Kumparan Logo

Daging Sapi Mahal Bikin Pedagang Siap Mogok, Kementan: Stok Aman Sampai Lebaran

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pedagang sapi dan pembeli bertransaksi di Pasar Keppo, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (11/5). Foto: Antara/Saiful Bahri
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang sapi dan pembeli bertransaksi di Pasar Keppo, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (11/5). Foto: Antara/Saiful Bahri

Pedagang daging sapi berencana mogok jualan selama lima hari mulai Senin (28/2). Hal itu dipicu mahalnya harga akibat kurangnya pasokan, yang membuat keuntungan pedagang menipis. Di sejumlah pasar daging sapi dijual hingga Rp 135.000 per kg, bahkan di Jakarta ada yang seharga Rp 160.000 per kg.

Berbeda dengan keluhan pedagang, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut stok daging sapi dan kerbau mencukupi kebutuhan. Bahkan hingga Ramadhan dan Lebaran mendatang.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah, mengungkapkan dari pendataan dan verifikasi faktual, stok daging sapi dan kerbau bulan Februari hingga Mei 2022 sebanyak 240.948,5 ton. Sementara kebutuhannya di bawah itu, yakni 238.211,8 ton, sehingga masih ada surplus 2.736,7 ton.

“Ini artinya secara ketersediaan daging sapi atau kerbau hingga bulan Mei tercukupi. Jadi ketersediaan daging sapi atau kerbau untuk bulan Ramadhan dan Lebaran aman," kata Nasrullah melalui keterangan tertulis, Jumat (25/2).

Dengan posisi surplus tersebut, lanjut Nasrullah, semestinya harga daging sapi tidak mengalami kenaikan.

Penjual daging sapi di Pasar Simpang Limun, Medan, Sumatera Utara, saat melayani pembeli. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Dia menyebutkan komposisi ketersediaan daging tersebut terdiri dari produksi sapi dan kerbau lokal sebanyak 564.360 ekor atau setara daging 101.596,0 ton. Selain itu sapi bakalan impor siap potong sebanyak 174.264 ekor atau setara daging 33.404,7 ton, dan daging sapi dan kerbau beku impor sebanyak 105.947,8 ton.

Nasrullah menandaskan, data stok daging sapi dan kerbau ini telah divalidasi bersama kementerian dan lembaga terkait, juga kalangan asosiasi.

“Data dari sumber-sumber produksi sudah kami sampaikan, kami siap membantu menghubungkan antara pemotong, pedagang, BUMN, dan BUMD dengan sumber sapi/kerbau lokal by name by address untuk melakukan pembelian sapi/kerbau lokal,” ujar Nasrullah.

"Ini artinya secara keseluruhan tidak ada masalah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan termakan isu yang tidak benar. Insya Allah ketersediaan daging sapi/kerbau untuk kebutuhan menjelang bulan ramadhan sampai lebaran pada bulan Mei 2022 aman dan tercukupi,” tandas pejabat Kementan itu.