.
Sebagai contoh, tulis Reuters, Tesla mendiskon harga jual Model Y Long Range Plus hingga 25 persen, jadi USD 50.490 per unit. Padahal harga normalnya di pasar AS mencapai USD 78.000 per unit.
Diskon harga jual yang besar telah menekan margin kotor produk Tesla. Padahal margin itu sangat diawasi asosiasi industri untuk mencegah persaingan tidak sehat. Tetapi kata Elon Musk, dia mengorbankan margin untuk mendorong pertumbuhan volume penjualan mobil listrik.
"Saya pikir masuk akal untuk mengorbankan margin demi membuat lebih banyak kendaraan yang bisa dijual," ujar Elon Musk.
