Kumparan Logo

Danantara Bakal Evaluasi Whoosh Menyeluruh, Bukan Hanya soal Keuangan dan Utang

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani berbicara dalam acara Forbes CEO Global Conference di Jakarta, Selasa (14/10/2025). Foto: Forbes CEO Global/HO Antara
zoom-in-whitePerbesar
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani berbicara dalam acara Forbes CEO Global Conference di Jakarta, Selasa (14/10/2025). Foto: Forbes CEO Global/HO Antara

CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan proses evaluasi proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) tidak hanya difokuskan pada persoalan keuangan atau utang saja.

Menurutnya, kajian yang sedang dilakukan Danantara akan bersifat menyeluruh agar penyelesaian proyek strategis ini bisa berkelanjutan dan memberi manfaat luas.

“Kami sedang melakukan pengkajian opsi penyelesaian KCIC (Kereta Cepat Indonesia China). Opsi-opsi ini sedang kami kaji, dan kalau sudah selesai, akan kami paparkan ke semua kementerian terkait,” ujar Rosan di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (17/10).

Nantinya hasil kajian ini akan dipresentasikan kepada kementerian terkait mulai Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, hingga Dewan Energi Nasional. Tujuannya, agar keputusan akhir yang diambil pemerintah bukan sekadar solusi sementara.

“Kita ingin penyelesaiannya komprehensif, bukan hanya yang sifatnya menutup masalah jangka pendek. Kita mau yang menyeluruh, bukan hanya soal finansial,” tegas Rosan.

Selain mengkaji aspek keuangan, Danantara juga menjalin komunikasi dengan pihak China, termasuk dengan National Development and Reform Commission (NDRC). Rosan menyebut proyek Whoosh juga memiliki arti penting bagi pemerintah China karena merupakan bagian dari program strategis yang didorong langsung oleh Presiden Xi Jinping.

“Ini juga buat mereka hal yang sangat penting, karena merupakan program dari Presiden Xi Jinping pada waktu itu. Jadi tolong bersabar, semuanya sedang kami kaji,” ujar Rosan.

Rosan berharap hasil kajian menyeluruh bisa rampung sebelum akhir tahun ini. Dia juga menyebut aspek keberlanjutan dan dampak terhadap PT KAI juga menjadi bagian penting dari evaluasi tersebut.

Kereta cepat Whoosh melintas di Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (31/7/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

“Yang kami lihat bukan hanya aspek finansial, tapi juga bagaimana ke depannya proyek ini berjalan dengan baik dan dampaknya positif terhadap KAI maupun layanan kereta api lainnya,” jelas Rosan.

Sebelumnya, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemerintah tengah menyiapkan langkah restrukturisasi pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Dia mengaku telah berbicara langsung dengan pihak China untuk membahas restrukturisasi utang tersebut.

“Whoosh itu tinggal restructuring saja. Saya sudah bicara dengan China, karena saya yang dari awal mengerjakan itu,” kata Luhut dalam acara “1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Hotel JS Luwansa, Kamis (16/10).

Pernyataan Luhut ini menanggapi polemik pembiayaan proyek Whoosh, setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak penggunaan dana APBN untuk membayar utang proyek tersebut. Luhut menegaskan, tak ada yang meminta pembayaran utang menggunakan anggaran negara.

Luhut menjelaskan pemerintah bersama Danantara kini menunggu terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) untuk membentuk tim khusus yang akan menangani restrukturisasi tersebut. Tim ini nantinya akan bernegosiasi langsung dengan pihak China.

video story embed