Kumparan Logo

Depo LRT Palembang Ditargetkan Bisa Beroperasi Desember 2018

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Depo LRT Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/8/18). (Foto: Abdul Latif/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Depo LRT Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/8/18). (Foto: Abdul Latif/kumparan)

Proyek Depo Light Rail Transit (LRT) Palembang diproyeksikan akan selesai pada akhir tahun ini. Saat ini, progres pembangunan Depo LRT tersebut sudah mencapai 90 persen.

Project Manager proyek Depo LRT Palembang Mas'udi Jauhari mengatakan pembangunan konstruksi telah rampung semuanya. Saat ini, hanya untuk peralatan yang masih belum lengkap.

"Depo udah 90 persen, tinggal peralatannya saja. Jadi peralatan depo yang nanti sampai dengan September lengkap," kata Mas'udi saat ditemui di Kawasan Proyek Depo LRT Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (30/8).

Mas'udi memastikan akhir tahun 2018 depo sudah dapat difungsikan secara normal. Menurut dia, untuk melengkapi peralatan dibutuhkan waktu yang lama, hingga berbulan-bulan.

"Dari Swiss, dari Jerman, dari Spanyol macem-macem," ujarnya.

Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau Depo LRT Palembang. (Foto: Abdul Latif/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau Depo LRT Palembang. (Foto: Abdul Latif/kumparan)

Adapun pembangunan Depo LRT Palembang ini telah dimulai sekitar Oktober 2015 dengan kontrak Rp 10,9 miliar oleh PT Waskita Karya (Persero) yang berakhir pada Desember 2018.

Adapun LRT Palembang saat ini sudah beroperasi. Saat ini sudah ada 11 stasiun LRT yang telah aktif beroperasi. Nantinya, seluruh stasiun LRT yang akan beroperasi sebanyak 13 stasiun.

Pengerjaan proyek LRT Palembang merupakan sinergi 4 perusahaan BUMN, yakni PT KAI sebagai pengelola LRT, PT LEN Industri sebagai pengelola sistem LRT, PT Waskita Karya sebagai kontraktor infrastruktur, dan PT Industri Kereta Api (INKA) sebagai pembuat train set.